Forum ORTax

Quick Login :

Pilih Kategori Lainnya :
 

Klik New Topic untuk topik baru, Klik Post Reply untuk membalas.

Help

PPh Badan
Berisi semua hal yang berkaitan dengan Pajak Penghasilan Badan dan permasalahannya
Topik = 9370 , Bahasan = 73189

Pencetus Pendapat
liuyiusin

Newbie


Location : .
Joined : 21 Mar 2008.
Posts : 76.
02 May 2009 08:04

Dear friends,

Mohon bantuan semuanya. Lagi bingung.

Seperti yg diketahui, Pasal 3 ayat (3) Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor: KEP-417/PJ./2001 menyatakan bahwa Pungutan PPh Pasal 22 oleh SPBU Swastanisasi kepada penyalur/agen bersifat final.

Pertanyaannya :

Bagaimana perlakuan PPh Badan si penyalur/agen bila PPh 22 yang dibayar oleh penyalur/agen BBM bersifat final (tidak dapat dikreditkan dengan PPh Badan pada SPT Tahunan PPh). Apakah ada ketentuan yang mengatur PPh Badan si penyalur/agen BBM juga final ?

Tks banget semuanya.

darmanar

Groupie


Location : Jakarta.
Joined : 11 Feb 2009.
Posts : 229.
02 May 2009 09:55

PPh Pasal 22 bersifat final, dimana dasar penggenaan pajaknya tidak akan dikenakan lagi dalam menyusun SPT(penghasilan tersebut tidak usah dimasukkan lagi ke Induk SPT), melainkan hanya dilaporkan di Form 1771 IV Bagian A No 5 A, selanjutnya angka PPh terhutang (Final) akan dipindahkan ke Induk SPT (form 1771) huruf F angka 15 a hanya sebagai informasi, bukan kredit pajak

hkw_tax

Genuine


Location : Indonesia.
Joined : 16 Nov 2008.
Posts : 600.
02 May 2009 10:57

Originaly posted by liuyiusin:
Apakah ada ketentuan yang mengatur PPh Badan si penyalur/agen BBM juga final ?


Setuju dengan rekan darmanar.

kalo udah final, tidak usah dimasukkan lagi ke spt induk, rekan liuyiusin.

FRANSISCUS

Senior


Location : -.
Joined : 17 Jan 2009.
Posts : 404.
02 May 2009 14:48

mungkin kalau sudah ada dengan penjualan pelumas kayaknya sudah lain. artinya tidak final.

liuyiusin

Newbie


Location : .
Joined : 21 Mar 2008.
Posts : 76.
02 May 2009 17:41

@darmanar,hkw_tax,fransiscus
tks a lot my friends.

SPBU swastanisasi memungut pph 22 dari si agen dan si agen wajib dan telah membayarnya saat membeli BBM. Oleh peraturan diatur, pph 22 yang dibayar saat pembelian oleh si agen bersifat final.
Saat perhitungan laporan laba rugi tahunan, si agen bingung apakah atas laba usahanya tersebut tetap dikenakan tarif pph pasal 17 atau juga bersifat final ?

Bila dikenakan tarif umum (tidak final), apakah berarti pph 22 yg telah dipungut dan dibayarnya tersebut saat pembelian BBM tidak dapat dikreditkan alias hangus ?

gimana friends sekalian ?

begawan5060

Genuine


Location : Yogyakarta.
Joined : 06 Jan 2009.
Posts : 22128.
02 May 2009 18:15

PPh final artinya selesai, jadi tidak usah dikreditkan lagi. Berapapun laba/ruginya maka PPh terutang = PPh Final yang telah dibayar

Lap. keuangan lengkap tetap dibuat sebagaimana biasanya. Cuman data laporan keuangan tidak seluruhnya dituangkan ke dlm SPT Tahunan.
Yang diisikan dlm SPT Tahunan, yaitu :
1. Form 1771-IV Bagian A nomor 5.a
2. Form 1771-I Nomor 1.a; 1.h; dan Nomor 4, sehingga Nomor 8 = Nihil
3. Form 1771 induk halaman 1 = Nihil. Halaman 2 Nomor 15.a

Dengan demikian, tidak ada lagi PPh yang kurang bayar, berapapun laba/ruginya

liuyiusin

Newbie


Location : .
Joined : 21 Mar 2008.
Posts : 76.
03 May 2009 10:28

Originaly posted by begawan5060:
PPh final artinya selesai, jadi tidak usah dikreditkan lagi. Berapapun laba/ruginya maka PPh terutang = PPh Final yang telah dibayarLap. keuangan lengkap tetap dibuat sebagaimana biasanya. Cuman data laporan keuangan tidak seluruhnya dituangkan ke dlm SPT Tahunan.Yang diisikan dlm SPT Tahunan, yaitu :1. Form 1771-IV Bagian A nomor 5.a2. Form 1771-I Nomor 1.a; 1.h; dan Nomor 4, sehingga Nomor 8 = Nihil3. Form 1771 induk halaman 1 = Nihil. Halaman 2 Nomor 15.aDengan demikian, tidak ada lagi PPh yang kurang bayar, berapapun laba/ruginya


tks banget bos, but correct me if i'm wrong :

pph 22 yang final ini (0,3 %) dihitung dari nilai pembelian yg dibayar oleh si agen mis harga beli : Rp. 1.000 x 0,3 % = Rp. 3.
si agen kemudian menjual lagi bbm yang dibeli tadi kepada konsumen mis harga jual : Rp. 1.100.

1) apakah laba (selisih harga jual-harga beli) = Rp. 100 ini TIDAK lagi dikenakan pph tarif umum pasal 17 ?

2) bila atas laba si agen ini tetap terkena pph, apakah pph 22 yg dibayar tadi (Rp.3) tidak bisa dikreditkan (final) ? jadi berarti si agen rugi karena pph 22 hangus ? jurnalnya gimana ?

3) bila atas laba si agen tidak lagi terutang pph, berarti enak donk karena pph 22 final dihitung dari PEMBELIAN bukan penjualan yang udah temasuk laba di dalamnya. kan setiap pph final dihitung dari harga jual barang/jasa, bukan dari harga beli.

bantu dong friend....

EVAN212

Genuine


Location : Jakarta.
Joined : 07 Apr 2008.
Posts : 748.
03 May 2009 13:09

@liuyiusin
harga beli = harga jual....gak boleh naikin sendiri kalo agen/distributor pertamina ...kalo bukan agen/distributor sifatnya jadi gak final...

FRANSISCUS

Senior


Location : -.
Joined : 17 Jan 2009.
Posts : 404.
03 May 2009 18:32

kalau menurut saya, semua yang berhubungan dengan pph maupun ppn hanya sampai di agen saja. ke pihak lain tidak ada lagi acara hitung-menghitung pph/ppn. karena semua agen/pengusaha spbu/ pengusaha industri nyalah yang sudah terdaftar di pertamania yang bisa beli bbm langsung ke pertamina via bank.nantinya si agen ybs akan menerima bukti pph 22 dan ppn dari pertamina kurang lebih 1 bulan setelah bbm diterima.mohon koreksi

hkw_tax

Genuine


Location : Indonesia.
Joined : 16 Nov 2008.
Posts : 600.
03 May 2009 19:03

Originaly posted by liuyiusin:
apakah laba (selisih harga jual-harga beli) = Rp. 100 ini TIDAK lagi dikenakan pph tarif umum pasal 17 ?

2) bila atas laba si agen ini tetap terkena pph, apakah pph 22 yg dibayar tadi (Rp.3) tidak bisa dikreditkan (final) ? jadi berarti si agen rugi karena pph 22 hangus ? jurnalnya gimana ?

3) bila atas laba si agen tidak lagi terutang pph, berarti enak donk karena pph 22 final dihitung dari PEMBELIAN bukan penjualan yang udah temasuk laba di dalamnya. kan setiap pph final dihitung dari harga jual barang/jasa, bukan dari harga beli.


1. Tidak, karena sudah termasuk pph final

2. Tidak kena pph ps. 17, karena sudah termasuk final, dan pph final tidak dapar dikreditkan.

3. Ya, memang seperti itu, PPh 22 tersebut dihitung dari harga beli, bukan harga jual.

NB: Jika Agen tersebut juga menjual pelumas (Tidak hanya menjual BBm), maka masih terkena PPh Ps. 17 hanya untuk penjualan pelumas nya saja, namun untuk BBm nya tetap PPh final.

Mohon tanggapan rekan2...

Halaman 1 dari 2 •  1  2   • FirsT | PreV | NexT | LasT  •