Forum ORTax

Quick Login :

Pilih Kategori Lainnya :
 

Klik New Topic untuk topik baru, Klik Post Reply untuk membalas.

Help

Akuntansi Pajak
Berisi semua hal yang berkaitan dengan Akuntansi Pajak dan permasalahannya
Topik = 1589 , Bahasan = 12397

Pencetus Pendapat
emputantular

Newbie


Location : .
Joined : 07 Apr 2008.
Posts : 42.
12 Oct 2010 13:15

Karena sudah baca sebagian besar kasusnya sekalian Saya tanggapi yang ini:
Originaly posted by handokotjk:
Originaly posted by phoska:
Nah, inilah fungsinya penjelasan PSAK 30 paragraf 16, kita wajib menghitung sendiri, membuat tabel sendiri,

Rekan phoska, apakah kalau tingkat bunganya tidak diketahui, maka bisa dibuatkan tabel angsuran pokok dan bunga ?,


Tingkat bunga memang kadang tidak diketahui oleh lesse tetapi pasti lessor mengetahui bunga yang dia kenakan atas skema pembiayaan tersebut....
Makanya di PSAK 30 dikenal 2 jenis tingkat bunga yaitu implicit rate dan incremental borrowing rate...
Implicit rate adalah yg dipakai lessor dalam perhitungan seperti jawaban saya pada kasus sebelumnya secara praktis dapat dihitung:
Pokok= Rp840 juta
Angsuran = 60 kali
Nilai Angsuran Rp19 juta
Bunga Total Rp 300 jt
Maka bunga bisa dihitung sebesar 1,06% inilah implicit rate...

Dalam hal lesse tidak mengetahui implicit rate maka dapat digunakan incremental borrowing rate yaitu tingkat bunga jika lesse meminjam uang ke bank untuk membeli aktiva dengan nilai yang sama... Secara praktis ini dapat diperoleh dari bank tempat lesse biasa meminjam.... Biasanya ini lebih tinggi...
Hal di atas sesuai PSAK 30 par 16...

Originaly posted by handokotjk:
Originaly posted by phoska:
terus biaya awal dari perjanjian lease seperti notarisa dll, menurut SAK dikapitalisasi

Dikapitalisasi kemana, ke aktive tetap SGU?.

Iya betul ke Aktiva SGU sesuai ketentuan PSAK 30 par 16.. Kalimat terakhir berbunyi..."Biaya langsung awal yang dikeluarkan lesse ditambahkan ke dalam jumlah yang diakui sebagai aset".
Dalam par 4 mengenai definisi dijelaskan bahwa Biaya langsung awal adalah biaya-biaya tambahan yang terjadi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan negoisasi dan pengaturan sewa, kecuali biaya-biaya yang dikeluarkan oleh lessor pabrikan atau lessor dealer.

Demikian harap maklum.

Regards,


(Empu)

handokotjk

Genuine


Location : Balikpapan.
Joined : 09 Aug 2010.
Posts : 604.
13 Oct 2010 20:08

Originaly posted by emputantular:
Nilai residu tidak bisa begitu saja disamakan dengan hak opsi, dalam PSAK 30 dijabarkan ketentuan mengenai hak opsi bagi lesse dengan nilai pembayaran diperkirakan lebih rendah dari nilai wajar aktiva saat hak opsi dieksekusi

Rekan emputantular, yang anda ingin tegaskan disini artinya dalam hal pencatatan secara akuntansi (PSAK 30).Hal ini sesuai dengan :
Originaly posted by emputantular:
Perhitungan Penyusutan.........
Sesuai par 23 PSAK 30 jika lesse memiliki keyakinan bahwa aktiva akan dimiliki (diindikasikan dengan nilai hak opsi lebih rendah dari nilai wajar aktiva setelah 5 th) maka disusutkan selama umur manfaat aktiva...
Aktiva SGU = Rp971,34 jt..... nilai sisa tidak diketahui atau diasumsikan Rp0 (bukan sebesar hak opsi seperti penjelasan di atas)

Yang saya bahas sebelumnya (sesuai kutipan anda) adalah mengenai hak opsi secara PPh.
Memang dalam pebahasan sebelumnya, belum dibahas masalah penentuan nilai residu, saya apreciate sekali dengan penjelasan rekan emputantular, ada beberapa point (mengenai implementasi PSAK) yang jadi masukan bagi saya, thanks.

Salam.

hyppocrates

Newbie


Location : Makassar.
Joined : 31 Oct 2010.
Posts : 8.
31 Oct 2010 20:41

maaf sya mau tanya,, bagaimana pencatatannya baik bagi lessor maupun bagi lesse terhdap aktiva yg disewaguna usahakan. dari sisi akuntansi perusahaan maupun dari sisi pajak...??
makasih....

hyppocrates

Newbie


Location : Makassar.
Joined : 31 Oct 2010.
Posts : 8.
31 Oct 2010 20:47

maksud sy pencatatan di neraca bagi lesse maupun bagi lessor???
dari segi SAK maupun pajak.

trimakasih..............

naftali2706

Newbie


Location : Jakarta.
Joined : 24 Feb 2011.
Posts : 2.
08 Mar 2011 09:50

Salam kenal rekan2 sekalian. saya mohon diinformasikan jurnal PPN masukan pada saat pembelian dengan cara capital leasing nya bagaimana yah? thx

anggakucing

Newbie


Location : Tg Priok.
Joined : 24 Feb 2011.
Posts : 33.
10 Mar 2011 10:55

permisi..maav saya mw bertanya kepada senior2 sekalian..
saya mau bertanya, saya lagi melakukan koreksi fiskal di dalam laporan audit.di dalamnya saya menemukan hal koreksi beda tetap yaitu Penyusutan Aktiva Tetap Leasing (selisih angsuran dan penyusutan).apakah pengertian hal tersebut????terus apakah ada perlakuan khusus atas koreksi fiska aktiva tetap leasing???mhon dibantu y pak..yhx

twister899

Newbie


Location : Jakarta.
Joined : 22 Dec 2009.
Posts : 1.
22 Jun 2011 15:40

Mohon bantuannya, saya masih kebingungan bagaimana mencatat jurnal pembelian mobil utk direktur secara kredit. Pertama sekali perusahaan membayar sebesar Rp.111.672.762 yang terdiri dari :
U/m mobil Rp.93.210.000,-
Cicilan I Rp.10.058.912,-
Premi asuransi Rp.7.922.850,-
Biaya polis & adm Rp.481.000,-
Selanjutnya tiap bulan akan dibayar sebesar Rp.10.058.912,- selama 23x.
Terima kasih.

rudirjv

Junior


Location : Tangerang.
Joined : 16 Dec 2009.
Posts : 178.
09 Sep 2011 17:03

Originaly posted by phoska:
Jika entitas tidak menerapkan PSAK No. 30 tentang SGU, tidak melanggar ketentuan perpajakan. Namun jika laporan keuangan diaudit oleh Akuntan Publik dan entitas tidak menerapkan PSAK No. 30 namun menerapkan akuntansi pajak, akan berpengaruh pada opini atas laporan keuangan tsb, namun tidak berpengaruh terhadap aspek perpajakannya.



rekan ....phoska sepanjang pemahaman saya....apakah gak sebaiknya kita menerapkan PSAK 30 tentang SGU, kemudian kita lakukan koreksi Negatif....beban leasing....? dan bukannya yang seperti itu sdh biasa dilakukan dalam dunia akuntansi dan pajak. Artinya kita tetap melakukan pembukuan sesuai dengan PSAK adapun setiap perbedaan antara Fiskal dan kokersial bisa dijembatani dengan Koreksi Fiskal..?

dengan demikian kita tetap dapat mejalankan dua dua nya PSAK kita ikuti dan pajak juga kita ikuti.......

Kalau kita tidak ikuti PSAK 30 dan berpengaruh terhadap opini, bukankan itu MASALAH BESAR jika kita lihat dari sisi prospektif bisnis? contoh : apabila suatu perusahaan sudah masuk bursa dan tidak menerapkan PSAK dengan OPINI WAJAR DENGAN PENGECUALIAN bukankah itu dapat bedampak terhadap harga saham...?........pls advice....

Halaman 13 dari 13 •  11  12  13   • FirsT | PreV | NexT | LasT  •