Forum ORTax

Quick Login :

Pilih Kategori Lainnya :
 

Klik New Topic untuk topik baru, Klik Post Reply untuk membalas.

Help

Lain-lain
Menampung semua hal diluar kategori yang sudah ada
Topik = 7099 , Bahasan = 47411

Pencetus Pendapat
mtmrfin

Newbie


Location : Bandung.
Joined : 06 Oct 2010.
Posts : 40.
28 Oct 2010 11:11

Saya mendapatkan info, untuk dokumen invoice dengan nominal >Rp. 500.000,- diharuskan menggunakan materai senilai Rp. 6.000,- sedangkan di bawah Rp. 500.000,- menggunakan materai senilai Rp. 3.000,-

Benar demikian?
minta peraturan yang berkaitan.

Trims

hanif

Genuine


Location : Padang Dan Semarang.
Joined : 05 Nov 2007.
Posts : 20392.
28 Oct 2010 11:15

Dapet info menyesatkan dari mana tuh?



Salam

t3ddy

Genuine


Location : Jakarta Barat.
Joined : 19 Mar 2010.
Posts : 698.
28 Oct 2010 11:40

Originaly posted by mtmrfin:
Saya mendapatkan info, untuk dokumen invoice dengan nominal >Rp. 500.000,- diharuskan menggunakan materai senilai Rp. 6.000,- sedangkan di bawah Rp. 500.000,- menggunakan materai senilai Rp. 3.000,-


invoice s/d 1 jt menggunakan materai 3.000 diatas 1 jt menggunakan materai 6.000

mtmrfin

Newbie


Location : Bandung.
Joined : 06 Oct 2010.
Posts : 40.
28 Oct 2010 12:08

ia ada yang bilang sama saya, tapi lihat di peraturan ortax belum ada historis terbaru. Makanya ingin dijelaskan. Trims semua :)

lingga

Genuine


Location : Di Rumah Eyang.
Joined : 13 Dec 2008.
Posts : 2075.
28 Oct 2010 12:10

Originaly posted by hanif:
Dapet info menyesatkan dari mana tuh?

sekarang banyak aliran sesat.. sudah sampe kepajak juga... busettt...
hati-hati... waspada lah..

pisss :-)

budisasongko

Senior


Location : Jl.sudirman61padang.
Joined : 12 Oct 2009.
Posts : 461.
28 Oct 2010 14:22

Aliran sesat nanti akan iberantas pak hanif, Insya Allah, he he, salam

t3ddy

Genuine


Location : Jakarta Barat.
Joined : 19 Mar 2010.
Posts : 698.
28 Oct 2010 16:43

Originaly posted by lingga:
sekarang banyak aliran sesat.. sudah sampe kepajak juga... busettt...
hati-hati... waspada lah..


Originaly posted by budisasongko:
Aliran sesat nanti akan iberantas pak hanif, Insya Allah, he he, salam


kedua rekan senior kita ini bukan nya membantu malah membahas yg lain.

stif_male

Senior


Location : Jakarta.
Joined : 23 Jan 2009.
Posts : 477.
28 Oct 2010 17:05

UU Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai :
BAB II
OBYEK, TARIF, DAN YANG TERHUTANG BEA METERAI

Pasal 2

(1) Dikenakan Bea Meterai atas dokumen yang berbentuk :

Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata;

akta-akta notaris termasuk salinannya;

akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah termasuk rangkap-rangkapnya;

surat yang memuat jumlah uang lebih dari Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) :
1) yang menyebutkan penerimaan uang;
2) yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di bank;
3) yang berisi pemberitahuan saldo rekening di bank;
4) yang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan;

surat berharga seperti wesel, promes, aksep, dan cek yang harga nominalnya lebih dari Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah);

efek dengan nama dan dalam bentuk apapun, sepanjang harga nominalnya lebih dari Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah).

(2)
Terhadap dokumen sebagaimana dalam ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, dan huruf f dikenakan Bea Meterai dengan tarif sebesar Rp.1.000,- (seribu rupiah).

(3) Dikenakan pula Bea Meterai sebesar Rp.1000,- (seribu rupiah) atas dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka Pengadilan:

surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan;

surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya, jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain, lain dari maksud semula;

(4) Terhadap dokumen sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf d, huruf e, dan huruf f, yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) tetapi tidak lebih dari Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) dikenakan Bea Meterai dengan tarif Rp.500,- (lima ratus rupiah) dan apabila harga nominalnya tidak lebih dari Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) tidak terhutang Bea Meterai.

t3ddy

Genuine


Location : Jakarta Barat.
Joined : 19 Mar 2010.
Posts : 698.
28 Oct 2010 17:49

Originaly posted by stif_male:
(4) Terhadap dokumen sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf d, huruf e, dan huruf f, yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) tetapi tidak lebih dari Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) dikenakan Bea Meterai dengan tarif Rp.500,- (lima ratus rupiah) dan apabila harga nominalnya tidak lebih dari Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) tidak terhutang Bea Meterai.


tarif materai nya sudah kadarluasa rekan stif.

lingga

Genuine


Location : Di Rumah Eyang.
Joined : 13 Dec 2008.
Posts : 2075.
28 Oct 2010 20:44

Originaly posted by t3ddy:
kedua rekan senior kita ini bukan nya membantu malah membahas yg lain.

serius amat rekan.. santai aja,

baiklah saya coba bantu ya...

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 24 TAHUN 2000

TENTANG

PERUBAHAN TARIF BEA METERAI DAN BESARNYA BATAS
PENGENAAN HARGA NOMINAL YANG DIKENAKAN BEA METERAI

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

a. bahwa dalam rangka pembangunan nasional maka peran serta segenap masyarakat perlu ditingkatkan
dalam menghimpun dana pembiayaan yang sumbernya sebagian besar dari sektor perpajakan;
b. besarnya tarif Bea Meterai dan besarnya batas pengenaan harga nominal yang dikenakan Bea Meterai
yang berlaku sekarang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan sosial ekonomi masyarakat;
c. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas, dipandang perlu untuk mengatur kembali mengenai
besarnya tarif Bea Meterai dan besarnya batas pengenaan harga nominal yang dikenakan Bea Meterai;

Mengingat :

1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;
2. Undang-undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai (Lembaran Negara Tahun 1985 Nomor 69,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3313);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERUBAHAN TARIF BEA METERAI DAN BESARNYA
BATAS PENGENAAN HARGA NOMINAL YANG DIKENAKAN BEA METERAI.


Pasal 1

Dokumen yang dikenakan Bea Meterai berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai
adalah dokumen yang berbentuk :
a. surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat
pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata;
b. akta-akta Notaris termasuk salinannya;
c. akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) termasuk rangkap-rangkapnya;
d. surat yang memuat jumlah uang, yaitu :
1) yang menyebutkan penerimaan uang;
2) yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di Bank;
3) yang berisi pemberitahuan saldo rekening di Bank; atau
4) yang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau
diperhitungkan;
e. surat berharga seperti wesel, promes, dan aksep; atau
f. dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka Pengadilan, yaitu :
1) surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan;
2) surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya, jika digunakan
untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain, selain dari maksud semula.


Pasal 2

(1) Dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huruf a, huruf b, huruf e, dan huruf f dikenakan Bea
Meterai dengan tarif Rp 6.000,00 (enam ribu rupiah).
(2) Dokumen sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 huruf d dan huruf e :
a. yang mempunyai harga nominal sampai dengan Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu
rupiah), tidak dikenakan Bea Meterai;
b. yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)
sampai dengan Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), dikenakan Bea Meterai dengan tarif
sebesar Rp 3.000,00 (tiga ribu rupiah);
c. yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), dikenakan Bea
Meterai dengan tarif sebesar Rp 6.000,00 (enam ribu rupiah).


Pasal 3

Cek dan Bilyet Giro dikenakan Bea Meterai dengan tarif sebesar Rp 3.000,00 (tiga ribu rupiah) tanpa batas
pengenaan besarnya harga nominal.


Pasal 4

(1) Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang mempunyai harga nominal sampai dengan
Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah) dikenakan Bea Meterai dengan tarif sebesar Rp 3.000,00 (tiga ribu
rupiah), sedangkan yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah)
dikenakan Bea Meterai dengan tarif sebesar Rp 6.000,00 (enam ribu rupiah).
(2) Sekumpulan efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang tercantum dalam surat kolektif yang
mempunyai jumlah harga nominal sampai dengan Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah) dikenakan Bea
Meterai dengan tarif sebesar Rp 3.000,00 (tiga ribu rupiah) sedangkan yang mempunyai harga nominal
lebih dari Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah) dikenakan Bea Meterai dengan tarif sebesar Rp 6.000,00
(enam ribu rupiah).


Pasal 5

Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah ini, maka Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun
1995 tentang Perubahan Tarif Bea Meterai, dinyatakan tidak berlaku.


Pasal 6

Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan Peraturan Pemerintah ini ditetapkan oleh Menteri Keuangan.


Pasal 7

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal 1 Mei 2000.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan
penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.




Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 20 April 2000
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

ABDURRAHMAN WAHID

Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 20 April 2000
Pj. SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

BONDAN GUNAWAN



LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2000 NOMOR 51





PENJELASAN
ATAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 24 TAHUN 2000

TENTANG

PERUBAHAN TARIF BEA METERAI DAN BESARNYA BATAS
PENGENAAN HARGA NOMINAL YANG DIKENAKAN BEA METERAI


UMUM

Negara Republik Indonesia adalah negara hukum berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang
menjunjung tinggi hak dan kewajiban yang sama kepada semua Warga Negara untuk berperan serta dalam
pembangunan.

Dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi dan untuk meningkatkan keikutsertaan segenap
warga masyarakat untuk berperan serta menghimpun dana pembangunan, maka salah satu cara dalam
mewujudkannya adalah dengan memenuhi kewajiban pembayaran Bea Meterai atas dokumen-dokumen
tertentu yang digunakan.

Besarnya tarif Bea Meterai yang berlaku sekarang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan sosial
ekonomi masyarakat sehingga perlu dilakukan penyesuaian yang wajar. Sesuai dengan Pasal 3 Undang-undang
Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai, dengan Peraturan Pemerintah dapat ditetapkan besarnya tarif
Bea Meterai dan besarnya batas pengenaan harga nominal yang dikenakan Bea Meterai, dapat ditiadakan,
diturunkan, dinaikkan setinggi-tingginya 6 (enam) kali.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka perlu diatur kembali mengenai besarnya tarif Bea Meterai dan
besarnya batas pengenaan harga nominal yang dikenakan Bea Meterai dengan Peraturan Pemerintah.


PASAL DEMI PASAL

Pasal 1

Huruf a

Pihak-pihak yang memegang surat perjanjian atau surat-surat lainnya tersebut, dibebani
kewajiban untuk membayar Bea Meterai atas surat perjanjian atau surat-surat yang
dipegangnya.

Yang dimaksud surat-surat lainnya pada huruf a ini antara lain surat kuasa, surat hibah, dan
surat pernyataan.

Huruf b

Cukup jelas

Huruf c

Cukup jelas

Huruf d dan huruf e

Jumlah uang ataupun harga nominal yang disebut dalam huruf d dan huruf e ini juga meliputi
jumlah uang ataupun harga nominal yang dinyatakan dalam mata uang asing.

Untuk menentukan nilai rupiahnya, maka jumlah uang atau harga nominal tersebut dikalikan
dengan nilai tukar (kurs) yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan yang berlaku pada saat
dokumen itu dibuat, sehingga dapat diketahui apakah dokumen tersebut dikenakan atau tidak
dikenakan Bea Meterai.

Huruf f

Ketentuan ini dimaksudkan untuk mengenakan Bea Meterai atas surat-surat yang semula tidak
kena Bea Meterai, tetapi karena kemudian digunakan sebagai alat pembuktian di muka
pengadilan, maka lebih dahulu harus dilakukan pemeteraian kemudian.

Angka 1)

Surat-surat yang dimaksud huruf f angka 1 ini tidak untuk tujuan sesuatu pembuktian,
misalnya seseorang mengirim surat biasa kepada orang lain untuk menjualkan sebuah
barang. Surat semacam ini pada saat dibuat tidak kena Bea Meterai, tetapi apabila
kemudian dipakai sebagai alat pembuktian di muka pengadilan, maka terlebih dahulu
dilakukan pemeteraian kemudian.

Surat-surat kerumahtanggaan, misalnya daftar harga barang. Daftar ini dibuat tidak
dimaksudkan untuk digunakan sebagai alat pembuktian, oleh karena itu tidak
dikenakan Bea Meterai. Apabila kemudian ada sengketa dan daftar harga barang ini
digunakan sebagai alat pembuktian, maka daftar harga ini terlebih dahulu dilakukan
pemeteraian kemudian.

Angka 2)

Surat-surat yang dimaksud dalam huruf f angka 2 ini ialah surat-surat yang karena
tujuannya tidak dikenakan Bea Meterai, tetapi apabila tujuannya kemudian diubah
maka surat yang demikian itu dikenakan Bea Meterai.

Misalnya tanda penerimaan uang yang dibuat dengan tujuan untuk keperluan intern
organisasi tidak dikenakan Bea Meterai. Apabila kemudian tanda penerimaan uang
tersebut digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan, maka tanda
penerimaan uang tersebut harus dilakukan pemeteraian kemudian terlebih dahulu.

Pasal 2

Ayat (1)

Dokumen sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 ayat (1) yang dikenakan Bea Meterai dengan
tarif Rp 6.000,00 (enam ribu rupiah) adalah dokumen yang semula berdasarkan Undang-
undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai dikenakan Bea Meterai dengan tarif
sebesar Rp 1.000,00 (seribu rupiah). Kemudian dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun
1995 tentang Perubahan Tarif Bea Meterai dikenakan Bea Meterai dengan tarif sebesar
Rp 2.000,00 (dua ribu rupiah).

Ayat (2)

Huruf a

Dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf a yang tidak dikenakan
Bea Meterai adalah dokumen yang semula berdasarkan Undang-undang Nomor 13
Tahun 1985 tentang Bea Meterai dikenakan Bea Meterai dengan tarif sebesar
Rp 500,00 (lima ratus rupiah). Kemudian dengan Peraturan Pemeri

Halaman 1 dari 2 •  1  2   • FirsT | PreV | NexT | LasT  •