Forum ORTax

Quick Login :

Pilih Kategori Lainnya :
 

Klik New Topic untuk topik baru, Klik Post Reply untuk membalas.

Help Help

PPh Orang Pribadi
Berisi semua hal yang berkaitan dengan Pajak Penghasilan Orang Pribadi dan permasalahannya
Topik = 6217 , Bahasan = 52915

Pencetus Pendapat
fiputri

Newbie


Location : Padang.
Joined : 23 Sep 2010.
Posts : 20.
13 Dec 2010 19:15 Help Help

rekan ortax sekalian,,,,,
bagai mana cara menghitung pph pasal 24,
makasih

omaputri

Newbie


Location : Padang.
Joined : 23 Sep 2010.
Posts : 14.
13 Dec 2010 19:20 Help Help

begini rekan,,
Kita membandingkan 3 keadaan,kemudian ambil uang terndah.
1. Hitung berapa pajak yg d bayar d Luar Negri
2. Perbandingan penghasilan antara pajak LN dgn total penghasilan
3. Jml pajak yg harus di bayar di Indonesia berdasarkan toatal penghasilan.
Apakah sudah jelas rekan??

tikalesmana

Newbie


Location : Padang Sumbar.
Joined : 14 Oct 2010.
Posts : 12.
16 Dec 2010 19:50 Help Help

contoh perhitungan :
PT Kartika pada tahun 2006 memperoleh penghasilan neto sebagai berikut:
- dari laba usaha di dalam negeri Rp500.000.000
- dari negara A berupa laba usaha Rp250.000.000
- dari negara B rugi Rp400.000.000
- dari negara C berupa laba usaha Rp300.000.000

1. menghitung total penghasilan kena pajak
penghasilan dari dalam negeri Rp 500.000.000
penghasilan dari negara A Rp 250.000.000
penghasilan dari negara C Rp 300.000.000 (+)
total penghasilan kena pajak Rp1.050.000.000

1. menghitung total pajak terutang
10% x Rp50.000.000 Rp 5.000.000
15% x Rp50.000.000 Rp 7.500.000
30% x Rp950.000.000 Rp285.000.000 (+)
Total pajak terutang Rp297.500.000
1. menghitung maksimal pajak yang dapat dikreditkan
- dari negara A = (250.000.000 : 1.050.000.000) x Rp297.500.000 = Rp70.833.332
- dari negara C = (300.000.000 : 1050.000.000) x Rp297.500.000 = Rp85.000.000
1. menghitung pajak yang dipotong atau dibayar di luar negeri
dari neg A 20% x Rp250.000.000 Rp50.000.000
dari negara C 35% x Rp300.000.000 Rp105.000.000
dari perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa PPh pasal 24 yang dapat dikreditkan di Indonesia adalah:
- dari negara A Rp 50.000.000
- dari negara C Rp 85.000.000 (+)
Total kredit pajak pasal 24 Rp135.000.000

riahaya

Newbie


Location : Padang.
Joined : 26 Sep 2010.
Posts : 20.
18 Dec 2010 09:46 Help Help

[quote=fiputri]bagai mana cara menghitung pph pasal 24

carax :
1.hitung pajak yg dibayar di luar negri
2.hitung perbandingan ph diantara ph luar negri (masing2 negara) dengan total ph
3.hitung jumlah pajak yg harus dibayar diIndonesia berdasarkan total ph
=> tergantung siapa wp nya .
- wp badan: 2009 => 28% * ph
2010 => 25% * ph
- wp orang pribadi => tarif pasal 17.

meccqa

Newbie


Location : .
Joined : 18 Nov 2010.
Posts : 16.
19 Dec 2010 21:43 Help Help

Cara menghitungnya
1. Penghasilana dalam negri + penghasilan luar negri
2. hitung pph yang harus dibayar dengan penghasilan gabungan
3. gabungkan 3 kondisi
- pajak yang sudah bayar di luar negri
- pajak yang harus dibayar berdasarkan perbandingan
- berapa pajak yang harus dibayar berdasarkan penghitungan penghasilan
gabungan

AMBIL NILAI YANG TERENDAH

Bamz

Groupie


Location : Dihatimu.
Joined : 12 Jul 2010.
Posts : 186.
20 Dec 2010 10:18 Help Help

Originaly posted by fiputri:
bagai mana cara menghitung pph pasal 24,

Dapat dibaca di petunjuk pengisian SPT PPh Badan.

Salam

myhone

Newbie


Location : Padang.
Joined : 23 Sep 2010.
Posts : 23.
20 Dec 2010 21:34 Help Help

caranny langsung contoh perhitungan pasal 24:
Perhitungan Kredit pajak Luar negeri (PPh pasal 24)
PT Perdana di Semarang memperoleh penghasilan neto dalam tahun 2006 sebagai
berikut:
Penghasilan Dalam Negeri
Rp400.000.000
Penghasilan dari LN (tarif pajak 20%)
Rp200.000.000
Penghitungan PPh pasal 24 adalah sebagai berikut:
a. menghitung total penghasilan kena pajak
penghasilan dari dalam negeri
Rp400.000.000
penghasilan dari luar negeri
Rp200.000.000
Penghasilan neto
Rp600.000.000

b. menghitung total PPh terhutang
10% x Rp 50.000.000 = Rp 5.000.000
15% x Rp 50.000.000 = Rp 7.500.000
30% x Rp500.000.000 = Rp150.000.000
Pajak terhutang
= Rp162.500.000

c. menghitung PPh maksimum yang dapat dikreditkan
(penghasilan LN : total penghasilan) x total PPh terutang
(Rp200.000.000 : Rp600.000.000) x Rp162.500.000 = Rp54.166.666,61
d. menghitung PPh yang terutang atau dipotong di LN:
20% x Rp200.000.000 =Rp40.000.000

Dari perhitungan tersebut di atas kredit pajak LN yang diperbolehkan adalah sebesar Rp40.000.000 atau sebesar PPh yang terutang atau dibayar di LN. Jumlah ini diperoleh dengan membandingkan penghitungan PPh maksimum yang boleh dikreditkan dengan PPh yang terutang atau dibayar di LN, kemudian dipilih jumlah yang terendah.
Penghitungan PPh pasal 24 jika terjadi kerugian usaha di dalam negeri
PT Adinda berkedudukan di Indonesia memperoleh penghasilan neto dalam tahun
2006 sebagai berikut:
- Di negara A memperoleh penghasilan berupa laba usaha sebesar
Rp600.000.000 (tarif pajak yang berlaku adalah 30%)
- Di dalam negeri menderita kerugian sebesar Rp200.000.000
Penghitungan PPh pasal 24 adalah sebagai berikut:

a. menghitung total penghasilan kena pajak
penghasilan kena pajak dari negara ARp600.000.000
kerugian usaha dalam negeri
( 200.000.000)
jumlah penghasilan neto
Rp400.000.000
b. menghitung total PPh terutang:
10% x Rp 50.000.000 =
Rp 5.000.000
15% x Rp 50.000.000 =
Rp 7.500.000
30% x Rp 300.000.000 =
Rp 90.000.000
Jumlah pajak terutang
Rp102.500.000
c. menghitung PPh maksimum yang dapat dikreditkan
(Rp600.000.000 : Rp400.000.000) x Rp102.500.000 =Rp153.750.000
d. menghitung PPh yang dipotong/dibayar di LN
30% x Rp600.000.000 =Rp180.000.000

Kredit pajak yang diperbolehkan (PPh pasal 24) adalah Rp102.500.000. jumlah ini diperoleh dengan membandingkan perhitungan PPh maksimum yang dapat dikreditkan dengan PPh yang sesungguhnya dibayarkan/terutang di LN dan total pajak yang terutang.
Perhitungan PPh pasal 24 jika terjadi kerugian usaha di LN
PT Kartika pada tahun 2006 memperoleh penghasilan neto sebagai berikut:
- di negara X memperoleh penghasilan berupa laba usaha sebesar
Rp300.000.000 (tarif pajak yang berlaku 40%)
- di negara Y menderita kerugian sebesar Rp500.000.000 (tarif pajak yang
berlaku) 25%.
- Di dalam negeri memperoleh laba usaha sebesar Rp500.000.000
Perhitungan kredit pajak luar negeri yang diperbolehkan adalah sebagai berikut:
a. menghitung penghasilan total kena pajak
penghasilan dari negara X berupa laba usaha
Rp300.000.000
penghasilan dari dalam negeri berupa laba usaha
Rp500.000.000
jumlah penghasilan neto
Rp800.000.000
b. menghitung total PPh terutang
10% x Rp50.000.000 =
Rp 5.000.000
15% x Rp50.000.000 =
Rp 7.500.000
30% x Rp700.000.000 =
Rp210.000.000
Jumlah total PPh yang terutang
Rp222.500.000
c. menghitung PPh maksimal yang bisa dikreditkan
(Rp300.000.000 : Rp800.000.000) x Rp222.500.000 = Rp83.437.500
d. menghitung PPh yang dibayar atau terutang di LN
40% x Rp300.000.000 = Rp120.000.000
Dari perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa PPh pasal 24 yang dapat
dikreditkan adalahRp83.437.500.
Perhitungan PPh pasal 24 jika penghasilan LN berasal dari beberapa negara
PT Kartika berkedudukan di Jakarta pada tahun pajak 2006 memperoleh penghasilan
bersih sebagai berikut:
- di negara A memperoleh penghasilan berupa laba usaha sebesar
Rp200.000.000 (tarif pajak yang berlaku 25%)
- di negara B memperoleh penghasilan berupa laba usaha sebesar
Rp300.000.000 (tarif pajak yang berlaku 30%)
- di negara C memperoleh penghasilan berupa laba usaha sebesar
Rp400.000.000 (tarif pajak yang berlaku 40%)
- di dalam negeri memperoleh laba usaha sebesar Rp100.000.000
a. menghitung total penghasilan kena pajak:
penghasilan dari negara A
Rp 200.000.000
penghasilan dari negara B
Rp 300.000.000
penghasilan dari negara C
Rp 400.000.000
penghasilan dari dalam negeri
Rp 100.000.000
total penghasilan kena pajak
Rp1.000.000.000
b. menghitung total PPh terutang
10% x Rp50.000.000 =
Rp 5.000.000
15% x Rp50.000.000 =
Rp 7.500.000
30% x Rp900.000.000 =
Rp270.000.000
Total pajak terutang
Rp282.500.000
c. menghitung PPh maksimum yang dapat dikreditkan
dari negara A = (Rp200.000.000 : Rp1.000.000.000) x Rp282.500.000 =
Rp56.500.000
dari negara B = (Rp300.000.000 : Rp1.000.000.000) x Rp282.500.000 =
Rp84.750.000*
dari negara C = (Rp400.000.000 : Rp1.000.000.000) x Rp282.500.000 =
Rp113.000.000*

d. menghitung PPh yang dibayar atau terutang di LN
PPh terutang di negara A = 20% x Rp200.000.000 = Rp 40.000.000*
PPh terutang di negara B = 30% x Rp300.000.000 = Rp 90.000.000
PPh terutang di negara C = 40% x Rp400.000.000 = Rp160.000.000
Dari perhitungan di atas kredit pajak luar negeri yang diperbolehkan adalah
Dari negara A
Rp 40.000.000
Dari negara B
Rp 84.750.000
Dari negara C
Rp113.000.000
Total kredit pajak LN
Rp237.750.000
Pengurangan/pengembalian pajak penghasilan luar negeri

Dalam hal terjadi pengurangan atau pengembalian pajak atas penghasilan yang dibayar di LN, sehingga besarnya pajak yang dapat dikreditkan di Indonesia menjadi lebih kecil daripada kredit pajak LN semula, maka selisihnya ditambahkan pada pajak penghasilan yang terutang atas seluruh penghasilan Wp dalam negeri pada tahun terjadinya pengurangan atau pengembalian tersebut.
Perubahan besarnya penghasilan luar negeri

Apabila terjadi perubahan besarnya penghasilan yang berasal dari luar negeri, wajib pajak harus melakukan pembetulan SPT untuk tahun pajak yang bersangkutan dengan melampirkan dikumen yang berkenaan dengan perubahan tersebut.

1. jika karena perubahan tersebut, menyebabkan adanya tambahan penghasilan yang mengakibatkan pajak yang terutang atas penghasilan luar negeri menjadi lebih besar daripada yang dilaporkan dalam SPT tahunan, sehingga pajak yang terutang di LN menjadi kurang bayar, maka terdapat kemungkinan pajak penghasilan di Indonesia juga kurang bayar. Sesuai dengan pasal 8 UU No. 16 tahun 2000 tentang ketentuan Umum dan tatacara perpajakan, apabila WP membetulkan sendiri SPT yang mengakibatkan pajak yang terutang menjadi lebih besar, maka kepadanya dikenakan bunga sebesar 2% sebulan atas jumlah pajak yang kurang dibayar, dihitung sejak saat penyampaian SPT terakhir sampai dengan tanggal pembayaran karena pembetulan SPT tersebut.

2. Apabila karena pembetulan SPT tersebut, menyebabkan penghasilan dan pajak atas penghasilan yang terutang di luar negeri menjadi lebih kecil daripada yang dilaporkan dalam SPT tahunan, sehingga pajak di luar negeri lebih di bayar, yang akan mengakibatkan pajak penghasilan yang terutang di Indonesia menjadi lebih kecil, sehingga pajak penghasilan menjadi lebih dibayar. Atas kelebihan bayar pajak tersebut dapat dikembalikan kepada wajib pajak setelah diperhitungkan dengan utang pajak lainnya.
Contoh:
Berikut ini data yang berhubungan dengan penghitungan PPh pasal 24 pada tahun
2006:
- penghasilan di luar negeri (sesuai SPT)
Rp 800.000.000
- penghasilan dari dalam negeri

Rp1.000.000.000
- penghasilan di luar negeri (setelah koreksi di luar negeri) Rp1.000.000.000
- tarif pajak di luar negeri
40%
- PPh pasal 25
Rp200.000.000
SPT disampaikan pada 30 Maret 2007 dan pembetulan dilakukan pada bulan mei
2007.
PPh sebelum dan sesudah koreksi fiskal di luar negeri adalah sebagai berikut:
SPT
Pembetulan
Penghasilan Luar Negeri
800.000.000
Penghasilan DN

1.000.000.000
Penghasilan Kena Pajak1.800.000.000
PPh terutang:
10% x 50.000.000
= 5.000.000
15% x 50.000.000

= 7.500.000 30% x 1.700.000.000 = 510.000.000 PPh terutang
522.500.000

Kredit pajak LN=
(0,8M : 1,8 M) x
522.500.000=
232.222.222
Harus di bayar
di Indonesia
290.277.778
PPh Psl 25
200.000.000
PPh Psl 29
90.277.778
Penghasilan LN
1.000.000.000
Penghasilan DN
1.000.000.000
Penghasilan KP

2.000.000.000
PPh terutang:
10% x 50.000.000 =
5.000.000
15% x 50.000.000 =

7.500.000 30% x 1.900.000.000 = 570.000.000 PPh terutang
582.500.000
Kredit pajak LN:
(1M : 2M) x
582.500.0
291.250.000
PPh di bayar di Ind
291.250.000
PPh psl 25
200.000.000
PPh psl 29

91.250.000
Masih harus dibayar:
- kekurangan psl 29
972.222
- bunga 2x2%x972.222
38.888,88
1.011.110,88
PPh pasal 24

gendut

Newbie


Location : Padang.
Joined : 13 Oct 2010.
Posts : 14.
04 Jan 2011 16:36 Help Help

1. penghasilan dalam negri.
2. hitung PPh yg hrus dbyar dg pnghsilan gabungan.
3. ambil nilai terendah.
(pajak yg sudah dibyar dluar negri dan di akhiri di indonesia)

gendut

Newbie


Location : Padang.
Joined : 13 Oct 2010.
Posts : 14.
04 Jan 2011 16:39 Help Help

1. penghasilan dalam negri.
2. hitung PPh yg hrus dbyar dg pnghsilan gabungan.
3. ambil nilai terendah.
(pajak yg sudah dibyar dluar negri dan di akhiri di indonesia)

dhie_di

Newbie


Location : Jakarta.
Joined : 28 Jan 2009.
Posts : 4.
12 Jan 2012 23:24 Help Help

mohon maaf untuk rekan tikalesmana, itu contohnya kan pt kartika (badan) koq tarifnya pake yg PTKP yah?? bukanya single 25% uu no 36 th 2008

Halaman 1 dari 1 •  1   • FirsT | PreV | NexT | LasT  •