Foto: Youtube TVR Parlemen DPR RI.
Pemerintah tengah menyiapkan 9 langkah strategis untuk memitigasi ketidakpastian perekonomian global guna menjaga daya beli masyarakat serta memastikan pertumbuhan ekonomi domestik terjaga di tengah berbagai tantangan eksternal.
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa 9 langkah tersebut dituangkan dalam instrumen kebijakan fiskal dan ekonomi serta akan menjadi landasan kebijakan ekonomi ke depan. Hal tersebut dipaparkan dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI yang membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027, Selasa (9/6/2026). Berikut adalah rincian 9 langkah strategis yang akan diimplementasikan pemerintah.
Pertama, menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kedua, menjaga stabilisasi harga pangan untuk menekan inflasi dan mempertahankan daya beli masyarakat. Ketiga, memastikan pasokan energi dan stok beras nasional tetap berada pada tingkat yang aman guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terkendali.
Keempat, menjaga disiplin fiskal dengan mengendalikan defisit anggaran agar tetap berada di bawah batas 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kelima, mendorong efisiensi dan refocusing belanja negara agar lebih produktif dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
Keenam, mengoptimalkan pendapatan sumber daya alam (SDA) sekaligus memperkuat stabilitas makroekonomi melalui perbaikan tata kelola ekspor komoditas strategis dan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE). Ketujuh, menyiapkan berbagai stimulus ekonomi meliputi diskon tiket transportasi, bantuan pangan, insentif sektor perumahan, serta program magang dan vokasi untuk menjaga daya beli masyarakat, mendukung keberlangsungan dunia usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kedelapan, memperbaiki pola penyerapan belanja negara untuk lebih cepat dan merata sepanjang tahun (quick-high), agar belanja pemerintah dapat memberikan dorongan yang lebih konsisten terhadap pertumbuhan ekonomi dan tidak lagi terkonsentrasi pada akhir tahun anggaran.
Terakhir, memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter, guna menjaga stabilitas makroekonomi, kepercayaan pasar, serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejalan dengan rencana strategis tersebut, pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2027 berada pada kisaran 5,8% hingga 6,5%. Untuk mendukung target tersebut, kebijakan fiskal tahun 2027 dirancang secara kolaboratif, terarah, dan terukur dengan sasaran defisit anggaran sebesar 1,8% hingga 2,4% terhadap PDB.
