Forum ORTax

Quick Login :

Pilih Kategori Lainnya :
 

Klik New Topic untuk topik baru, Klik Post Reply untuk membalas.

Help

PPh Orang Pribadi
Berisi semua hal yang berkaitan dengan Pajak Penghasilan Orang Pribadi dan permasalahannya
Topik = 6222 , Bahasan = 52841

Pencetus Pendapat
angelina

Newbie


Location : .
Joined : 05 Mar 2008.
Posts : 63.
12 Dec 2008 09:56

Dear All,
mohon masukannya...untuk masalah teknis berikut:
apabila saya ingin melaporkan SPT 1770S, lalu melampirkan SSP (Surat Setoran Pajak) Nihil, apakah:
1. saya boleh print sendiri dari excel (lengkap 5 lembar SSP - WP,KPPN, KPP,
Bank, Wapung) ?
2. kalo boleh, kertas ukurannya apa ? A4 / F4 / .... ?
3. Kalo misal posisi PPh YMH dibayar bukan nihil,melainkan kurang bayar Rp 200rb,
apakah Bank mengijinkan kita menggunakan SSP Print out dari printer sebanyak
5 lembar di atas ?
atau harus dg SSP dari KPP yang berkarbon, sehingga sekali cetak validasi bisa
langsung terkopi ke tembusan 4 lembar dibelakangnya ?

Thks sebelumnya.

rama

Genuine


Location : Malang.
Joined : 13 Sep 2008.
Posts : 613.
12 Dec 2008 10:22

1. Berdasarkan pengalaman saya, bahwa untuk SPT tahunan yang tidak ada kurang bayarnya atau Nihil tidak wajib melampirkan SSP, dan diterima oleh pihak KPP.
2. Bayar pakai SSP yang buat (print) sendiri tanpa kertas NCR, kalau bayar di kantor pos diterima tetapi kalau bayar di bank (bank BCA) harus menggunakan kertas NCR (yang berkarbon).

angelina

Newbie


Location : .
Joined : 05 Mar 2008.
Posts : 63.
12 Dec 2008 12:55

ok, thks alot rekan rama.
Btw, untuk masalah nihil, apa rekan rama/rekan lainnya ada referensi aturan yang menyatakan bahwa tidak perlu melampirkan SSP Nihil Pada SPT Tahunan ?

Thks.

suyanto99

Genuine


Location : .
Joined : 03 May 2008.
Posts : 947.
12 Dec 2008 13:19

Kebetulan kasusnya sama dengan kasus anak perusahaan dalam group kami. Biasanya kami melampirkan SSP lembar ke 3 yang dicetak di kertas A4. Hanya di tanda-tangani oleh WP dan diberi cap perusahaan.
Salam ORTax...

wiguna

Senior


Location : .
Joined : 05 Mar 2008.
Posts : 328.
12 Dec 2008 13:21

Maaf, sepengetahuan saya bank mau menerima SSP print sendiri dari excel. KPP sendiri pun tidak ada larangan, sepanjang bentuk dan isi SSP yang dicetak sama dengan yang NCR.

suyanto99

Genuine


Location : .
Joined : 03 May 2008.
Posts : 947.
12 Dec 2008 13:32

Originaly posted by wiguna:
Maaf, sepengetahuan saya bank mau menerima SSP print sendiri dari excel. KPP sendiri pun tidak ada larangan, sepanjang bentuk dan isi SSP yang dicetak sama dengan yang NCR.

Semuanya tergantung pada kebijakan bank. Ada bank yang masih mau menerima SSP yang non carbonize sedangkan ada yang tidak. Karena pihak bank merasa direpotkan dengan harus menvalidasi sampai 5 kali untuk 1 lembar SSP. Meskipun sebenarnya terdapat solusi yaitu dapat diselipkan karbon diantara SSP tsb.
Salam ORTax...

r.prast

Senior


Location : Purwokerto.
Joined : 03 Nov 2008.
Posts : 440.
12 Dec 2008 14:23

hanya menambahkan saja ,,,
semua cara yang di sebutkan oleh rekan2 ortax bisa kok ,,,
enaknya sech pake NCR ,,,
biar TTD nya cuma sekali ,,, and ndak perlu nyelipinkarbon lagi ,,,

salam,

masali516

Newbie


Location : Jepara.
Joined : 11 Dec 2008.
Posts : 32.
12 Dec 2008 14:36

Pasal 3 - Peraturan Dirjen Pajak No. PER-22/PJ/2008 :

(1) Pembayaran pajak harus dilakukan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) atau sarana administrasi lain yang disamakan dengan Surat Setoran Pajak.
(2) SSP atau sarana administrasi lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai bukti pembayaran pajak apabila telah disahkan oleh pejabat kantor penerima pembayaran yang berwenang atau apabila telah mendapatkan validasi.
(3) SSP atau sarana administrasi lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dianggap sah apabila telah divalidasi dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN).
(4) Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) adalah nomor yang tertera pada bukti penerimaan negara yang diterbitkan melalui Modul Penerimaan Negara (MPN).
(5) Modul Penerimaan Negara (MPN) adalah modul penerimaan yang memuat serangkaian prosedur mulai dari penerimaan, penyetoran, pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran sampai dengan pelaporan yang berhubungan penerimaan negara dan merupakan bagian dari Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara.

Kesimpulannya:
1. Boleh saja SSP print sendiri, Diterima tidaknya tergantung bank persepsi, aturannya sendiri membolehkan, kalo ada yg nolak itu kebijakannya bank sendiri "GAK MAU REPOT";

2. Kalau liat aturannya : --> Bahkan cara bodohnya hanya dengan menunjukkan kertas coretan dengan Data NPWP, KODE MAP-KJS, Jumlah (Rupiah), masa/tahun pajak itu sudah cukup. karena hasil printout dari pos/bank itu sudah sah dan diakui oleh KPP (kalau KPP nolak, protes aja tunjukkan petugasnya pada aturan tsb).

Bravo "PARA DONATUR APBN" !!!!

AriAriyani

Junior


Location : Indonesia.
Joined : 16 Oct 2008.
Posts : 137.
12 Dec 2008 14:51

Bank-bank persepsi memang banyak yang seenaknya saja. Bayar pajak untuk kepentingan negara koq dibikin susah. Banyak bank yg mengharuskan pakai SSP yang NCR. Ada lagi yang hanya mau melayani 4-5 SSP utk satu orang. Lha ya kita yang mau bayar pajak sunset jadi repot. Bawa 6 SSP yg diterima cuma 4 SSP, lainnya disuruh bayar di bank lain.

Bagaimana ini bapak dirjen?

juni

Genuine


Location : Danau Singkarak.
Joined : 21 Jan 2008.
Posts : 1238.
12 Dec 2008 15:01

Originaly posted by AriAriyani:
Bagaimana ini bapak dirjen?


TERLALU...

Halaman 1 dari 2 •  1  2   • FirsT | PreV | NexT | LasT  •