Tax Learning

Share :


Tata Cara Permohonan Pemindahbukuan

Yohannes Ajie
ortax.org, 27 Juli 2013

PBKPada saat melakukan kewajiban perpajakan, dimungkinkan melakukan kesalahan dalam penyetoran pajak dengan Surat Setoran Pajak (SSP). Untuk membetulkannya, dapat dilakukan dengan permohonan pemindahbukuan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 88/KMK.04/1991 tentang Tata Cara Pembayaran Pajak Melalui Pemindahbukuan dan KEP-965/PJ.9/1991 tentang Pelaksanaan Teknis Tata Cara Pembayaran Pajak Melalui Pemindahbukuan. 

Sebab-sebab yang mengakibatkan Wajib Pajak harus menyampaikan permohonan pemindahbukuan adalah antara lain karena:
  1. Adanya kelebihan pembayaran pajak atau telah dilakukan pembayaran pajak yang seharusnya tidak terutang berdasarkan Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran Pajak atau Surat Keputusan lainnya yang menyebabkan timbulnya kelebihan pembayaran pajak.
  2. Adanya pemberian bunga kepada Wajib Pajak akibat kelambatan pengembalian kelebihan pembayaran pajak .
  3. Diperolehnya kejelasan Surat Setoran Pajak (SSP) yang semula diadministrasikan dalam Bermacam-macam Penerimaan Pajak (BPP).
  4. Pemindahbukuan karena salah mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) baik menyangkut Wajib Pajak sendiri maupun Wajib Pajak lain.
  5. Pemecahan setoran pajak yang berasal dari Surat Setoran Pajak.
  6. Adanya pelimpahan Pajak Penghasilan Pasal 22 dalam rangka impor atas dasar inden sebelum berlakunya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 539/KMK.04/1990 tentang Pajak Penghasilan Pasal 22, Pajak Pertambahan Nilai, dan atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah untuk kegiatan usaha di bidang impor atas dasar inden.
Pemindahbukuan karena adanya kelebihan pembayaran pajak atau adanya pemberian bunga kepada Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dan Pasal 3 ayat (2) Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 88/KMK.04/1991 tanggal 24 Januari 1991, dilaksanakan oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak yang menerbitkan Surat Ketetapan Pajak tanpa permohonan dari Wajib Pajak yang bersangkutan, dan tanpa memerlukan persetujuan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak atau Direktur Jenderal Pajak.

Pemindahbukuan karena salah atau kurang jelas mengisi Surat Setoran Pajak atau untuk pemecahan setoran pajak atau untuk tujuan lain, dilaksanakan oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak yang berwenang melaksanakan Tata Usaha Surat Setoran Pajak, tanpa memerlukan persetujuan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak atau Direktur Jenderal Pajak, dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Mengajukan permohonan tertulis untuk dilakukan pemindahbukuan dari wajib pajak pemegang asli Surat Setoran Pajak (SSP) kepada kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dimana wajib pajak terdaftar;
  2. Dalam hal permohonan pemindahbukuan karena kesalahan mengisi nama dan NPWP pada SSP, harus dilampiri dengan surat pernyataan dari wajib pajak yang nama dan/atau Nomor Pokok Wajib Pajaknya (NPWP) tercantum dalam SSP, yang menyatakan bahwa SSP tersebut bukan miliknya dan Wajib Pajak tidak keberatan untuk memindahbukukan hal-hal yang tercantum dalam SSP yang bukan miliknya tersebut kepada Wajib Pajak yang mengajukan permohonan pemindahbukuan;
  3. Permohonan pemindahbukuan karena kesalahan dalam mengisi SSP yang dilakukan oleh Bendaharawan/ Pemungut Pajak dan atau dalam rangka pemecahan SSP, diajukan oleh Bendaharawan/Pemungut Pajak dimaksud;
  4. SSP yang dimohonkan untuk dipindahbukukan belum diperhitungkan dengan pajak yang terhutang dalam Surat Pemberitahuan Pajak (SPT), Surat Tagihan Pajak (STP), Surat Ketetapan Pajak (SKP), Surat Ketetapan Pajak Tambahan (SKPT), Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran Pajak (SKKPP), Surat Pemberitaan (SPb), atau dalam Pemberitahuan Impor untuk Dipakai (PIUD) dari Wajib Pajak pemohon atau Wajib Pajak yang karena kekeliruan tercantum dalam SSP tersebut.
Sebagai bukti telah dilakukan pemindahbukuan, Kepala Kantor Pelayanan Pajak akan menerbitkan Bukti Pemindahbukuan (Bukti Pbk).

Berikut contoh surat permohonan pemindahbukuan:

Kepada Yth,
Kepala Kantor KPP ………………… 
Di tempat,

Sehubungan dengan kesalahan dalam pembukuan surat setoran pajak yaitu kesalahan dalam pencantuman NPWP/kode jenis MAP/Kode Jenis Setoran, berdasarkan hal  tersebut diatas, kami mengajukan permohonan pemindahbukuan (Pbk) atas kekeliruan dalam pengisian Surat Setoran Pajak (SSP) dengan rincian sebagai berikut :

Tertulis sebelumnya

NPWP :
Nama Wajib Pajak :
Alamat Wajib Pajak :
Jenis Pajak :
Kode MAP :
Kode Jenis Setoran :
Masa / Tahun Pajak :
Jumlah :

Tertulis seharusnya

NPWP :
Nama Wajib Pajak :
Alamat Wajib Pajak :
Jenis Pajak :
Kode MAP :
Kode Jenis Setoran :
Masa / Tahun Pajak :
Jumlah :


Demikian permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.


……………………

show all Tax Learning

Others Tax Learning


Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak yang Seharusnya Tidak Terutang

Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak yang Seharusnya Tidak Terutang
ortax.org, 16 Oktober 2013

Seperti yang kita ketahui, Perpajakan di Indonesia salah satunya menerapkan sistem pemungutan dan pemotongan atas pajak yang terutang bagi pihak lain (Withholding Tax). Dalam menjalankan sistem Withholding Tax, Wajib Pajak diberikan kewajiban untuk memotong, menyetorkan dan melaporkan bukti pemotongan ...

Pengisian Surat Setoran Pajak (SSP) yang Efektif

Pengisian Surat Setoran Pajak (SSP) yang Efektif
ortax.org, 11 September 2013

Pembayaran pajak dilakukan dengan menggunakan dokumen atau formulir khusus yaitu Surat Setoran Pajak atau yang lebih akrab didengar dengan istilah SSP. Apa itu Surat Setoran Pajak? Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-38/PJ/2009 yang telah beberapa kali mengalami perubahan ...

Pajak atas Beasiswa

Pajak atas Beasiswa
ortax.org, 3 September 2013

Menempuh pendidikan merupakan salah satu jalan untuk mencapai cita-cita yang diinginkan oleh seseorang. Untuk pencapaian ini diperlukan dukungan yang kuat, salah satu yang krusial adalah biaya pendidikan. Terkait hal ini, beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta menyediakan program beasiswa, ...

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Kegiatan Membangun Sendiri

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Kegiatan Membangun Sendiri
ortax.org, 26 Agustus 2013

Apakah anda sedang berencana untuk membangun rumah? Bagi anda yang sedang merencanakan untuk membangun rumah tentunya banyak hal yang harus dicermati mulai dari design atau perancangan rumah, perencanaan biaya dan juga hal-hal lainnya. Mengenai biaya, selain dari biaya ...

Pajak atas Hadiah & Penghargaan

Pajak atas Hadiah & Penghargaan
ortax.org, 28 Juli 2013

Mungkin kita pernah menerima hadiah dari kejuaraan, kuis ataupun seringkali kita melihat iklan pengadaan undian di televisi, majalah dan media lain, dan terkadang disebutkan bahwa hadiah undian dipotong pajak, pajak ditanggung pemenang. Bagaimanakah pengenaan pajak atas hadiah undian ataupun ...

show all Tax Learning