Forum ORTax

Quick Login :

Pilih Kategori Lainnya :
 

Klik New Topic untuk topik baru, Klik Post Reply untuk membalas.

Help

Akuntansi Pajak
Berisi semua hal yang berkaitan dengan Akuntansi Pajak dan permasalahannya
Topik = 1653 , Bahasan = 12789

Pencetus Pendapat
vmanorangkeren

Senior


Location : Dki Jakarta.
Joined : 25 Aug 2008.
Posts : 445.
02 Mar 2010 16:29

mendingan jangan deh.. single aja.. double entar AIDS lho.. (hehehe.. ngelantur.. tapi intinya sih jangan pake double bookeeping)..

laporin aja konsultannya.. konsultan nakalan itu.. (esmoni ane.. masih ada aja konsultan kaya gitu)

phoska

Groupie


Location : Semarang.
Joined : 18 Nov 2008.
Posts : 259.
02 Mar 2010 22:34

Originaly posted by michnur:
o nanya donk... perusahaan temanku bekerja sekarang menggunakan singgle bookkeeping... nah kedepannya mereka mau ubah jadi double bookkeeping.

temen ku jadi bingung neh... kok ada yang mau jadi double bookkeeping dijaman ini dimana seharusnya kita d transparan ma pajak.


1. Single bookeeping, mungkin maksudnya adalah model pembukuan tanpa menggunakan jurnal dan buku besar. Dalam pembukuan model Tata Buku (Sistim Kontinental), dikenal adanya Tata Buku Tunggal dan Tata Buku Berpasangan.

Tata Buku Tunggal (Single Bookeeping) hanya menggunakan Buku Kas, Buku Bank, Buku Pembelian, Buku Penjualan, Buku Ongkos dan Buku Memorial dan buku buku tersebut dibuat dalam model tabelaris. Selain itu ada Buku Pembantu, yaitu Buku Daftar Utang, Piutang dan Persediaan. Tidak ada jurnal, buku besar dan neraca saldo. Pada akhir tutup buku, dibuatlah Neraca dan Laporan Laba Rugi. Bagaimana caranya ? Silahkan mempelajari buku buku berjudul Tata Buku karangan Amanuli atau Effendi Harahap, Buku buku tersebut sangat dikenal pada era sebelum tahun 1985. Rekan dapat mencarinya di perpustakaan.

Tata Buku Berpasangan (Double Bookeeping) adalah pembukuan seperti yang dikenal saat ini, kalau pada era sebelum tahun 1985, selain model akuntansi (sistim anglo saxon) dikenal pula model tata buku (sistim kontinental).

Pembukuan sistim kontinental pada jaman sebelum tahun 1985 diujikan dalam ujian yang dikenal dengan Ujian Tata Buku Bond A dan Bond B. SIstim Tata Buku Tunggal (Single Bookeeping) masuki sylabus ujian Bond A.

Demikian sekilas info, semoga bermanfaat.

mrpoer

Newbie


Location : Jakarta.
Joined : 20 Dec 2009.
Posts : 63.
02 Mar 2010 23:12

Originaly posted by phoska:
Single bookeeping, mungkin maksudnya adalah model pembukuan tanpa menggunakan jurnal dan buku besar. Dalam pembukuan model Tata Buku (Sistim Kontinental), dikenal adanya Tata Buku Tunggal dan Tata Buku Berpasangan.


Salam rekan phoska.

Boleh nh referensinya, kalo untuk P dagang ( importir ), buku yang mudah dpljari dan mencakup prosedur tata buku yg saat ini berlaku apa ya.
Trims.

phoska

Groupie


Location : Semarang.
Joined : 18 Nov 2008.
Posts : 259.
03 Mar 2010 21:49

Originaly posted by mrpoer:
Boleh nh referensinya, kalo untuk P dagang ( importir ), buku yang mudah dpljari dan mencakup prosedur tata buku yg saat ini berlaku apa ya.


1. Pembukuan model Tata Buku (Sistim Kontinental), saat ini buku-bukunya sudah tidak terbit lagi. Saat ini buku buku yang terbit adalah model Anglo Saxon, yang disebut akuntansi, dan model Anglo Saxon hanya mengajarkan model Doubel Bookeeping (berpasangan, model jurnal debit kredit), tidak mengenal adanya Tata Buku Tunggal (Single Bookeeping).

2. Untuk pembukuan perusahaan dagang, khususnya jenis usaha importir, rekan mrpoer dapat mempelajari melalui Buku Akuntansi (Tingkat Dasar/Elementary), karena materi pengantar akuntansi perusahaan dagang dibahas di buku buku akuntansi tingkat dasar/elementary.

3. Untuk jenis usaha importir, perlu pemahaman tentang jenis pajak pajak berikut : PPh Impor/PPh Pasal 22, PPN Import, PPn BM, Bea Masuk, PPN Keluaran dengan FP Standar/Sederhana, Mekanisme Restitusi jika terjadi Lebih Bayar PPh Pasal 22.

Demikian sekilas info, semoga bermanfaat.

DENNY001

Newbie


Location : Jakarta.
Joined : 07 Jan 2010.
Posts : 17.
03 Mar 2010 22:07

1. Single Book Keeping : Dimana perusahaan menyediakan 1 Laporan keuangan yang diperuntukan kepentingan perusahaan dan kepentingan pajak.

2. Double Book Keeping : Dimana perusahaan menyediakan 2 Laporan Keuangan yang berbeda, yang mana terdiri :
Laporan Keuangan 1 = Diperuntukan kepentingan perusahaan
Laporan Keuangan 2 = Diperuntukan kepentingan Pajak.
Yang mana Laporan keuangan 2 sudah pasti nilai pajak nya lebih rendah daripada Laporan keuangan 1.

Double Book Keeping masih diterapkan oleh sebagian kecil perusahaan-perusahaan di Indonesia. Karena perusahaan-perusahaan tersebut masih berpedoman : "Walaupun kita sudah jujur terhadap pajak negara, kedepannya masih tetap saja harus bayar lebih"
Oleh karena ituh perusahaan-perusahaan tersebut mencoba untuk menyisihkan di awal pajak yang harus mereka bayar, untuk diberikan kepada negara dikemudian hari.

Tetapi masih lebih banyak perusahaan-perusahaan yang jujur di Indonesia, yang mana menerapkan Single Book Keeping.

Kelebihan Double Book Keeping :
1. Nilai Pembayaran yang harus disetor ke negara lebih rendah.
2. Setidaknya dapat menunda pembayaran pajak yang seharusnya di bayarkan, walaupun pada akhirnya ada kemungkinan untuk dibayarkan ke negara kembali. Tetapi tetap terdapat kemungkinan untuk tidak membayar pajak yang digelapkan tersebut.

Kekurangan Double Book Keeping :
1. Harus menyediakan Sumber Tenaga Kerja yang lebih untuk dapat menyusun Laporan Keuangan yang berbeda.
2. Harus menyediakan Sarana lebih. Contoh : Komputer, tempat, blanko voucher, blanko invoice, dsb.

Apa yang telah saya beritahukan di atas merupakan sebagian kecil dari pengalaman saya yang pernah melakukan Double Book Keeping untuk suatu perusahaan di Indonesia.

Demikan dari saya. Terima kasih.

kintax

Newbie


Location : Bandung.
Joined : 02 Mar 2010.
Posts : 10.
04 Mar 2010 10:30

Kalo rekonsiliasi fiskal itu bolehkan antara laporan "single book"komersial terhadap laporan berdasarkan peraturan perpajakan...salam itu bukan double book tapi rekonsiliasi karena ada beda waktu ajah.... dan legal...
akantetapi kalo dilakukan terpisah dan digunakan untuk penggelapan dengan manipulasi data, wah itu ilegal dan hukumannya pidana...
Salam

ceceptaxman

Newbie


Location : Bandung.
Joined : 18 Feb 2010.
Posts : 6.
04 Mar 2010 16:27

memang sekarang tuh zaman susah pikir aja perusahaan harus membayar tiap bulan biaya yg harus di bayar ..blm lagi pajak pembyrn piutang yg macet sedangkan pajak ngga mau tau harus tetap bayar nah untuk menyiasatinya ya doble book lagh paling keren..caranya ya bikin 2 bank lah tapi ini lbh disarankan dari pertama perusahaan mendirikan perusahaan satu untuk bank internal dan satu untuk pajak tidak boleh ada rtgs satu sama lain untuk bank pajak lebh dsrnkan tarik tunai saja untuk membuat kas karen bank tidak bisa dimainkan sedangkan kasa paling aman untuk dimainkan semoga bermanfaat

ariefnugroho0806

Newbie


Location : Balikpapan.
Joined : 10 Mar 2010.
Posts : 4.
12 Mar 2010 07:42

Ikut saran....double bookkeeping (sehingga laporan pajak (SPT) tidak sesuai dgn yg sebenarnya) adalah salah satu tindak pidana di bidang perpajakan, sesuai UU 6/1983 sttd 16/2009 (UU KUP) Pasal 39.....urusannya nanti dengan penyidik pajak, yg kemudian berkas akan dilimpahkan ke jaksa penuntut umum untuk dituntut di pengadilan. Kalo ga mau dipenjara, bisa dgn bayar pokok pajak ditambah denda dengan 4 kali lipatnya...Coba tunjukkan Pasal 39 UU KUP kepada yg menyuruh melalukannya, karena dia yg akan jadi calon tersangka...kita yg disuruh paling jadi saksi......sekali lagi, jangan sampai kita lakukan...salam

sunarti

Newbie


Location : Jakarta.
Joined : 13 Nov 2009.
Posts : 57.
03 Apr 2010 08:38

betul sekali sdr ariefnugroho0806 itu adalah kejahatan dlm perpajakan (tindak pidana perpajakan), hindari, konsultan pajaknya menyesatkan, harus dicabut tuh izinnya

bepra1

Junior


Location : Bojonegoro.
Joined : 22 Dec 2009.
Posts : 87.
14 Apr 2010 12:27

Originaly posted by DENNY001:
Double Book Keeping masih diterapkan oleh sebagian kecil perusahaan-perusahaan di Indonesia. Karena perusahaan-perusahaan tersebut masih berpedoman : "Walaupun kita sudah jujur terhadap pajak negara, kedepannya masih tetap saja harus bayar lebih"
Oleh karena ituh perusahaan-perusahaan tersebut mencoba untuk menyisihkan di awal pajak yang harus mereka bayar, untuk diberikan kepada negara dikemudian hari.



saya setuju sekali dengan apa yang dikatakan rekan DENNY001. Meskipun kita sudah jujur dalam pelaporan nya, tetap masih akan dikejar untuk membayar lebih besar dari yg sebenarnya. Semoga ada perbaikan di kemudian hari.

Halaman 2 dari 4 •  1  2  3  4   • FirsT | PreV | NexT | LasT  •