Artikel

Share :



Tax Management vs Tax Planning

Aditya T. Handoko Bwoga
Prime Consulting, 20 Agustus 2007

taxmanagementPerpajakan seperti hal juga ilmu pengetahuan yang lain memiliki perkembangan yang sangat pesat. Banyak perkembangan itu yang nantinya akan memunculkan beberapa spesialiasi. Berikut penulis akan membawa pembaca kepada spesialisasi atas bidang ilmu perpajakan yang dimaksud. Topik yang akan dibahas disini adalah mengenai Tax Planning dan Tax Management.

Banyak pendapat yang menyatakan bahwa tax planning akan membawa lebih banyak keuntungan daripada memfokuskan diri pada spesialisasi pajak yang lain, e.g., tax management. Tetapi apakah demikian. Dengan tax planning yang unggul kita akan mendapatkan tax savings jutaan dollar, keuntungan akan jutaan dollar ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam expenditure yang lain yang akan meningkatkan produktivitas perusahaan. Pendapat lain menyatakan bahwa Tax Management lebih penting karena dengan melakukan suatu management yang terkontrol atas tata laksana kewajiban perpajakan maka akan menghindarkan risiko ketidakpatuhan perpajakan dan dengan demikian akan meminimalisasi risiko hutang pajak yang tidak terduga.

Dalam setiap ilmu, semua spesialisasi adalah penting, dan masing – masing mempunyai keunggulan sendiri-sendiri. Untuk lebih jelasnya berikut perbedaan masing – masing.

 

Tax Planning

  • Merupakan suatu perencanaan pajak sehingga dapat mencapai suatu penghematan pajak (tax savings) dengan mencari ide-ide baru dan memanfaatkan celah hukum perpajakan.
  • Ditujukan pada suatu transaksi yang spesifik serta tidak bersifat rutin.
  • Bertujuan untuk melakukan penghematan pajak atau juga penghindaran pajak yang diperbolehkan oleh undang-undang (tax avoidance)
  • Contoh suatu Tax Planning :
    Sebuah perusahaan yang menderita kerugian fiskal yang sangat material hingga beberapa tahun. Seperti kita ketahui rugi fiskal yang dapat dikompensasi adalah kerugian fiskal yang masih dalam jangka waktu lima tahun, selebihnya tentu akan expired atau daluwarsa. Bagaimana cara memanfaatkan kerugian fiskal tersebut sehingga batas expiry yang ada dapat dihindari. Untuk hal seperti inilah tax planning dilakukan. Dengan memanfaatkan kerugian fiskal yang ada maka terdapat penghematan pajak.
  • Beberapa teknik – teknik dalam tax planning
    • Mempelajari nature of business dari compay tersebut serta spesific dari transaksi yang terjadi sehingga dapat dengan jelas diperoleh ”completed picture” yang terjadi
    • Mempelajari peraturan perpajakan yang terkait dengan kasus tersebut, jika bersangkutan dengan negara lain, maka perlu dipelajari aspek perpajakan internasional-nya, dengan melihat tax treaty serta peraturan perpajakan yang berlaku di negara tersebut
    • Membuat alternatif – alternatif transaksi yang mungkin dapat diaplikasikan
    • Melihat adanya risiko perpajakan mungkin akan muncul dengan dilakukannya planning tersebut
    • Jika masih risiko tersebut masih masuk dalam ”Grey Area” ada baiknya melakukan pertanyaan serta menulis surat ke Direktorat Jendral Pajak
    • Mempelajari tax planning yang sudah pernah dilakukan dari artikel – artikel lain.

Tax Management

  • Merupakan pelaksanaan dari peran pengaturan dan pengawasan dalam bidang perpajakan (organization and controlling)
  • Pelaksanaannya bersifat rutin/regular, karena bersangkutan dengan transaksi yang berulang kali terjadi.
  • Bertujuan untuk meminimalisasi tax exposure/risiko hutang pajak yang mungkin akan timbul dalam suatu transaksi yang rutin tersebut.
  • Contoh Tax Management :
    Suatu perusahaan melakukan penjualan dengan orientasi ekspor. Sedangkan bahan baku banyak dibeli di dalam negeri. Dengan demikian maka PPN masukan yang diperoleh lebih besar daripada PPN keluaran, akibatnya harus dilakukan restitusi, mungkin tiap tahun atau tiap bulan harus dilakukan proses tersebut. Divisi perpajakan harus melakukan suatu proses tax management berupa memanage restitusi pajak yang berjalan. Misalnya : memantain suatu rekonsiliasi pajak antara Penjualan menurut PPh badan dan menurut SPM PPN, merapikan faktur pajak masukan, serta bank account ataupun voucher pembayaran yang diperlukan. Kita bisa bayangkan jika hal ini tidak termanage dengan baik, restitusi akan membawa denda dan hutang pajak yang materiil tentunya.
  • Beberapa Teknik dari Tax Management:
    1. Membuat rekonsiliasi data akuntansi dan pajak seperti : Beban pegawai vs Nilai penghasilan bruto di SPT PPh psl 21 ,Sales revenue (as per book/PL) vs Peredaran dari SPM PPN
    2. Mengontrol dokumentasi untuk mendukung transaksi yang terjadi; Surat Perintah Kerja (Kontrak), Perjanjian Jual Beli, Akte Notaris.
    3. Sistem administrasi keuangan untuk memastikan perhitungan pajak yang tepat dan pembayaran yang tepat waktu.
    4. Sistem arsip laporan dan korespondensi pajak yang teratur serta terkontrol.
    5. Management atas proses tax audit.

    Kedua macam jenis tax spesialisasi tersebut ternyata mempunyai manfaat dan work type yang berbeda. Ada baiknya perusahaan memiliki keduanya sehingga dapat tercipta suatu tax compliance yang efektif dan dapat menghemat expenditure yang ada. Silahkan mempelajari-nya lebih jauh dari artikel serta dari buku – buku yang ada. Semoga tulisan ini bermanfaat dalam menambah pengetahuan anda.

show all Artikel
Disclaimer :
Isi dan Tanggapan pada Artikel ini diluar tanggung jawab Ortax.
Ortax tidak bertanggung jawab secara langsung maupun tidak langsung, atas segala kesalahan yang dapat terjadi yang dapat menyebabkan kerugian materi maupun non materi, akibat tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data dan informasi yang disajikan.


Tanggapan

miersana
Newbie

17 April 2009


Terima kasih atas infonya,saya jadi tertarik mempelajari tax planing.cus saya cuma belajar tax managementnya aja.ada yang tahu gak buku-buku yang berkaitan dengan tax planing..kalau tahu email y ke miersanasetyaputri@yahoo.com.

begawan5060
Genuine

11 Maret 2009


Tax planning dan tax management jelas sangat diperlukan. Dan menurut saya sesorang yang menguasai masalah perpajakan belum tentu seorang "tax planner"

krif
Newbie

11 Februari 2009


nice article..
tax planing merupakan bagian dari tax managment dalam rangka mengurangi beban pajak secara aggressive tax defensive tax planning..

tata
Newbie

24 Nopember 2008


thanks ya. saya jadi dapat sedikit gambaran tentang tax planning dan tax mangement

surjono
Senior

15 Nopember 2008


mengajarkan tax planning itu nga mungkin rasanya dilakukan oleh seorang ahlinya dengan gratis hehe.. tapi terima kasih atas informasinya, sangat membantu

ihsan
Newbie

6 Nopember 2008


menurut saya tax planning sifatnya jangka panjang dan orientasinya pada masa datang (sifat dari planning itu sendiri), sementara tax manajemen merupakan implementasi dari produk tax planning, jadinya sifatnya rutin-pengelolaan. Kalau bisa dibahasan dalam Penataan Pajak itu ada unsur Planning, unsur Implementasi-Manajemen, dan unsur Monitoring, maaf saya coba meminjam-menganalogkan dengan bahasa Penataan Ruang

reizagerrard
Junior

4 Nopember 2008


nice topic..nice writing too

Koostadi S
Genuine

12 September 2008


Menurut saya Kalau Tax Management besifat lebih permanen.....dipakai dalam kurun tertentu, sedangkan Tax Planing lebih bersifat kasuistis, tergantung situasi dan kondisi.
Btw, terimasih atas pencerahannyayg telah menambah wawasan saya

mavtree
Newbie

22 Juli 2008


Terima kasih atas penjelasannya, sangat membantu dalam praktek

dahrul
Newbie

5 Juli 2008


Mohon bantuan Bpk Aditya/Moderator/anggota ORTAX untuk memberikan contoh penyusunan tax planning, untuk bahan pelajaran bagi kami karena kami masih awam dalam perpajakan.

Terima kasih atas bantuannya.

wiguna
Senior

21 Mei 2008


menurut pendapat saya Tax Planning dan Tax Management sebenarnya hampir sama namun ruang lingkupnya berbeda. Tax Planning ruang lingkupnya lebih kecil dimana merupakan bagian dari tax management. sedangkan tax management ruang lingkupnya adalah lebih luas dari tax planning dan mempunyai tujuan jangka panjang.

Others Artikel


Desain Kelembagaan Administrasi Perpajakan: Perlukah Ditjen Pajak Terpisah dari Kementerian Keuangan?
Darussalam, B. Bawono Kristiaji dan Hiyashinta Klise, 7 Oktober 2013

Desain Kelembagaan Administrasi Perpajakan: Perlukah Ditjen Pajak Terpisah dari Kementerian Keuangan?

Desain Kelembagaan Administrasi Perpajakan: Perlukah Ditjen Pajak Terpisah dari Kementerian Keuangan? Darussalam, B. Bawono Kristiaji dan Hiyashinta Klise [1] “… Efficiency of a tax system is not determined only by appropriate legal ...

Ditanggapi Sebanyak : 20 Kali

Insentif Pajak Penghasilan atas Biaya Penelitian dan Pengembangan: Studi Perbandingan
Darussalam, SE, Ak, MSi, LLM Int.Tax, 3 September 2013

Insentif Pajak Penghasilan atas Biaya Penelitian dan Pengembangan: Studi Perbandingan

Insentif Pajak Penghasilan atas Biaya Penelitian dan Pengembangan: Studi Perbandingan Darussalam [1] 1. Latar ...

Ditanggapi Sebanyak : 15 Kali

Metode Pemotongan PPh Pasal 21 Mixed sebagai alternatif berbagi beban
Hendy Setiawan, 28 Juli 2013

Metode Pemotongan PPh Pasal 21 Mixed sebagai alternatif berbagi beban

Pendahuluan Menghitung PPh Pasal 21 pegawai tetap (karyawan) bukanlah pekerjaan sederhana mengingat sifatnya yang subjektif dan variatif. Subjektif melibatkan kondisi dari karyawan terkait dengan berbagai status yang melekat kepadanya, antara lain : Status Kepegawaian ...

Ditanggapi Sebanyak : 39 Kali

show all Artikel