Foto: Youtube Kementerian Keuangan RI.
Lewat Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juli 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa kinerja APBN Semester I 2026 menunjukkan tren positif. Penerimaan negara sepanjang Semester I 2026 telah terealisasi sebesar Rp1.459,4 triliun atau tumbuh sebesar 21,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Secara terperinci, realisasi tersebut meliputi penerimaan pajak sebesar Rp1.035,7 triliun, penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp145 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp271 triliun.
Dari sisi pengeluaran, realisasi belanja negara tercatat Rp1.656 triliun atau meningkat 17,8% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di tengah peningkatan belanja, Purbaya menyampaikan defisit APBN terjaga sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76% terhadap PDB. Sementara itu, keseimbangan primer tercatat mengalami surplus sebesar Rp85,1 triliun.
"APBN-nya bagus, ekspansif, dan mendukung pembangunan," jelas Purbaya.
Purbaya juga menyebutkan bahwa pengelolaan fiskal saat ini sejalan dengan penilaian lembaga pemeringkat internasional. S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB+ dengan prospek stabil serta penerbitan Panda Bond yang memperoleh peringkat AAA dengan prospek stabil dari Lianhe Credit Rating di Tiongkok.
"S&P mengeluarkan BBB dan outlook stabil. Artinya, mereka melihat apa yang dikerjakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo itu bergerak ke arah yang benar dengan dampak ke pertumbuhan yang kuat tanpa mengabaikan kehati-hatian pelaksanaan kebijakan fiskal," tutup Purbaya.
