Ortax Channel

  • 6 Nop 2017

Kuliah Umum FIA UI

Perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat membuka peluang tumbuhnya industri digital yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Paradoks dengan fenomena ini, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi otoritas pajak di berbagai negara terkait aspek pemajakan atas bisnis berbasis e-commerce. Karakteristik yang khas dari bisnis ini menimbulkan sejumlah diskursus di kalangan akademisi maupun praktisi antara lain tentang pemajakan atas borderless transaction yang menghasilkan stateless revenue
Dalam upaya berkontribusi terhadap diskursus ini, Klaster Riset Politik Perpajakan, Ketahanan Nasional, dan Kesejahteraan bekerjasama dengan Departemen Ilmu Administrasi Fiskal Fakultas Ilmu Administrasi  Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan Kuliah Umum dengan pembicara: Prof Jan J.P. de Goede ( Senior Principal, Tax Knowledege Management, the International Bureau of Fiscal Documentation (IBFD) and Professor of International & European Tax Law, Lodz University in Poland ) dengan tema “Challenges and Way-Forward with Company Taxation in the Digital Economy”. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Rabu, 11 Oktober 2017, pukul 08.00-11.00 WIB bertempat di Auditorium Lantai 4, Gedung M, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia dengan dimoderatori oleh Dr. Vishnu Juwono ( Staf Pengajar / Koordinator Kerjasama Internasional FIA UI). 
Kuliah umum ini diawali dengan Keynote Speech yang disampaikan oleh Dr. Edi Slamet Irianto, S.E., M.Si, Kepala Kanntor Wilayah Pajak Jakarta Selatan II Kementrian Keuangan Republik Indonesia, sekaligus Ketua Pelaksana Harian Indonesian Fiscal and Tax Administration Association.  Dalam Keynote Speech berjudul “ Tantangan dan Arah Kebijakan Perpajakan Transaksi Perdagangan E-Commerce” ini antara lain disampaikan tentang arah kebijakan perpajakan atas e-commerce di Indonesia yang berupaya mengakomodasi terciptanya level playing field yang sama bagi pelaku usaha e-commerce untuk mendukung efisiensi dan produktivitas, kemudahan administrasi dengan tetap mendukung ketahanan penerimaan negara yang berkelanjutan. 
Di dalam paparannya, Prof Jan JP de Goede mengulas tentang isu-isu dan konsep digital ekonomi secara menyeluruh, termasuk bentuk-bentuk aktivitas; permasalahan perpajakan dalam era ekonomi digital; serta penyesuaian regulasi pemajakan domestik dan internasional terhadap transaksi berbasis digital ekonomi. Dalam kuliah umum ini juga dibahas tentang outlook penelitian-penelitian yang dilakukan oleh IBFD tentang aspek pemajakan atas transaksi digital. 
 Penyelenggaraan kuliah umum ini merupakan bagian dari roadmap kajian dan penelitian yang dilakukan oleh Klaster Klaster Riset Politik Perpajakan, Ketahanan Nasional, dan Kesejahteraan Universitas Indonesia yang dibentuk pada tahun 2014. Klaster ini juga telah menyelenggarakan berbagai riset/ kajian dengan luaran sejumlah artikel ilmiah dan buku. sebagai kontribusi dalam pengembangan keilmuan dalam konsep/teori perpajakan. Kontibusi lain yang tidak kalah signifikan adalah penyusunan policy brief sebagai masukan bagi pemerintah dalam upaya (re)konstruksi kebijakan perpajakan yang lebih baik guna mewujudkan sistem perpajakan yang adil; mampu menjadi instrumen yang berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa dan negara serta memperkuat ketahanan nasional di segala bidang.