Forum ORTax

Quick Login :

Pilih Kategori Lainnya :
 

Klik New Topic untuk topik baru, Klik Post Reply untuk membalas.

Help

PPN dan PPnBM
Berisi semua hal yang berkaitan dengan Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan permasalahannya
Topik = 12669 , Bahasan = 98078

Pencetus Pendapat
rivan

Genuine


Location : Jakarta.
Joined : 15 Sep 2008.
Posts : 683.
25 Jul 2011 11:35

Rekan2 ortax,

Sanksi apa saja kah yang dikenakan pada kasus berikut:

Pada bulan Juni 2011 Laporan PPN Masa Mei 2011 menunjukan angka lebih bayar dan akan dikompensasikan ke masa berikutnya.
Pada bulan Juli 2011 ternyata ada Faktur Pajak Keluaran yang harusnya dibuat pada bulan Mei, dan diharuskan melakukan pembetulan Laporan PPN Masa Mei 2011.
Dikarenakan jumlah PPN Keluaran lebih kecil dari jumlah lebih bayar masa Mei 2011, maka lebih bayar tersebut dikompensasikan dari PPN Keluaran tersebut.
Laporan masa Mei 2011 dilakukan pembetulan pada bulan Juli 2011.

Maka sanksi apa saja yang berlaku atas kasus tersebut?dan berapa besar?

Terima kasih.
Salam.

begawan5060

Genuine


Location : Yogyakarta.
Joined : 06 Jan 2009.
Posts : 22152.
25 Jul 2011 13:05

Originaly posted by rivan:
ada bulan Juni 2011 Laporan PPN Masa Mei 2011 menunjukan angka lebih bayar dan akan dikompensasikan ke masa berikutnya.
Pada bulan Juli 2011 ternyata ada Faktur Pajak Keluaran yang harusnya dibuat pada bulan Mei, dan diharuskan melakukan pembetulan Laporan PPN Masa Mei 2011.
Dikarenakan jumlah PPN Keluaran lebih kecil dari jumlah lebih bayar masa Mei 2011, maka lebih bayar tersebut dikompensasikan dari PPN Keluaran tersebut.
Laporan masa Mei 2011 dilakukan pembetulan pada bulan Juli 2011.

Berikan contoh dengan angka..

ahmadanoval

Senior


Location : Jakarta,cijantung,bekasi.
Joined : 03 Aug 2010.
Posts : 323.
25 Jul 2011 14:13

rekan rivan......kalau pembetulan menghasilkan kurang bayar, maka dikenakan sanksi 2% sebulan , tapi kalau lebih bayar maka tinggal dikompensasikan bulan berikutnya.

richad

Newbie


Location : Jakarta.
Joined : 13 Aug 2010.
Posts : 15.
25 Jul 2011 16:06

Sekedar menambahkan saja dan mohon koreksi dari rekan2 sekalian...

Dari pemahaman saya atas kasus diatas, saya mendapat 2 poin, yaitu :
1. apabila SPT Masa juni dan Juli telah dilaporkan, maka atas faktur pajak tersebut yang seharusnya diterbitkan pada masa Mei, maka sesuai dengan (sbgaimana tercantum dalam ps 14 PER-13 th 2010 jo PER-65 th 2010 ) dikenakan sanksi sebesar 2% dari DPP sebagai akibat keterlambatan dalam menerbitkan FP Keluaran dan tidak perlu melakukan pembetulan SPT masa PPN.
2. Apabila SPT Masa PPN Juni & Juli belum dilaporkan sehingga baru merupakan temuan, maka atas temuan transaksi pada bulan juli yang seharunya diterbitkan FP Keluaran di masa MEi dapat dilakukan pembetulan pada masa pajak Mei (yang secara langsung melakukan penyesuaian no urut FP Keluaran bulan mei-juni). Atas pembetulan SPT masa PPn mei tsb maka akan dikenakan sanksi sebesar 2% perbulan apabila Nilai FP keluaran > lebih bayar yang dikompensasikan ke masa pajak juni. Dan begitu pula sebaliknya apabila FP Keluaran < lebih bayar yang dikompensasikan maka sisa lebih bayar tsb dapat tetap dikompensasikan ke masa pajak berikutnya tanpa resiko apapun.

rumangsang

Junior


Location : .
Joined : 14 Aug 2010.
Posts : 98.
25 Jul 2011 16:06

biasanya sih E-spt otomatis menghitung kekurangan atau pun kelebihan pajak terutang,,tetapi bukan yang telah di bayar dengan SSP,,kadang kita harus menginput manual pajak yang telah kita setor dengan SSP,,

rivan

Genuine


Location : Jakarta.
Joined : 15 Sep 2008.
Posts : 683.
25 Jul 2011 16:43

Originaly posted by begawan5060:
Berikan contoh dengan angka..

Pak Begawan,

Pak Gunawan,

Contoh dalam angka:

Pada Masa Mei 2011:
PPN Masukan yang dapat dikompensasikan: Rp 100.000.000,-

FP Keluaran yang harusnya diterbitkan di bulan Mei 2011: Rp 30.000.000,-

Tetapi karena kealpaan, pada bulan Juni telah melaporkan SPT Masa PPN masa Mei 2011 FP Keluaran belum diterbitkan dan belum dilaporkan.

Pada bulan Juli 2011, saat ini belum melaporkan SPT Masa PPN masa Juni 2011, dan akan melakukan pembetulan pada SPT Masa Mei 2011

Maka, sanksi apa saja yang akan dikenakan?

Terima kasih Pak.

rivan

Genuine


Location : Jakarta.
Joined : 15 Sep 2008.
Posts : 683.
25 Jul 2011 16:45

Originaly posted by richad:
2. Apabila SPT Masa PPN Juni & Juli belum dilaporkan sehingga baru merupakan temuan, maka atas temuan transaksi pada bulan juli yang seharunya diterbitkan FP Keluaran di masa MEi dapat dilakukan pembetulan pada masa pajak Mei (yang secara langsung melakukan penyesuaian no urut FP Keluaran bulan mei-juni). Atas pembetulan SPT masa PPn mei tsb maka akan dikenakan sanksi sebesar 2% perbulan apabila Nilai FP keluaran > lebih bayar yang dikompensasikan ke masa pajak juni. Dan begitu pula sebaliknya apabila FP Keluaran < lebih bayar yang dikompensasikan maka sisa lebih bayar tsb dapat tetap dikompensasikan ke masa pajak berikutnya tanpa resiko apapun.


Sdr. Ricard,

Memang betul SPT Masa Juni dan Juli belum dilaporkan, tetapi SPT Masa Mei telah dilaporkan yang dimana Faktur Pajak Keluaran tersebut dilaporkan pada Masa Mei, apakah hal tersebut tidak akan menimbulkan sanksi?karena pembetulan baru dilakukan di bulan Juli 2011 untuk masa Mei 2011.

Terima kasih.

begawan5060

Genuine


Location : Yogyakarta.
Joined : 06 Jan 2009.
Posts : 22152.
25 Jul 2011 17:35

Rekan Rivan...
Misalkan SPT Normal (Mei) :
PK = 100
PM = 150
LB = (50)
Pembetulan :
PK = 125
PM = 150
LB = (25)
LB SPT yg dibetulkan = (50)
KB akibat pembetulan = 25
Maka atas KB tsb dikenai sanksi bunga terlambat bayar sebesar 2% sebulan.
Namun demikian ada opsi lain yang tidak menimbulkan pembayaran... Silahkan pelajari tata caranya di Lamp II Per-44

richad

Newbie


Location : Jakarta.
Joined : 13 Aug 2010.
Posts : 15.
26 Jul 2011 08:56

Rekan rivan,

Apabila atas pembetulan yang dilakukan terhadap SPT PPN Masa mei itu menyebabkan kurang bayar, maka atas KB tsb dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% per bulan. Nah ilustrasi untuk keterangan ini dapat dilihat pada contoh yang diberikan rekan begawan.

Nah apabila sebaliknya, atas pembetulan yang dilakukan terhadap SPT PPN Masa Mei tsb menyebabkan lebih bayar yang seharusnya di kompensasikan ke masa pajak berikutnya menjadi berkurang, maka atas pembetulan tersebut tidak kena sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% per bulan tersebut. Sebagai ilustrasi :
Sebelum pembetulan
PK = 100
PM = 200
LB = (100)

Dilakukan Pembetulan karena ada FP Keluaran tambahan sebesar 50 :
PK = 150
PM = 200
LB = (50)
LB SPT yg dibetulkan = (100)
KB akibat pembetulan = 50 (nah di e-SPT 1107 biasanya akan muncul pilihan melakukan penyetoran atau pembetulan SPT, tinggal di pilih pembetulan SPT PPN. CUma tuk e-SPT 1111 saya blum mencobanya)

hanif

Genuine


Location : Padang Dan Semarang.
Joined : 05 Nov 2007.
Posts : 20391.
26 Jul 2011 09:08

ilustrasi lengkap dapt dilihat di dalam lampiran PER No. 44 Tahun 2010 beikut :
http://www.ortax.org/files/lampiran/10PJ_PER44.htm l

2.2. SPT Masa PPN Lebih Bayar dibetulkan menjadi Lebih Bayar lebih kecil.
a. Semula SPT Masa PPN Masa Pajak Januari 2011 menunjukkan Lebih Bayar Rp200.000,00 dan telah dikompensasikan ke Masa Pajak berikutnya yaitu Masa Pajak Februari 2011.
b. SPT Masa PPN Masa Pajak Februari 2011 menunjukkan Lebih Bayar Rp300.000,00 dan telah dikompensasikan ke Masa Pajak Maret 2011.
c. SPT Masa PPN Masa Pajak Maret 2011 menunjukkan Lebih Bayar Rp250.000,00 dan telah dikompensasikan ke Masa Pajak April 2011.
d. SPT Masa PPN Masa Pajak April 2011 menunjukkan Kurang Bayar Rp100.000,00.
e. SPT Masa PPN Masa Pajak Mei 2011 menunjukkan Kurang Bayar Rp225.000,00.
f. Pada bulan Juni 2011, dilakukan pembetulan untuk SPT Masa PPN Masa Pajak Januari 2011 dengan hasil pembetulan Lebih Bayar menjadi lebih kecil yaitu Rp150.000,00.
g. Sehingga pada SPT Masa PPN Pembetulan terdapat kurang bayar PPN sebesar Rp50.000,00.
h. Untuk contoh kasus ini PKP mempunyai 2 (dua) pilihan (asumsi PKP memilih untuk kompensasi kelebihan pembayaran PPN bukan restitusi), yaitu:
1) Pilihan pertama: menyetor PPN Kurang Bayar pada butir II.F sebesar Rp50.000,00; atau
2) Pilihan kedua: mengkompensasikan Lebih Bayar hasil pembetulan pada butir II.D sebesar Rp150.000,00 ke Masa Pajak berikutnya yaitu Masa Pajak Februari 2011,
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

1) Dalam hal PKP memilih pilihan pertama, maka:
a) PKP cukup melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak Januari 2011 saja dan menyetor PPN Kurang Bayar pada butir II.F sebesar Rp50.000,00.
b) PKP tidak perlu melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak Februari dan Masa-Masa seterusnya.

d) Atas pembetulan SPT tersebut PKP akan dikenai sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

2) Dalam hal PKP memilih pilihan kedua, maka:
a) PKP melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak Januari 2011 dan mengkompensasikan kelebihan PPN pada butir II.D sebesar Rp150.000,00 ke Masa Pajak Februari 2011.
b) PKP melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak Februari dan Masa-Masa Pajak berikutnya yang terpengaruh oleh Pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak Januari 2011. Dalam kasus ini PKP harus membetulkan SPT Masa PPN Masa Pajak Februari, Maret, dan April 2011.
c) PKP melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak Februari 2011 dengan membetulkan jumlah kompensasi yang berasal dari Masa Pajak Januari dari semula Rp200.000,00 menjadi Rp150.000,00.
d) PKP melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak Maret 2011 dengan membetulkan jumlah kompensasi yang berasal dari Masa Pajak Februari dari semula Rp300.000,00 menjadi Rp250.000,00.
e) PKP melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak April 2011 dengan membetulkan jumlah kompensasi yang berasal dari Masa Pajak Maret dari semula Rp250.000,00 menjadi Rp200.000,00.
f) Butir II.E dan II.F pada SPT Masa PPN Pembetulan Masa Pajak Januari, Februari, dan Maret 2011, tidak diisi. Untuk Masa Pajak April 2011, butir II.E dan II.F harus diisi.

h) PKP harus menyetor PPN Kurang Bayar pada butir II.F sebesar Rp50.000,00.
i) PKP dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Salam

Halaman 1 dari 1 •  1   • FirsT | PreV | NexT | LasT  •