Forum ORTax

Quick Login :

Pilih Kategori Lainnya :
 

Klik New Topic untuk topik baru, Klik Post Reply untuk membalas.

Help

Lain-lain
Menampung semua hal diluar kategori yang sudah ada
Topik = 7154 , Bahasan = 47609

Pencetus Pendapat
kacang

Senior


Location : Semarang.
Joined : 06 Oct 2009.
Posts : 320.
17 Sep 2010 16:24

dear rekan ortax,

misalnya anak perusahaan meminjamkan dana ke anak perusahaan lain ( masih satu induk perusahaan ). apakah atas pinjaman tersebut apakah boleh dikenakan bunga pinjama ? lalu bagaimana perlakuan pajaknya atas bunga tsb apakah dikenakan PPh ?

thx

kong

Senior


Location : Jakarta.
Joined : 29 Jun 2010.
Posts : 499.
17 Sep 2010 16:26

Originaly posted by kacang:
misalnya anak perusahaan meminjamkan dana ke anak perusahaan lain ( masih satu induk perusahaan ). apakah atas pinjaman tersebut apakah boleh dikenakan bunga pinjama ? lalu bagaimana perlakuan pajaknya atas bunga tsb apakah dikenakan PPh ?

sebaikanya dikenakan bunga dan potong pph 23.

handokotjk

Genuine


Location : Balikpapan.
Joined : 09 Aug 2010.
Posts : 604.
17 Sep 2010 22:31

Originaly posted by kong:
sebaikanya dikenakan bunga dan potong pph 23.

Setuju...

Salam.

dennykasan

Senior


Location : Jakarta.
Joined : 07 Jul 2010.
Posts : 478.
17 Sep 2010 23:35

Originaly posted by kacang:
apakah atas pinjaman tersebut apakah boleh dikenakan bunga pinjama ?

hal yang lazim memang dikenakan bunga pinjaman.

Originaly posted by kacang:
lalu bagaimana perlakuan pajaknya atas bunga tsb apakah dikenakan PPh ?

atas bunga pinjaman dari WP badan ke WP badan terutang PPh ps 23.

dennykasan

Senior


Location : Jakarta.
Joined : 07 Jul 2010.
Posts : 478.
17 Sep 2010 23:38

Originaly posted by kacang:
lalu bagaimana perlakuan pajaknya atas bunga tsb apakah dikenakan PPh ?

-atas pembayaran bunga pinjaman dari WP badan ke WP badan terutang PPh ps 23 (tarif 15%)
-atas pembayaran bunga pinjaman dari WP badan ke WP OP terutang PPh ps 4 ayt 2 (tarif 10%)

handokotjk

Genuine


Location : Balikpapan.
Joined : 09 Aug 2010.
Posts : 604.
17 Sep 2010 23:42

Originaly posted by dennykasan:
-atas pembayaran bunga pinjaman dari WP badan ke WP badan terutang PPh ps 23 (tarif 15%)
-atas pembayaran bunga pinjaman dari WP badan ke WP OP terutang PPh ps 4 ayt 2 (tarif 10%)

Rekan dennykasan, apakah kalau pinjaman afilliasi ini dianggap sebagai pinjaman sementara (talangan dana sementara). hal ini bisa diperlakukan?

Mohon pencerahannya.

Salam.

dennykasan

Senior


Location : Jakarta.
Joined : 07 Jul 2010.
Posts : 478.
17 Sep 2010 23:56

Ada dua kriteria secara umum mengenai transaksi hutang piutang antar cabang perusahaan:
1. Transaksi hutang piutang tanpa bunga
2. Transaksi hutang piutang dengan bunga

Originaly posted by handokotjk:
apakah kalau pinjaman afilliasi ini dianggap sebagai pinjaman sementara (talangan dana sementara). hal ini bisa diperlakukan?

Menurut saya transaksi ini termasuk dalam kriteria yang pertama, tidak ada unsur bunga-nya karena bersifat "dana talangan sementara". Jika jumlah hutang ini masih menggantung di neraca pada akhir tahun, maka harus dilaporkan dalam lampiran pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa dalam SPT Tahunan PPh Badan..
Lain halnya dengan hutang piutang antar cabang perusahaan yang memiliki unsur bunga pinjaman. Bunga pinjaman harus menggunakan tarif yang wajar (umumnya maksimal 20%), jika melebihi tarif tersebut dan jumlahnya sangat material biasanya akan dikoreksi oleh fiskus (indikasi praktek transfer pricing).
salam rekan...

handokotjk

Genuine


Location : Balikpapan.
Joined : 09 Aug 2010.
Posts : 604.
18 Sep 2010 00:07

Originaly posted by dennykasan:
Menurut saya transaksi ini termasuk dalam kriteria yang pertama, tidak ada unsur bunga-nya karena bersifat "dana talangan sementara". Jika jumlah hutang ini masih menggantung di neraca pada akhir tahun, maka harus dilaporkan dalam lampiran pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa dalam SPT Tahunan PPh Badan..

rekan denny, rekan kacang nggak secara implisit menjelaskan mengenai status hutang pihutang tersebut, tapi prinsip dasarnya saya sepakat dengan pandangan anda mengenai hal tersebut, tapi ....................

Originaly posted by dennykasan:
Bunga pinjaman harus menggunakan tarif yang wajar (umumnya maksimal 20%), jika melebihi tarif tersebut dan jumlahnya sangat material biasanya akan dikoreksi oleh fiskus (indikasi praktek transfer pricing).

Ini perlu dipertanyakan, apakah nggak ngikuti tingkat bunga kredit bank yang berlaku pada saat itu, kalau dimaksimalkan 20 %, ternyata dalam perkembangan yang ada, suku bunga antar bank sudah tinggi (rendah), apa angka 20 % itu nggak jadi masalah?.

Salam.

dennykasan

Senior


Location : Jakarta.
Joined : 07 Jul 2010.
Posts : 478.
18 Sep 2010 00:23

Originaly posted by handokotjk:
Ini perlu dipertanyakan, apakah nggak ngikuti tingkat bunga kredit bank yang berlaku pada saat itu, kalau dimaksimalkan 20 %, ternyata dalam perkembangan yang ada, suku bunga antar bank sudah tinggi (rendah), apa angka 20 % itu nggak jadi masalah?

Sekilas ilustrasi dalam SE Dirjen No.04/PJ.7/1993 (berlaku sampai saat ini):

Kekurang-wajaran pembebanan bunga atas pemberian pinjaman oleh pemegang saham
Contoh :
H Ltd di Hongkong memiliki 80% saham PT. C dengan modal yang belum disetor sebesar Rp. 200 juta. H Ltd juga memberikan pinjaman sebesar Rp. 500 juta dengan bunga 25% atau Rp. 125 juta setahun. Tingkat bunga setempat yang berlaku adalah 20%.
Perlakuan perpajakan :
(a) Penentuan kembali jumlah utang PT. C. Pinjaman sebesar Rp. 200 juta dianggap sebagai penyetoran modal terselubung, sehingga besarnya hutang PT. C yang dapat diakui adalah sebesar Rp. 300 juta ( RP. 500 juta - Rp. 200 juta ).
(b) Perhitungan Pajak Penghasilan. Bagi PT. C pengurangan biaya bunga yang dapat dibebankan adalah Rp. 60 juta (20% x Rp. 300 juta) yang berarti koreksi positif penghasilan kena pajak. Selisih Rp. 65 juta (Rp. 125 juta - Rp. 60 juta) dianggap sebagai pembayaran dividen ke luar negeri yang dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 26 sebesar 20% atau dengan tarif sesuai dengan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda yang berlaku.

Menurut saya tarif efektif yang wajar atas bunga pinjaman berdasarkan fiskal sampai saat ini belum ada standarnya, pada contoh-contoh kasus tarif efektif adalah maksimal 20%, jika lebih dari itu biasanya fiskus menganggap ada unsur pembayaran dividen secara terselubung..
sekadar pendapat..
salam rekan...

handokotjk

Genuine


Location : Balikpapan.
Joined : 09 Aug 2010.
Posts : 604.
18 Sep 2010 00:43

Originaly posted by dennykasan:
Menurut saya tarif efektif yang wajar atas bunga pinjaman berdasarkan fiskal sampai saat ini belum ada standarnya, pada contoh-contoh kasus tarif efektif adalah maksimal 20%, jika lebih dari itu biasanya fiskus menganggap ada unsur pembayaran dividen secara terselubung..

Pada dasarnya saya memahami apa yang rekan denny maksudkan, tapi, apakah lebih wajar kalau kita mengikuti perkembangan tingkat bunga SBI dan tingkat bunga pinjaman Bank yang berlaku.

Salam.

Halaman 1 dari 2 •  1  2   • FirsT | PreV | NexT | LasT  •