Forum ORTax

Quick Login :

Pilih Kategori Lainnya :
 

Klik New Topic untuk topik baru, Klik Post Reply untuk membalas.

Help

PPN dan PPnBM
Berisi semua hal yang berkaitan dengan Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan permasalahannya
Topik = 12498 , Bahasan = 96999

Pencetus Pendapat
barker182

Groupie


Location : Jakarta.
Joined : 16 Oct 2009.
Posts : 169.
11 Feb 2011 16:53

Dear Rekan-Rekan Ortax

Sesuai SE 151 31 Desember 2010 jika faktur pajak tidak urut atau loncat maka akan dikenai denda, pertanyaan saya adalah apakah tanggal nya juga harus berurut juga? wah,hati-hati kalau begini ya....

barker182

Groupie


Location : Jakarta.
Joined : 16 Oct 2009.
Posts : 169.
11 Feb 2011 17:55

Oh iya rekan2 ortax, jika kita input di E-SPT PPN 1111 untuk pajak keluaran maka yg jadi dasar urutannya adalah tanggal bukan no faktur maka akan keliatan faktur pajak keluaran kita tidak akan urut jika ada tanggal & no urut faktur tidak berurut. mohon tips & triknya dalam mengatasi masalah ini??

usd

Genuine


Location : Bekasi.
Joined : 30 Apr 2010.
Posts : 2898.
12 Feb 2011 15:37

Originaly posted by barker182:
pertanyaan saya adalah apakah tanggal nya juga harus berurut juga?....


Lampiran III Per-13/2010
Tata Cara Penggunaan Nomor Urut pada Faktur Pajak
Nomor Urut pada Nomor Seri Faktur Pajak dan tanggal Faktur Pajak harus dibuat secara berurutan, tanpa perlu dibedakan antara Kode Transaksi, Kode Status Faktur Pajak, Faktur Pajak yang tidak diisi dengan keterangan identitas pembeli BKP/JKP, atau mata uang yang digunakan dalam transaksi.

salam

barker182

Groupie


Location : Jakarta.
Joined : 16 Oct 2009.
Posts : 169.
14 Feb 2011 12:06

terimkasih rekan usd, berarti dalam penomoran faktur pajak harus berurut antara Tanggal Faktur & Nomor Faktur, jika tidak berurut maka harus memberikan surat pemberitahuan atau kena denda 2%. kasian jika perusahaan yang memilki penjualan banyak dan ada custumer yang biasanya minta tgl invoicenya back date.

sanmiguel

Newbie


Location : Depok.
Joined : 01 Apr 2010.
Posts : 25.
16 Feb 2011 13:56

waduh kalo tgl dan nomor harus berurutan, menurut saya akan sulit. karena tanggal faktur sama dengan tanggal barang diterima oleh customer. permasalahannya surat jalanny belum tentu datang pada tgl yang sama, apalagi kl ada retur atau masalah dengan barangnya.
gimana ya solusinya....

barker182

Groupie


Location : Jakarta.
Joined : 16 Oct 2009.
Posts : 169.
16 Feb 2011 18:32

Rekan San Miguel, itulah pertanyaan besar yg harus dijawab??????

hanif

Genuine


Location : Padang Dan Semarang.
Joined : 05 Nov 2007.
Posts : 20392.
16 Feb 2011 19:59

Originaly posted by sanmiguel:
waduh kalo tgl dan nomor harus berurutan, menurut saya akan sulit. karena tanggal faktur sama dengan tanggal barang diterima oleh customer. permasalahannya surat jalanny belum tentu datang pada tgl yang sama, apalagi kl ada retur atau masalah dengan barangnya.
gimana ya solusinya....

bisa dijelaskan lagi kasusnya?


Salam

hanif

Genuine


Location : Padang Dan Semarang.
Joined : 05 Nov 2007.
Posts : 20392.
16 Feb 2011 20:02

solusinya hanya ini :

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR PER - 65/PJ/2010

TENTANG

PERUBAHAN ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR PER-13/PJ./2010 TENTANG BENTUK, UKURAN, PROSEDUR PEMBERITAHUAN
DALAM RANGKA PEMBUATAN, TATA CARA PENGISIAN KETERANGAN, TATA CARA
PEMBETULAN ATAU PENGGANTIAN, DAN TATA CARA PEMBATALAN FAKTUR PAJAK
Pasal 12A

Pengusaha Kena Pajak yang menerbitkan Faktur Pajak dengan nomor urut pada Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 9 ayat (1) dan ayat (2), dapat menerbitkan Faktur Pajak Pengganti dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Faktur Pajak yang salah pengisian nomor urutnya diganti dengan Faktur Pajak Pengganti dengan mengisi nomor urut pada Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak dengan nomor urut yang sebenarnya.
2. Kode Status pada Kode Faktur Pajak Pengganti adalah Kode Status 1 (satu).
3. Tahun Penerbitan pada Nomor Seri Faktur Pajak Pengganti adalah tahun penerbitan Faktur Pajak yang diganti.
4. Tanggal penerbitan Faktur Pajak Pengganti sama dengan tanggal penerbitan Faktur Pajak yang diganti.
5. Pada Faktur Pajak Pengganti dibubuhkan cap yang mencantumkan Kode dan Nomor Seri serta tanggal Faktur Pajak yang diganti.
6. Faktur Pajak Pengganti dan Faktur Pajak yang diganti agar diadministrasikan dan digabungkan menjadi 1 (satu) berkas.
7. Pengusaha Kena Pajak harus melakukan pembetulan SPT Masa PPN pada Masa Pajak yang sama dengan Masa Pajak dilaporkannya Faktur Pajak yang diganti.

Salam

hanif

Genuine


Location : Padang Dan Semarang.
Joined : 05 Nov 2007.
Posts : 20392.
16 Feb 2011 20:03

contohnya dapat dilihat disini :
http://www.ortax.org/ortax/?mod=aturan&hlm=3&page= show&id=14526

Salam

Sugito

Genuine


Location : Semarang.
Joined : 01 May 2008.
Posts : 692.
17 Feb 2011 03:29

Apakah sekarang masih berlaku denda 2 % ???

Halaman 1 dari 7 •  1  2  3  4  5  6  7   • FirsT | PreV | NexT | LasT  •