Forum ORTax

Quick Login :

Pilih Kategori Lainnya :
 

Klik New Topic untuk topik baru, Klik Post Reply untuk membalas.

Help

PPN dan PPnBM
Berisi semua hal yang berkaitan dengan Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan permasalahannya
Topik = 12357 , Bahasan = 96148

Pencetus Pendapat
27061977

Junior


Location : Indonesia.
Joined : 14 Jan 2011.
Posts : 126.
16 Jan 2011 19:52

Ass alk. pada formulir Induk spt masa ppn 1111 DM ada kejanggalan, dimana penyerahan kepada pemungut ppn (Dagang / Jasa) langsung digabungkan dengan penyerahan non pemungut ppn dengan kata lain penyerahan kepada pemungut ppn tidak dirinci tersendiri sebagai mana pada Formulir 1107, akibatnya sewaktu perhitungan PPN terutang pembayaran WP menjadi semakin besar. contohnya berlaku untuk Formulir 1111 dm (usaha dagang)
penyerahan kepada non pemungut ppn Rp. 35.000.000 (DPP)
penyerahan kepada non pemungut ppn Rp. 15.000.000 (DPP)
jumlah Rp. 50.000.000 (DPP)
Pajak Keluarannya Rp. 10% x 5.000.000 = 5.000.000
Pajak Masukananya Rp. 70% x 5.000.000 = 3.500.000
PPn Kurang Bayar Rp. 5.000.000 - 3.500.000 = 1.500.000

Sedangkan pada Formulir 1107 perhitungannya adalah SBB :
penyerahan kepada non pemungut ppn Rp. 35.000.000 (DPP)
penyerahan kepada non pemungut ppn Rp. 15.000.000 (DPP)
jumlah Rp. 50.000.000 (DPP)
Pajak Keluarannya Rp. 10% x 35.500.000 = 3.500.000
Pajak Masuknanya Rp. 70% x 3.500.000 = 2.450.000
PPn kurang bayar Rp. 3.500.000 - 2.450.000 = 1.050.000

jadi pada formulir spt ppn 1111 dm dibandingkan dengan formulir 1107 terdapat selisih Rp. 1.500.000 - Rp. 1.050.000 = Rp. 450.000 (dimana Format , rincian dan cara perhitungan Pada Form spt ppn 1111 dm untuk transaksi tersebut diatas Lebih Besar dari pada Formulir 1107) ....
mohon tanggapan langsung dari pihak ORTAX .... Trims

adung

Junior


Location : Semarang.
Joined : 21 Mar 2010.
Posts : 113.
17 Jan 2011 22:30

wa'alaikum salam wr.wb.
sebelum memberi tanggapan, saya mau tanya dulu:

Originaly posted by 27061977:
penyerahan kepada non pemungut ppn Rp. 35.000.000 (DPP)
penyerahan kepada non pemungut ppn Rp. 15.000.000 (DPP)


kok sama-sama penyerahan ke non pemungut rekan 27061977 (alias 34 aja ya)?
mungkin maksud rekan 34, yang Rp15jt ke pemungut ya?

memang apabila wajib pajak yang melakukan penyerahan ke pemungut dan memilih untuk menggunakan SPT Masa PPN 1111 DM, maka dia bisa dipungut/bayar PPN 3 kali.
Yang pertama waktu dia beli barang apabila kepada PKP, maka dipungut PPN sebesar 10% dan PM ini tidak dapat dikreditkan.
Yang kedua waktu dia penyerahan ke pemungut, maka akan dipungut PPN sebesar 10%, dan PK inipun tidak diperhitungkan.
Yang ketiga waktu lapor SPT Masa, maka SPTnya pasti akan kurang bayar, sehingga dia harus kembali membayar PPN kurang bayarnya.

oleh karena itu sebaiknya PKP yang melakukan penyerahan kepada pemungut sebaiknya menggunakan SPT PPN 1111.
Hal ini juga kurang lebih sama dengan kasus PKP yang melakukan ekspor dan memilih menggunakan SPT Masa PPN 1111 DM. SPTnya akan kurang bayar, padahal apabila dia menggunakan SPT PPN 1111, ekspor dikenakan PPN sebesar 0%, sehingga SPTnya akan Nihil atau bahkan Lebih Bayar.

kemudian saya juga akan tanya:

Originaly posted by 27061977:
Sedangkan pada Formulir 1107 perhitungannya adalah SBB :
penyerahan kepada non pemungut ppn Rp. 35.000.000 (DPP)
penyerahan kepada non pemungut ppn Rp. 15.000.000 (DPP)
jumlah Rp. 50.000.000 (DPP)
Pajak Keluarannya Rp. 10% x 35.500.000 = 3.500.000
Pajak Masuknanya Rp. 70% x 3.500.000 = 2.450.000
PPn kurang bayar Rp. 3.500.000 - 2.450.000 = 1.050.000


kok perhitungannnya bisa seperti itu rekan 34?
Pajak Masukan seperti itu hanya dipakai bila pkp menggunakan pedoman penghitungan pengkreditan pajak masukan, bila tidak, maka PM adalah sebesar seluruh Faktur Pajak Masukan yang dia punya.

demikian tanggapan saya...
salam

27061977

Junior


Location : Indonesia.
Joined : 14 Jan 2011.
Posts : 126.
18 Jan 2011 08:23

trims Rekan adung, atas koreksinya maksudnya Rp. 35.000.000 Non Pemungut dan 15.000.000 Pemungut PPn. saya kembali bertanya kepada rekan adung kalau dasar hukumnya perhitungan seperti pada Formulir 1111 dm untuk transaksi seperti diatas ?. perlu disimak dan diperhatikan bahwa perhitungan pada formulir ppn lama 1107 transaksi kepemungut PPn dirinci tersendiri sehingga pada waktu penghitungan ppn terutang ppn yang sudah dipungut oleh pemungut ppn tidak diperhitungkan lagi seperti pada ilustrasi yang saya buat (lihat formulir 1107 atas transaksi diatas tolong dimasukkan angka2nya perhitungan akan sama seperti yang saya contohkan) kemudian pada formulir 1111 perhitungannya juga sama dengan formulir 1107 perhitungan ppn terutang ppn yang sudah dipungut oleh pemungut ppn juga tidak diperhitungkan. justru kenapa pada formulir 1111 dm ppn yang sudah dipungut ppn diperhitungkan lagi untuk mendapatkan ppn terutang ? dasar hukumnya apa ? dan dipasal berapa ? dan kenapa harus berbeda dengan formulir 1111 . apa ada perlakuan khusus ? .............

hanif

Genuine


Location : Padang Dan Semarang.
Joined : 05 Nov 2007.
Posts : 20392.
18 Jan 2011 08:32

Emang tidak fair kok
coba check disini :
http://www.ortax.org/ortax/?mod=aturan&id_topik=&i d_jenis=6050&p_tgl=tahun&tahun=&nomor=45&q=&q_do=m acth&cols=isi&hlm=1&page=show&id=14414



Salam

ekonofriantoutama

Newbie


Location : Cirebon.
Joined : 22 May 2008.
Posts : 38.
18 Jan 2011 09:32

menurut saya pada saat penghitungan pajak keluaran harus dipisahkan antara yang terhutang PPN, kepada pemungut PPN dan yang dibebaskan/tidak dipungut, memang tidak akan sama dengan rumus di form SPT masa PPN, kalau lihat contoh saudara 27061977 tadi kalau kita rubah penyerahan kepada pemungut dengan penyerahan yang dibebaskan, apakah nantinya akan rancu, dibebaskan kok terhutang PPN ? Ini mungkin kelemahan dari form SPT Masa PPN 1111 DM ...

27061977

Junior


Location : Indonesia.
Joined : 14 Jan 2011.
Posts : 126.
18 Jan 2011 10:15

jadi untuk transaksi diatas ilustrasi perhitungan ppn terutangnya bagaimana ? yang sesuai dengan aturan ? pada persoalan ini wajib pajak dirugikan dengan format SPT masa PPN 1111 dm. saya memiliki fersi perhitungan seperti ini : penyerahan ke non pemungut ppn 35.000.000 DPP (Pada angka romawi I hurup a)
ke pemungut ppn 15.000.000 DPP (Pada angka romawi II huruf b)
Jumlah 50.000.000 DPP (Pada angka romawi I huruf c)
Penghitungan PPn kurang bayarnya
Pajak keluaran atas penyerahan barang 3.500.000 ( pada angka romawi II.A.1)
Pajak Masukan atas penyerahan barang 70% x 3.500.000 = 2.450.000 (pada angka romawi II.C.1)
PPN kurang bayarnya 3.500.000 - 2.450.000 = 1.050.000.
mohon ditanggapi ......

ekonofriantoutama

Newbie


Location : Cirebon.
Joined : 22 May 2008.
Posts : 38.
18 Jan 2011 10:22

Kalau menurut saya :

Pajak Keluaran : 35.000.000 x 10% = 3.500.000
Pajak Masukan : 5.000.000 x 70& = 3.500.000
Seluruh penyerahan kan 50.000.000, harap diingat bahwa yang 15.000.000 itu kan tetap terhutang hanya saja sudah dipungut oleh Pemungut PPN ....
Jadi PPN = 3.500.000 - 3.500.000 = 0
Mohon koreksi ....

27061977

Junior


Location : Indonesia.
Joined : 14 Jan 2011.
Posts : 126.
18 Jan 2011 10:52

mohon penjelasan dan ilustrasi perhitungan yang tepat ..... buat praktisi pajak coba perhitungan yang benarnya seperti apa ? kalau perhitungan dari rekan newbie sepertinya kurang tepat karena atas penyerahan barang sudah diatur pajak masukannya 70% dari pajak keluar (tidak mungkin nihil). dan buat rekan hanif kalau memang formulir 1111 dm perhitungan ppnnya tidak fair lalu yang fair seperti apa ? bukankah setiap perhitungan pajak dalam perhitungannya harus ada dasar hukumnya agar wajib pajak tidak mendapat kesulitan dan sanksi dikemudian hari dan kalau ada petugas pajak yang kebetulan memahami masalah ini tolong penjelasannya ! ini menyangkut kepastian hukum dan sangat penting. (mohon bantuan rekan2 untuk masalah seperti ini kalau kita tanyakan ke DIRJEN PAJAK alamat yang dituju (secara online via email ) Dimana ?

ekonofriantoutama

Newbie


Location : Cirebon.
Joined : 22 May 2008.
Posts : 38.
18 Jan 2011 10:58

Kalau kita baca form SPT 1111 DM dimungkinkan untuk lebih bayar lho ......

begawan5060

Genuine


Location : Yogyakarta.
Joined : 06 Jan 2009.
Posts : 21858.
18 Jan 2011 11:03

Originaly posted by 27061977:
contohnya berlaku untuk Formulir 1111 dm (usaha dagang)
penyerahan kepada non pemungut ppn Rp. 35.000.000 (DPP)
penyerahan kepada non pemungut ppn Rp. 15.000.000 (DPP)
jumlah Rp. 50.000.000 (DPP)
Pajak Keluarannya Rp. 10% x 5.000.000 = 5.000.000
Pajak Masukananya Rp. 70% x 5.000.000 = 3.500.000
PPn Kurang Bayar Rp. 5.000.000 - 3.500.000 = 1.500.000

Maksudnya yg 15jt ke pemungut PPN. khan?
Menurut saya begini :
Pajak Keluarannya Rp. 10% x 5.000.000 = 5.000.000
Pajak Masukananya Rp. 70% x 5.000.000 = 3.500.000
PPN yang disetor di muka dalam Masa Pajak yang sama = 3.500.000 (SSP dari Pemungut)
KB = Nihil

Originaly posted by 27061977:
Sedangkan pada Formulir 1107 perhitungannya adalah SBB :
penyerahan kepada non pemungut ppn Rp. 35.000.000 (DPP)
penyerahan kepada non pemungut ppn Rp. 15.000.000 (DPP)
jumlah Rp. 50.000.000 (DPP)
Pajak Keluarannya Rp. 10% x 35.500.000 = 3.500.000
Pajak Masuknanya Rp. 70% x 3.500.000 = 2.450.000
PPn kurang bayar Rp. 3.500.000 - 2.450.000 = 1.050.000

Menurut saya begini :
Pajak Keluarannya Rp. 10% x 35.500.000 = 3.500.000
Pajak Masukannya Rp. 70% x 5.000.000 = 3.500.000
PPn kurang bayar = Nihil

Halaman 1 dari 7 •  1  2  3  4  5  6  7   • FirsT | PreV | NexT | LasT  •