Forum ORTax

Quick Login :

Pilih Kategori Lainnya :
 

Klik New Topic untuk topik baru, Klik Post Reply untuk membalas.

Help

PPN dan PPnBM
Berisi semua hal yang berkaitan dengan Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan permasalahannya
Topik = 11971 , Bahasan = 93681

Pencetus Pendapat
priyo19

Newbie


Location : Malang.
Joined : 04 Sep 2008.
Posts : 29.
06 Aug 2010 09:19

Kalau mengamati keterangan dari rekan winter, jelas bahwa setiap akhir bulan perusahaan mengajukan klaim penggantian atas ongkos angkut. Transaksi ini terutang PPN. Sehingga dalam setiap tagihan klaim penggantian ongkos angkut kepada main dealer, rekan winter harus menambahkan PPN 10%.
Kalau sekarang saudara winter sedang diperiksa, kemungkinan besar pemeriksa akan menerbitkan SKPKB atas transaksi tersebut plus denda keterlambatan pembayaran PPN sebesar 2% per bulan.

winter

Junior


Location : Palembang.
Joined : 01 May 2010.
Posts : 107.
06 Aug 2010 11:02

rekan priyo bisa kasih tau ga dasar hukumnya apa sehingga atas penggantian ongkos angkut kena PPN...

sammi

Genuine


Location : Jakarta.
Joined : 22 Apr 2010.
Posts : 1516.
06 Aug 2010 16:03

Menurut saya transaksi ini terutang PPN karena transaksi ini tidak dapat dikategorikan sebagai penggantian. Klausul penggantian dapat dilihat pada angka 2 huruf d SE-53 tahun 2009

semoga bermanfaat.

winter

Junior


Location : Palembang.
Joined : 01 May 2010.
Posts : 107.
07 Aug 2010 08:38

rekan sammi punya ga SE-53 tahun 2009...bagi2 ke saya ya...thanks masukannya

priyo19

Newbie


Location : Malang.
Joined : 04 Sep 2008.
Posts : 29.
08 Aug 2010 14:41

Rekan winter dasar hukumnya adalah UU no. 42 Tahun 2010. Biaya kirim barang ini khan seharusnya beban main dealer. Namun kemudian ada opsi bahwa dealer bisa mengambil sendiri dan kemudian biayanya diklaimkan ke main dealer. Penggantian biaya angkut ini masuk dalam kategori "penggantian" yang terutang ppn.

junjungansitohang

Genuine


Location : Jakarta.
Joined : 30 Dec 2009.
Posts : 5629.
09 Aug 2010 00:21

Originaly posted by winter:
perusahaan kami adalah dealer yg membeli motor ke main dealer untuk dijual kembali...motor tsb diambil sendiri oleh kami dr gudang main dealer..tetapi setiap akhir bulan kami melakukan klaim atas ongkos kirim/angkut tsb krn sudah ada komitmen bahwa main dealer akan mengganti sebesar sekian rupiah per unit motor.mnrt rekan2 apakah penggantian aongkos kirim/angkut itu obyek PPN?? kami dengan main dealer masih dalam satu kota...

seandainya rekan memakai jasa perusahaan pengangkutan untuk mengambil motor dari gudang main dealer ke gudang rekan dan atas biaya perusahaan pengangkutan tersebut rekan tagihkan kembali kepada main dealer maka klaim atas ongkos kirim/angkut dikategorikan reimbursement (penggantian biaya).
Atas penggantian biaya sebagaimana cara tersebut tidak ada indikasi adanya penyerahan jasa kena pajak yang dilakukan dealer. Sehingga perlakuan penggantian biaya seperti cara diatas bukan merupakan objek ppn dan tidak ada ppn terutang atasnya.
SE-53 Pj. 2009 angka 2 huruf d (postingan rekan sammi)
pembayaran penggantian biaya (reimbursement) yaitu penggantian pembayaran sebesar jumlah yang nyata-nyata telah dibayarkan oleh pihak kedua kepada pihak ketiga.

Disisi lain dealer mengambil sendiri motor tersebut dari gudang maindealer untuk dipindahkan ke gudangnya. Jelas ada aktivitas penyerahan jasa yang dilakukan dealer dalam hal ini. Yaitu memindahkan barang. Atas aktivitas jasa ini merupakan objek ppn sehingga terutang ppn atasnya. Dengan demikian ongkos/biaya kirim yang diklaim oleh dealer kepada maindealernya terkategorikan penyerahan jasa kena pajak dan jumlah yang ditagihkan tersebut merupakan dasar pengenaan pajak.
UU ppn pasal 1 angka 5,6 dan 7
5 Jasa adalah setiap kegiatan pelayanan yang berdasarkan suatu perikatan atau perbuatan hukum yang menyebabkan suatu barang, fasilitas, kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai, termasuk jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang karena pesanan atau permintaan dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan.
6 Jasa Kena Pajak adalah jasa yang dikenai pajak berdasarkan Undang-undang ini.
7 Penyerahan Jasa Kena Pajak adalah setiap kegiatan pemberian Jasa Kena Pajak.

salam

ramces

Genuine


Location : Rcs.regar@gmail.com.
Joined : 21 Jul 2008.
Posts : 648.
09 Aug 2010 09:54

Originaly posted by winter:
perusahaan kami adalah dealer yg membeli motor ke main dealer untuk dijual kembali...motor tsb diambil sendiri oleh kami dr gudang main dealer..tetapi setiap akhir bulan kami melakukan klaim atas ongkos kirim/angkut tsb krn sudah ada komitmen bahwa main dealer akan mengganti sebesar sekian rupiah per unit motor.mnrt rekan2 apakah penggantian aongkos kirim/angkut itu obyek PPN?? kami dengan main dealer masih dalam satu kota...


Pak sebenarnya claim atas ongkos kirim tersebut sbg pengurang dalam Invoice Pembelian atau anda mendapatkan Uang Tunai?

winter

Junior


Location : Palembang.
Joined : 01 May 2010.
Posts : 107.
09 Aug 2010 13:10

rekan ramces,kami mendapatkan uang yg ditransfer ke rekening perusahaan......

ramces

Genuine


Location : Rcs.regar@gmail.com.
Joined : 21 Jul 2008.
Posts : 648.
10 Aug 2010 16:03

Sebenarnya saya setuju dengan pendapat teman2 Ortax, Bahwa Claim tsb terutang PPN. Tapi menurut saya masih bisa di "argue" jika kondisinya sbg berikut:

PT.A membeli motor di Sebuah Dealer CV.XX. Asumsi Invoice ditagih atas Harga motor (Rp 10jt) + Ongkos angkut (Rp 100rb) + PPN (1.010.000) = Rp 11.110.000.
Pada kenyataannya PT.A mengambil sendiri Motor tersebut dari CV.XX, namun PT.A tetap harus membayar terlebih dahulu tagihan sbs Rp 11.110.000.

Lalu PT. A mengklaim Ongkos angkut dan dibayarkan oleh CV.XX sebesar Rp 100.000 (seharusnya Rp 100.000 + Rp 10.000). CV.XX tdk mengambalikan PPN Rp 10.000 dengan alasan "tidak ada rettur barang disana dan tidak perlu dilakukan pembetulan FP".

Jika kondisi-nya seperti ini saya rasa, nilai Claim atas penggantian ongkos angkut bukan dikategorikan Jasa Kena Pajak.

Gimana teman2 ortax?

junjungansitohang

Genuine


Location : Jakarta.
Joined : 30 Dec 2009.
Posts : 5629.
10 Aug 2010 21:53

Originaly posted by ramces:
PT.A membeli motor di Sebuah Dealer CV.XX. Asumsi Invoice ditagih atas Harga motor (Rp 10jt) + Ongkos angkut (Rp 100rb) + PPN (1.010.000) = Rp 11.110.000.
Pada kenyataannya PT.A mengambil sendiri Motor tersebut dari CV.XX, namun PT.A tetap harus membayar terlebih dahulu tagihan sbs Rp 11.110.000.

Lalu PT. A mengklaim Ongkos angkut dan dibayarkan oleh CV.XX sebesar Rp 100.000 (seharusnya Rp 100.000 + Rp 10.000). CV.XX tdk mengambalikan PPN Rp 10.000 dengan alasan "tidak ada rettur barang disana dan tidak perlu dilakukan pembetulan FP".

Jika kondisi-nya seperti ini saya rasa, nilai Claim atas penggantian ongkos angkut bukan dikategorikan Jasa Kena Pajak.

kurang kuat posisi klaim tersebut rekan ramces.
Pertimbangan:
SE-53 Pj. 2009 angka 2 huruf d :
pembayaran penggantian biaya (reimbursement) yaitu penggantian pembayaran sebesar jumlah yang nyata-nyata telah dibayarkan oleh pihak kedua kepada pihak ketiga.
1. dasar klaim berupa bukti pengeluaran apa? dan dapatkah dipertanggungjawabkan validitasnya? agar dapat menunjukkan adanya suatu jumlah yang telah dibayarkan PT. A tsb.
2. Dilihat dari subjek yang terlibat hanya ada 2 pihak yaitu PT A sbg yang meng-klaim dan CV XX sbg pihak yang diklaim. SE diatas mengisyaratkan adanya tiga Pihak yg terlibat.

Mohon pencerahan nya rekan

salam

Halaman 2 dari 3 •  1  2  3   • FirsT | PreV | NexT | LasT  •