Artikel

  • 5 Des 2012

Strategi Perencanaan Pajak Penghasilan (PPh) Badan Pada Akhir Tahun

Ruston Tambunan, Ak., M.Si., M.Int.Tax
Managing Partner CITASCO - Registered Tax Consultants

strategiPendahuluan

Tidak lama lagi tahun 2012 akan berakhir. Perusahaan (badan) yang menggunakan tahun buku yang sama dengan tahun kalender oleh ketentuan perpajakan wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Badan paling lambat tanggal 30 April 2013. Untuk itu perusahaan perlu melakukan estimasi jumlah PPh Badan Terutang untuk tahun pajak 2012, yaitu melakukan penghitungan pajak berdasarkan data pembukuan yang aktual sampai dengan 30 Nopember 2012 ditambah dengan proyeksi laba/rugi sampai dengan 31 Desember 2012. Dengan melakukan identifikasi koreksi fiskal positif dan negatif atas pos-pos laba/rugi yang tercantum proyeksi tersebut dan memperhitungkan kompensasi kerugian (jika ada), akan dapat diperoleh angka PPh Badan Terutang tahun pajak 2012. Kemudian setelah dikurangi dengan Kredit Pajak (PPh pasal 22, 23, 24, dan 25), maka akan dapat diketahui apakah perusahaan berada pada posisi Kurang Bayar atau Lebih Bayar atas PPh Badan.   

Perencanaan PPh Badan Akhir Tahun

Strategi perencanaan PPh Badan akhir tahun hanya relevan untuk perusahaan yang penghasilannya dikenakan dengan tarif umum, bukan yang terkena PPh Final seperti perusahaan real estate, perusahaan property dan perusahaan jasa konstruksi yang PPhnya dikenakan dari penghasilan bruto dengan tarif khusus.

Membuat estimasi jumlah PPh Badan Terutang serta mengetahui posisi Kurang/Lebih bayar adalah merupakan langkah pertama dalam perencanaan pajak akhir tahun. Semakin dekat dengan akhir tahun maka semakin akurat estimasi dapat dibuat. Namun disisi lain waktu untuk mengimplementasikan strategi perencanaan pajak akhir tahun akan semakin sempit. Oleh karena itu idealnya perencanaan pajak akhir tahun dilakukan setidaknya sejak 3 (tiga) bulan sebelum tutup buku akhir Desember. Hasil estimasi akan menentukan strategi berikutnya.

Dalam hal estimasi berdasarkan proyeksi menunjukkan posisi PPh Badan Kurang Bayar dalam jumlah cukup besar dan dipandang akan menguras kas perusahaan, maka perusahaan dapat melakukan langkah-langkah antara lain sebagai berikut:

1.    Menunda transaksi yang akan menghasilkan laba ke tahun 2013

Penundaan transaksi perusahaan yang akan menghasilkan laba di bulan Desember 2012 ke tahun 2013 dimaksudkan untuk mencegah pertambahan jumlah penghasilan kena pajak tahun 2012 yang dengan sendirinya akan menambah jumlah PPh Badan Terutang.

Contoh:
  • menunda realisasi penjualan aktiva tetap yang menghasilkan laba ke awal tahun 2013 dimana sebelumnya di rencanakan akan dilakukan di bulan Desember 2012
  • menunda realisasi penerimaan Piutang atau pembayaran Hutang yang menimbulkan keuntungan selisih kurs di bulan Desember 2012 ke awal tahun 2013.

Secara konvensional, penggeseran laba perusahaan ke tahun 2013 juga dapat dilakukan dengan melakukan penundaan atau pergeseran pengakuan penjualan akhir tahun 2012 ke awal 2013. Namun ini cocok dilakukan apabila ketentuan perpajakan memperkenankan perusahaan menganut stelsel kas murni (pure cash basis), sehingga perusahaan dapat menunda pengakuan penjualan hingga pada saat menerima pembayaran dari pelanggan pada awal tahun 2013 meskipun penyerahan barang/jasa dilakukan di bulan Desember 2012. Sayangnya, ketentuan perpajakan Indonesia menganut stelsel kas campuran (modified cash basis), di mana penjualan dalam suatu periode harus meliputi seluruh penjualan, baik yang tunai maupun yang bukan, sehingga langkah ini tidak dapat dilakukan.

2.    Mempercepat pengakuan biaya/rugi pada akhir tahun 2012

Dengan melakukan percepatan pengakuan biaya/rugi pada akhir tahun 2012, maka penghasilan kena pajak akan berkurang dan dengan sendirinya akan mengurangi jumlah PPh Badan Terutang.

Contoh:
  • Menjual aktiva tetap perusahaan yang tidak produktif dan nilai bukunya jauh diatas harga pasar pada bulan Desember 2012 sehingga menimbulkan kerugian yang segera dapat diakui
  • Mempercepat biaya iklan dan promosi pada bulan Desember 2012 yang sedianya merupakan budget awal tahun 2013
  • Membayar bonus tahun 2012 kepada Direksi dan karyawan pada bulan Desember 2012  yang sedianya dibayarkan pada tahun 2013
  • Mempercepat realisasi pelunasan Hutang dalam valuta asing yang menimbulkan kerugian selisih kurs pada bulan Desember 2012
  • Mempercepat realisasi atas rencana pembelian aktiva tetap baru di bulan Desember 2012 yang sedianya dilakukan pada awal 2013. Dalam hal ini, perusahaan dapat mengakui biaya penyusutan untuk bulan Desember 2012 meskipun aktiva tetap tersebut baru digunakan mulai Januari 2013.
  • Merealisasi program training karyawan (local & overseas training) pada bulan Desember 2012 yang sedianya dilaksanakan pada awal 2013.
  • Melakukan repair and maintenance aktiva tetap produktif perusahaan di bulan Desember 2012 yang sedianya akan dilakukan pada awal tahun 2013

Langkah-langkah yang dikemukakan di atas hanya merupakan beberapa contoh yang tentu saja perlu disesuaikan dengan kegiatan masing-masing perusahaan.

Selanjutnya dalam hal estimasi menunjukkan PPh Badan Lebih Bayar, dan dengan alasan tertentu perusahaan bermaksud menghindari pemeriksaan, maka strateginya adalah kebalikan dari langkah-langkah di atas. Sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia, PPh Badan Lebih Bayar akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum diberikan pengembalian kelebihan tersebut ke perusahaan. Dari perspektif perusahaan sebagai Wajib Pajak, kecuali dalam keadaan terpaksa, perusahaan pada umumnya menghindari PPh Badan Lebih Bayar yang akan mengundang pemeriksaan yang cukup menyita waktu, tenaga dan biaya.

Perencanaan PPh Badan akhir tahun yang menghasilkan pajak terutang lebih kecil di tahun 2012 juga menguntungkan dari sisi time value of money karena terdapat penundaan pembayaran pajak secara riil.
  • 5 Des 2012

Disclaimer :

Isi dan Tanggapan pada Artikel ini diluar tanggung jawab Ortax.
Ortax tidak bertanggung jawab secara langsung maupun tidak langsung, atas segala kesalahan yang dapat terjadi yang dapat menyebabkan kerugian materi maupun non materi, akibat tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data dan informasi yang disajikan.


Tanggapan


yudi74
 3 Agust 2013
terima kasih P. Ruston.
sedikit masukan dari saya. untuk contoh-contoh di atas bisa lebih diperincikan. artinya bahwa pengeluaran di atas apakah perlu dilakukan cash out flownya juga atau tidak. jika seluruhnya dilakukan cash out flow, perusahaan akan kedodoran dalam penyediaan dana. seperti kita ketahui, pada umumnya pengeluaran perusahaan (cash out flow) akhir tahun cenderung meningkat, meskipun tanpa tax plan tersebut.
demikian saran dari saya.
aaarieb
 12 Jul 2013
wahh membantu sekaliii :)
DewiPurwati4
 3 Jul 2013
nice,, artikel yang bagus dan bermanfaat...
iroy_7
 2 Jul 2013
wah perlu dibahas lg niy di aemester akhir 2013
jayadi5758
 1 Jul 2013
menambah pengetahuan saya terima kasih
sonida
 30 Jun 2013
good. artikel yang bagus.
waluyo_sejati
 26 Jun 2013
Terima kasih....menambah wawasan...
nurwanto
 25 Jun 2013
thx
Hera12
 7 Jun 2013
thx
menrizal
 23 Mei 2013
Pak Tambunan yang baik, setelah membaca artikel tersebut, kadang kala saya bertanya-tanya, hal apa yang menyebabkan orang berpendapat "untuk laporan pajak lebih baik kurang bayar dari pada lebih bayar", walaupun dalam kenyataan memang lebih bayar.
Poker777
 17 Mei 2013
Horas Pak Tambunan. Mantapp artikelnya. Ada yg saya tanya. Apakah termasuk mensiasati Lebih Bayar (LB) Pajak dan diperbolehkan yaitu sebagian tidak melampirkannya Bukti Potong PPh 23 walaupun pihak pemungut sdh membayarkan ke kas negara.
pandaa2
 16 Mei 2013
terima kasih atas pencerahannya pak..
sangat menambah wawasan..
balanstina
 11 Mei 2013
terima kasih pak atas artikelnya,nambah informasi untuk bahan skripsi saya...
ichsan5
 10 Mei 2013
terima kasih atas wacananya, memberi wawasan terhadap tax planning
eko091175
 10 Mei 2013
Sangat bagus sekali Artikelnya Pak. Segala sesuatu yang diawali dengan perencanaan yang sangat matang dan didukungan dengan strategi yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang Lebih Baik.
dudipria1125
 7 Mei 2013
Terimakasih, menambah wawasan...
Dimas23
 4 Mei 2013
Terima Kasih Pak
sedanayasa
 3 Mei 2013
terima kasih pak
delon
 2 Mei 2013
KApan topik baru lagi pak?
tnz
 1 Mei 2013
Lanjutkan
kembang
 23 Apr 2013
sangat membantu pak
terimakasih sekali.
Dimas23
 20 Apr 2013
Terima Kasih Informasinya Pak.
Sangat membantu.
Semoga Bisa d Terapkan.
diyand99
 15 Apr 2013
Terima kasih bagi2 ilmunya pak...TOP, mungkin contohnya bisa diperluas lagi?
lghanif
 15 Apr 2013
Bisa diterapkan,,,
Terimakasih
tanugroho471
 13 Apr 2013
Mantapp banget pak,.. lanjutkan...
delon
 9 Apr 2013
Terima kasih Pak
P. SILITONGA
 6 Apr 2013
mantap...
legal tax planning, Ditjen Pajak tdk suka ini
thanks pak
limjoyo
 3 Apr 2013
Terima kasih pencerahannya Pak. Kalau boleh ditambahkan bagaimana perencanaan pajak yang dimungkinkan bagi perusahaan yang setiap tahun mengalami LB (walaupun tidak Rugi) karena besarnya Kredit Pajak dari PPh 22 impor dan PPh 23 yang dipotong oleh pihak lain.
Salam.
NYLLApratiwiI1987
 1 Apr 2013
terima kasih
upit
 27 Mar 2013
terima kasih info nya pak
DIKY
 26 Mar 2013
Terima kasih atas informasinya
parimana
 21 Mar 2013
Terima kasih atas infonya pak. Sungguh bermanfaat bagi saya..
malena
 18 Mar 2013
Terima kasih infonya sanagt membantu dan menambah pengetahuan.
priadiar4
 15 Mar 2013
nais info
joei
 9 Mar 2013
Terima Kasih info'nya
tax2010
 8 Mar 2013
Masukan yang bermanfaat,
Hanya perlu di-ingat bahwa penghasilan dan biaya diatur oleh PSAK, be-carefull dalam meng-implementasikannya, jangan sampai berniat tax planning malah mendapatkan masalah.
Terkait Lebih Bayar, saya termasuk yang berpendapat jika memang LB kenapa harus takut untuk diperiksa (PeDe aja selema kita sudah menjalankan segala sesuatunya sesuai peraturan yang berlaku)
ariflutchu
 4 Mar 2013
terima kasih info nya. sangat membantu.
nightiangel
 4 Mar 2013
terima kasih infonya ...sangat membantu sebagai bahan pertimbangan
nanomon1
 4 Mar 2013
Terima kasi infonya ... sangat membantu dan bermanfaat bagi semuanya..
septaria
 28 Feb 2013
Terima kasih atas sharing ilmunya pak ruston, ilmu yang diajarkan bapak saat di kampus dan artikel sangat membantu saya.
ndachan
 25 Feb 2013
terima kasih atas ilmunya pak :)
saat bermanfaat sekali untuk kami yg sedang menyusun PPh badan
:)
aniis
 21 Feb 2013
Bermanfaat sebagai bahan pertimbangan....
emyas
 20 Feb 2013
Bravo buat Mr. Ruston. Lebih brmanfaat pabila dilengkapi dengan aplikasi teknis sample disertai effek dari tax planning.
agussetio
 19 Feb 2013
Mohon info lebih jelasnya aspek grey areanya pak ruston untuk penggeseran laba dan biaya jika itu dilakukan untuk tax avoid yang lebih besar.

Wasalam
radluxmr
 18 Feb 2013
artikel bagus, hanya saja semua kebijakan akan berdampak pada kelangsungan dan strategi induk perusahaan, termasuk kebijakan menggeser pos, memperbesar biaya diakhir tahun, mensiasati penurunan omset di akhir tahun,... capek juga menurut saya.
Ada kalanya perlu kita beri beban kepada petugas pajak, AR dan Pemeriksa Pajak, karena tugas mereka membantu konsultasi dalam urusan pajak.. mintalah bantuan mereka dengan maksud yang benar, bukan tax planning (negative maksud saya), saya pikir semua akan berjalan baik. Perusahaan tetap pada track main planning, dan negara tentu tidak rugi, pemeriksaan pajak pun bukan jadi momok sekarang sepanjang tidak bermaksud tax avoidance
ismedpadang
 15 Feb 2013
sungguh bermanfaat
SHAFIRA
 15 Feb 2013
opini yang menarik dan dapat menambah wawasan bagi anggota baru spt sy
Ran3
 13 Feb 2013
oyiiii pak,, semoga berguna dan bermanfaat ;)
kasyudi
 12 Feb 2013
Artikel yang menarik serta menambah wawasan bagi Tax mania yang mgkin saat ini sedang direpotkan dngn Penyampaian SPT Tahunan ......dan selamat berkutant dengan pembukuan akhir tahun buat temen-temen
philo
 8 Feb 2013
good article.... thanks..
barron
 7 Feb 2013
Mauliate Lae, sangat membantu penyusunan SPT Badan. supaya ga mengundang lalat kerumah hhehehe...
Adry22Tax
 5 Feb 2013
Sangat membantu artikelnya untuk menambah pengetahuan tentang perencanaan pajak.
aink15
 4 Feb 2013
OK BANGGET
aink15
 4 Feb 2013
MANTEP BAHASANNYA
hoshikeu
 3 Feb 2013
semoga strategi perencanan tsb dapat berjalan sesuai dengan yg diharapkan,,,
theyeka
 1 Feb 2013
good write. Menambah wawasan. thks
DjodiSetiawan
 1 Feb 2013
makasih ilmu dan pencerahannya pak..ini juga membuka pikiran saya untuk tax planning..
NIKSON13
 1 Feb 2013
Ok pak, sangat bermanfaat buat kita untuk lebih mempersiapkan Tax Planning
nunuirma
 29 Jan 2013
mantab,, sudah dilaksanakan,,,,
lucifer07
 29 Jan 2013
Terimakasih atas wawasannya pak
audietumbol
 28 Jan 2013
terima kasih pak atas saran & stateginya. Stategi ini untuk akhir tahun, bagaimana dengan stategi diawal tahun?
Misbahur
 23 Jan 2013
Terimakasih Pak, Will Done.
justinus nababan
 23 Jan 2013
Mauliate Lae, sangat membantu dan menambah wawasan dalam Bidang Perpajakan.

Salam
icukgreg
 22 Jan 2013
sangat bagus ide yang dijabarkan semoga bermanfaat untuk kami yang membutuhkan informasi untuk hal tersebut..terima kasih
seldimarbun
 22 Jan 2013
terima kasih untuk artikelnya, sangat membantu..
abuzahid
 21 Jan 2013
siiipppo pak
deny0902
 19 Jan 2013
Sangat bermanfaat..terima kasih
catty
 16 Jan 2013
Thanks atas wejangannya.
NIKSON13
 9 Jan 2013
Sangat bermanfaat terutama bagaimana kita lebih mempersiapkan Hak & Kewajiban pajak secara optimal
NIKSON13
 8 Jan 2013
Sangat bermanfaat terutama sebagai orang baru dibidang perpajakan
edoananta
 7 Jan 2013
terimakasih pak atas sharing nya
ardhiperdana
 4 Jan 2013
terimakasih pak atas knowledge sharingnya
sitirahmawati
 30 Des 2012
terimakasih pak atas ilmunya sekarang saya agak sedikit mengerti mengenai tax planning ini,,,
priyayi
 28 Des 2012
suatu artikel yang menginspirasi terutama untuk newbie seperti saya ini, saya tunggu artikel yang lebih berbobot lainnya pak... thx
fitry
 28 Des 2012
Terima kasih Pak atas sharing-nya,,,
bangjay
 28 Des 2012
Terima kasih pak.. atas ilmunya. semoga bermanfaat..
chilmi
 23 Des 2012
mencoba membuka koridor cara berpikir saya tentang apa itu "tax Palnning" yang merupakan salah satu mata kuliah di semester berikutnya

Syukron Om..... ^_^
clenk123
 21 Des 2012
ma kasih pak atas tips nya
RIRIZAELANI
 20 Des 2012
terima kasih pa
sangat membantu saya
vhandie23
 20 Des 2012
thank's for tips
gandhy1985
 19 Des 2012
thanks for your tips pak..jadi inget waktu diajar pajak zaman kuliah dulu hehe
bbudiman
 19 Des 2012
terima kasih pak untuk sharing-nya
frizon
 19 Des 2012
thanks for your tips, sir.
Wishing all your writing becomes knowledge implemented
zubeidah
 18 Des 2012
Makasih pak untuk ilmunya, di tunggu artikel berikutnya :)
ahlinya
 14 Des 2012
Bukankah telat jika kita menggunakan strategi diakhir tahun ini ya pak ?
eliyas
 13 Des 2012
Thanks buat ilmunya pak...
ombetz
 13 Des 2012
Terima kasih pak,,, jd tambah wawasan.
asmy
 11 Des 2012
Strategi yang MANTAPsss ... Thx a lot pak :)
ayin
 11 Des 2012
terimakasih pak.....banyak menambah wawasan pajak...semoga semakin banyak artikel pajak yang lain.
ophie
 8 Des 2012
terima kasih, Pak.
heni18
 6 Des 2012
terimakasih atas wawasan nya pak :)
back to top