Forum ORTax

Quick Login :

Pilih Kategori Lainnya :
 

Klik New Topic untuk topik baru, Klik Post Reply untuk membalas.

Help

PPh Badan
Berisi semua hal yang berkaitan dengan Pajak Penghasilan Badan dan permasalahannya
Topik = 9358 , Bahasan = 73051

Pencetus Pendapat
aloy2000

Junior


Location : .
Joined : 16 Jan 2009.
Posts : 115.
24 Apr 2009 20:08

Dear rekan-rekan........

Kalau perusahaan memiliki kredit pajak,( misalnya pph 22 atau 23 ), namun perusahaan tidak mau pakai kredit pajak tersebut sebagai pengurang pajak terhutang bagaimana, apakah melanggar aturan. Status kredit pajak itu dijadikan biaya namun dikoreksi fiskal positif. Memang pada intinya perusahaan ingin supaya laporan tahunannya ada kurang bayar. Soalnya kalau kredit pajak itu dipakai, laporan keuangan jadi lebih bayar. Apakah hal ini bertentangan dengan aturan pajak?

thank's

Wi2d

Newbie


Location : Palembang.
Joined : 24 Apr 2009.
Posts : 3.
24 Apr 2009 20:52

Menurut pngetahuan dasar saya dalam dunia perpajakan Kredit pajak yang tidak " dimanfaat kan " oleh perusahaan sebagai pengurang pajak fine22 aja. Mgkin Reason mereka simple untuk ngurangi terjadi nya status " LB ". Tapi dengan catatan besar nya tarif Kredit pajak yang tak terpakai tersebut telah sesuai dengan aturan perpajakan. Hal ini dimaksudkan jika sewaktu2 terjadi pemerikasaan pajak. WP Badan tidak terkena sanksi ganda atas " tarif 23 " " tarif 22 " dan atas " pemeriksaan status Fiskal nya

dasun

Groupie


Location : .
Joined : 27 Mar 2009.
Posts : 337.
25 Apr 2009 00:41

Originaly posted by aloy2000:
Kalau perusahaan memiliki kredit pajak,( misalnya pph 22 atau 23 ), namun perusahaan tidak mau pakai kredit pajak tersebut sebagai pengurang pajak terhutang bagaimana, apakah melanggar aturan

Melanggar dong, boss! SPT tidak benar kan? Klo gak dilaporin malah akan menimbulkan kecurigaan yg ujung2nya pasti diperiksa. Lebih baik dilaporkan apa adanya saja. Jujur = lebih bayar = diperiksa, nggak jujur = diperiksa + dosa. Dosa = masuk neraka, hiiii........
Hehehe...peace!

kikie

Senior


Location : .
Joined : 10 Apr 2008.
Posts : 529.
25 Apr 2009 08:49

saya pikir, jika pph ps 23 dapat menimbulkan lebih bayar, ada 2 alternatif :
1. masukkan semua kredit pajak, kurangi biaya2 yg ada, sehingga akan menimbulkan kenaikan laba
2. beberapa kredit pajak tidak diperhitungkan, tp kredit pajak tersebut jangan menjadi koreksi fiskal positif, di RL dijadikan biaya saja (misal biaya lain-lain)

ar tidak akan merinci ps 23 yg masuk ke kpp, saya khawatir jika kredit jadi koreksi fiskal positif akan menjadi perhatian saat membaca lapkeu

aloy2000

Junior


Location : .
Joined : 16 Jan 2009.
Posts : 115.
25 Apr 2009 11:10

tapi kita kan masalahnya berniat untuk membayar pajak, dan kalau kita biayakan kemudian kita koreksi fiskal, sebebarnya kita bayar pajak kan 2 kali. Saya hanya membandingkan, untuk masalah kredit pajak atas fiskal luar negeri, kan bisa dikreditkan sepanjang tidak dibiayakan ( menurut buku petunjuk pengisian spt 1771 ). Nah, kalo kredit pajak yang lain bagaimana, apakah bisa juga seperti fiskal LN ?

kikie

Senior


Location : .
Joined : 10 Apr 2008.
Posts : 529.
25 Apr 2009 11:59

peraturan resminya ps 23 sebagai kredit pajak,, bukan biaya

jika menggunakan perhitungan resmi,,, maka tidak akan terjadi bayar pajak 2x
saya hanya menyarankan jika perusahaan tidak ingin diperiksa karena status lebih bayar,, maka ps 23,, diakui sebagai biaya lain2

begawan5060

Genuine


Location : Yogyakarta.
Joined : 06 Jan 2009.
Posts : 22103.
25 Apr 2009 13:15

Originaly posted by aloy2000:
Kalau perusahaan memiliki kredit pajak,( misalnya pph 22 atau 23 ), namun perusahaan tidak mau pakai kredit pajak tersebut sebagai pengurang pajak terhutang bagaimana, apakah melanggar aturan. Status kredit pajak itu dijadikan biaya namun dikoreksi fiskal positif. Memang pada intinya perusahaan ingin supaya laporan tahunannya ada kurang bayar. Soalnya kalau kredit pajak itu dipakai, laporan keuangan jadi lebih bayar. Apakah hal ini bertentangan dengan aturan pajak?

Intinya, alternatif ini dimaksudkan agar menghindari LB dan menghindar pemeriksaan, khan ?
Kalo SPT LB otomatis dan sangat pasti akan diperiksa. Namun demikian SPT KB jangan beranggapan bebas pemeriksaan.
Jadi, sependapat dengan rekan Dasun, SPT tsb sangat cepat ketahuan bhw diisi tidak benar, karena fiskus punya bank data kredit pajak.
Akibatnya ada 2 pilihan :
1. SPT diisi tidak benar, akan diperiksa
2. SPT dilakukan editing menjadi LB, akan diperiksa

Silahkan jadi bahan renungan....

aloy2000

Junior


Location : .
Joined : 16 Jan 2009.
Posts : 115.
25 Apr 2009 14:02

Masih penasaran nih friend.....

Seandainya nilai post-post biaya dan omset sudah sebenarnya, namun kita memperlakuan pph 23 tersebut sebagai post biaya pajak penghasilan, lalu kita koreksi fiskal positif. ( mohon koreksi : sesuai dengan form spt 1771 lembar 1 no 5 huruf f. ) Apakah hal ini berarti laporan tersebut tidak benar?

Apa maksud dari kolom spt 1771 lembar 1 no 5 huruf f tersebut ?

begawan5060

Genuine


Location : Yogyakarta.
Joined : 06 Jan 2009.
Posts : 22103.
25 Apr 2009 14:20

Originaly posted by aloy2000:
Seandainya nilai post-post biaya dan omset sudah sebenarnya, namun kita memperlakuan pph 23 tersebut sebagai post biaya pajak penghasilan, lalu kita koreksi fiskal positif. ( mohon koreksi : sesuai dengan form spt 1771 lembar 1 no 5 huruf f. ) Apakah hal ini berarti laporan tersebut tidak benar?

Sangat benar....., asalkan PPh Ps 23 tsb juga diperhitungan sebagai kredit pajak.

aloy2000

Junior


Location : .
Joined : 16 Jan 2009.
Posts : 115.
25 Apr 2009 14:45

Pak Begawan, ada ngga aturan pajak yang mengharuskan pph 23 itu dikreditkan? Soalnya di penjelasan UU Penghasilan no 7 th 83 ( yang lama ) di bagian penjelasan pasal 28, berbunyi : "Pajak Penghasilan yang telah dilunaskan dalam tahun berjalan baik yang dibayar oleh Wajib Pajak sendiri maupun yang dipungut atau dipotong oleh pihak lain, jumlah keseluruhannya dapat dikreditkan terhadap Pajak Penghasilan yang terhutang."

Kata "dapat" ( bukan harus ), ini berarti boleh juga kalau tidak dikreditkan kan?

Mohon koreksinya.

Halaman 1 dari 5 •  1  2  3  4  5   • FirsT | PreV | NexT | LasT  •