Forum ORTax

Quick Login :

Pilih Kategori Lainnya :
 

Klik New Topic untuk topik baru, Klik Post Reply untuk membalas.

Help

Akuntansi Pajak
Berisi semua hal yang berkaitan dengan Akuntansi Pajak dan permasalahannya
Topik = 1682 , Bahasan = 12925

Pencetus Pendapat
kawas

Newbie


Location : Medan Belawan.
Joined : 15 Feb 2010.
Posts : 46.
23 Jul 2010 08:05

Apakah atas pembelian tersebut dapat dikreditkan dan termasuk jenis apakah mobil kijang innova tersebut (apakah van, station wagon atau lainnya) mohon pencerahannya ? Trima kasih sebelumnya.

anasbuchori

Genuine


Location : Jakarta.
Joined : 31 Dec 2009.
Posts : 707.
23 Jul 2010 08:50

termasuk station wagon

iashika

Newbie


Location : Jati Padang.
Joined : 08 Apr 2010.
Posts : 43.
23 Jul 2010 12:03

perolehan dan pemeliharaan kendaraan bermotor berupa sedan dan station wagon, kecuali merupakan barang dagangan atau disewakan, pajak masukannya tidak dapat dikreditkan.

rody

Groupie


Location : Parijs Van Java.
Joined : 18 Apr 2009.
Posts : 293.
23 Jul 2010 12:07

Originaly posted by kawas:
Apakah atas pembelian tersebut dapat dikreditkan dan termasuk jenis apakah mobil kijang innova tersebut (apakah van, station wagon atau lainnya) mohon pencerahannya ?

Originaly posted by anasbuchori:
termasuk station wagon

bung anas, bagaimana dengan toyota alphard ??? apakah termasuk station wagon jg??

begawan5060

Genuine


Location : Yogyakarta.
Joined : 06 Jan 2009.
Posts : 21930.
23 Jul 2010 17:55

Originaly posted by kawas:
Apakah atas pembelian tersebut dapat dikreditkan dan termasuk jenis apakah mobil kijang innova tersebut (apakah van, station wagon atau lainnya) mohon pencerahannya ? Trima kasih sebelumnya.

Pertanyaan cerdik...., karena memang belum ada kejelasan tentang pengertian "station wagon dan van" dan sialnya belum ada juga yang dijadikan rujukan...

anasbuchori

Genuine


Location : Jakarta.
Joined : 31 Dec 2009.
Posts : 707.
28 Jul 2010 09:10

Originaly posted by begawan5060:
Pertanyaan cerdik...., karena memang belum ada kejelasan tentang pengertian "station wagon dan van" dan sialnya belum ada juga yang dijadikan rujukan...


kayaknya ini bisa dijadikan rujukan rekan begawan

SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR S - 1499/PJ.54/2000

TENTANG

PAJAK MASUKAN ATAS PEMBELIAN MOBIL BOX DAN KIJANG MINIBUS

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Sehubungan dengan surat Saudara tanpa nomor tanggal 1 Februari 2000 dan tanggal 17 April 2000 hal
sebagaimana tersebut pada pokok surat, dengan ini diberitahukan hal-hal sebagai berikut:

1. Dalam surat Saudara diberitahukan bahwa perusahaan melakukan pembelian beberapa buah mobil
yang terdiri dari :
a. mobil box untuk mengangkut barang;
b. mobil kijang untuk bagian marketing, produksi, dan manajemen.

Selanjutnya Saudara menanyakan apakah Pajak Pertambahan Nilai yang dibayar atas perolehan mobil-
mobil tersebut dapat dikreditkan.

2. a. Dalam Pasal 9 ayat (8) huruf b dan huruf c Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak
Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah
diubah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1994 diatur bahwa Pajak Masukan tidak dapat
dikreditkan bagi pengeluaran untuk :
a.1. Perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang tidak mempunyai hubungan
langsung dengan kegiatan usaha.
a.2. Perolehan dan pemeliharaan kendaraan bermotor sedan, jeep, station wagon, van,
dan kombi.
b. Dalam Pasal 1 ayat (1) dan ayat (2) Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 296/KMK.04/1994
tentang Pengkreditan Pajak Masukan diatur bahwa :
b.1. Pajak Masukan yang dapat dikreditkan adalah Pajak Masukan yang dibayarkan atas
pembelian Barang Kena Pajak atau perolehan Jasa Kena pajak yang berhubungan
langsung dengan kegiatan usaha.
b.2. Kegiatan usaha adalah kegiatan yang berhubungan langsung dengan produksi,
distribusi, pemasaran, dan manajemen.

3. Berdasarkan ketentuan pada butir 2 serta memperhatikan isi surat Saudara pada butir 1, dengan ini
kami tegaskan sebagai berikut :
a. Atas perolehan mobil box, tetap dapat dikreditkan dengan Pajak Keluaran, sepanjang
pembelian mobil box tersebut berhubungan langsung dengan kegiatan produksi, distribusi,
pemasaran, dan atau manajemen perusahaan.
b. Pajak Pertambahan Nilai yang dibayar atas perolehan mobil kijang minibus, tidak dapat
dikreditkan karena mobil kijang minibus dipersamakan sebagai kendaraan van.


Demikian untuk dimaklumi.




A.n. Direktur Jenderal Pajak
Direktur PPN dan PTLL

ttd.

Moch. Soebakir
NIP. 060020875

begawan5060

Genuine


Location : Yogyakarta.
Joined : 06 Jan 2009.
Posts : 21930.
28 Jul 2010 21:41

Rekan Anasbuchori, terima kasih telah menunjukkan "rujukannya" cuma saja hal tsb hanya sebuah surat yang berlaku untuk si penanya, meskipun bisa dasar pertimbangan..
Kelemahan surat tsb adalah :
1. Hanya menjelaskan mobil kijang minibus, misalnya bagaimana merek lain?
2. Masih perlu menanyakan lagi apabila ada mobil dengan bentuk "khusus"

Maksud saya kenapa tidak ada dasar hukum yg jelas mengenai batasan/pengertian apa yg dimaksud jeep, station wagon, van,
dan kombi.

anasbuchori

Genuine


Location : Jakarta.
Joined : 31 Dec 2009.
Posts : 707.
29 Jul 2010 08:53

iya, saya setuju dengan rekan begawan5060. batasan jeep, station wagon, van,
dan kombi memang kurang jelas.

tompra

Newbie


Location : Mean.
Joined : 13 Sep 2011.
Posts : 18.
12 Oct 2011 15:48

Originaly posted by anasbuchori:
kayaknya ini bisa dijadikan rujukan rekan begawan

SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR S - 1499/PJ.54/2000

TENTANG

PAJAK MASUKAN ATAS PEMBELIAN MOBIL BOX DAN KIJANG MINIBUS

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Sehubungan dengan surat Saudara tanpa nomor tanggal 1 Februari 2000 dan tanggal 17 April 2000 hal
sebagaimana tersebut pada pokok surat, dengan ini diberitahukan hal-hal sebagai berikut:

1. Dalam surat Saudara diberitahukan bahwa perusahaan melakukan pembelian beberapa buah mobil
yang terdiri dari :
a. mobil box untuk mengangkut barang;
b. mobil kijang untuk bagian marketing, produksi, dan manajemen.

Selanjutnya Saudara menanyakan apakah Pajak Pertambahan Nilai yang dibayar atas perolehan mobil-
mobil tersebut dapat dikreditkan.

2. a. Dalam Pasal 9 ayat (8) huruf b dan huruf c Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak
Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah
diubah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1994 diatur bahwa Pajak Masukan tidak dapat
dikreditkan bagi pengeluaran untuk :
a.1. Perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang tidak mempunyai hubungan
langsung dengan kegiatan usaha.
a.2. Perolehan dan pemeliharaan kendaraan bermotor sedan, jeep, station wagon, van,
dan kombi.
b. Dalam Pasal 1 ayat (1) dan ayat (2) Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 296/KMK.04/1994
tentang Pengkreditan Pajak Masukan diatur bahwa :
b.1. Pajak Masukan yang dapat dikreditkan adalah Pajak Masukan yang dibayarkan atas
pembelian Barang Kena Pajak atau perolehan Jasa Kena pajak yang berhubungan
langsung dengan kegiatan usaha.
b.2. Kegiatan usaha adalah kegiatan yang berhubungan langsung dengan produksi,
distribusi, pemasaran, dan manajemen.

3. Berdasarkan ketentuan pada butir 2 serta memperhatikan isi surat Saudara pada butir 1, dengan ini
kami tegaskan sebagai berikut :
a. Atas perolehan mobil box, tetap dapat dikreditkan dengan Pajak Keluaran, sepanjang
pembelian mobil box tersebut berhubungan langsung dengan kegiatan produksi, distribusi,
pemasaran, dan atau manajemen perusahaan.
b. Pajak Pertambahan Nilai yang dibayar atas perolehan mobil kijang minibus, tidak dapat
dikreditkan karena mobil kijang minibus dipersamakan sebagai kendaraan van.


Demikian untuk dimaklumi.




A.n. Direktur Jenderal Pajak
Direktur PPN dan PTLL

ttd.

Moch. Soebakir
NIP. 060020875



Nah yang jadi pertanyaan sekarang menurut undang-undang PPN yang baru NOMOR 42 TAHUN 2009 pasal 9 ayat 8 huruf (c): "perolehan dan pemeliharaan kendaraan bermotor berupa sedan dan station wagon, kecuali merupakan barang dagangan atau disewakan;"

untuk van-nya sudah dihilangkan, jadi apakah kijang inova, xenia, avanza, dan sejenisnya masih tidak bisa di kreditkan??? Terima kasih

rosikin

Junior


Location : Semarang.
Joined : 31 Aug 2009.
Posts : 165.
25 Oct 2011 21:12

bisa dikreditkan selama digunakan untuk operasional perusahaandan bukan pemberian natura

Halaman 1 dari 2 •  1  2   • FirsT | PreV | NexT | LasT  •