Forum ORTax

Quick Login :

Pilih Kategori Lainnya :
 

Klik New Topic untuk topik baru, Klik Post Reply untuk membalas.

Help

PPh Badan
Berisi semua hal yang berkaitan dengan Pajak Penghasilan Badan dan permasalahannya
Topik = 8923 , Bahasan = 70295

Pencetus Pendapat
fajar.andhika

Junior


Location : Jakarta.
Joined : 02 Jun 2008.
Posts : 102.
16 Nov 2008 21:18

Dear All rekan ortax

saya bingung mengenai penggunaan metode penyusutan yang berbeda antara akuntansi dan pajak. apakah antara akuntansi dan pajak dapat berbeda sebagai ilustrasi demikian apabila akuntansi memakai metode garis lurus sedangkan pajak memakai saldo menurun atau sebaliknya. apakah hal tersebut diperbolehkan?

mohon pendapatnya. karena yang saya temui sampai saat ini selalu metode selalu sejalan antara akuntansi dan pajak walaupun ada perbedaan tarif dan masa manfaat. apakah ada yang menggunakan metode yang berbeda dan mendapat masalah dalam pemeriksaan?

Otong

Genuine


Location : Indonesia.
Joined : 19 Aug 2008.
Posts : 715.
17 Nov 2008 08:34

Penghitungan yang dibolehkan secara fiskal hanya saldo menurun sedangkan secara akuntansi ada beberapa selain garis lurus dan saldo menurun, perbedaan metode diperbolehkan saja oleh karena itu tentu akan ada koreksi fiskal negatif atau positif. CMIIW

rama

Genuine


Location : Malang.
Joined : 13 Sep 2008.
Posts : 609.
17 Nov 2008 08:39

pada prinsipnya secara fiskal penyusutan ada dua yaitu garis lurus dan saldo menurun, karena metode perbedaan antara Laporan Komerisal dan fiskal diperbolehkan sepanjang konsisten, yang nantinya dalam laporan SPT tahunan akan terjadi perbedaan yang berakibat ada koreksi fiskal, baik koreksi positif maupun negatif.
Dalam fiskal perbedaan ini tidak dipermasalahkan.
Salam...............

ramces

Genuine


Location : Rcs.regar@gmail.com.
Joined : 21 Jul 2008.
Posts : 648.
17 Nov 2008 13:31

Kenapa harus bingung pak Fajar?
Berdasarkan UU PPh NOMOR 17 TAHUN 2000 pasal 11 ayat 1 & 2 maupun Pasal 11 ayat 1 dimana saya kutip :
“bagian-bagian yang sama besar selama masa manfaat” = Metode Garis Lurus (Straight line Methode)
“bagian-bagian yang menurun selama masa manfaat” = Metode Saldo menurun (Double Decline Methode)
WP wajib dalam Memilih salah satu Metode tersebut. Jika WP menggunakan Metode Jumlah produksi ataupun Jumlah angka tahun maka Fiskus akan melakukan koreksi atas Jumlah penyusutan setiap periodenya.

Fiskus dapat mengkoreksi Penggunaan Metode Garis Lurus ataupun saldo menurun dalam hal seperti Pasal 11 ayat 2 “…..dengan syarat dilakukan secara taat asas”. Misalnya, jika pada tahun buku pertama anda menggunakan Metode Saldo menurun dan tahun buku kedua anda menggunakan metode saldo Garis lurus maka Fiskus akan mengkoreksi Beban Depresiasi atau amortisasi berdasarkan Metode Saldo menurun. Bukanya begitu bapak fajar?

Otong

Genuine


Location : Indonesia.
Joined : 19 Aug 2008.
Posts : 715.
17 Nov 2008 13:43

Originaly posted by Otong:
Penghitungan yang dibolehkan secara fiskal hanya saldo menurun sedangkan secara akuntansi ada beberapa selain garis lurus dan saldo menurun, perbedaan metode diperbolehkan saja oleh karena itu tentu akan ada koreksi fiskal negatif atau positif. CMIIW

"...secara fiskal hanya garis lurus dan saldo menurun..." sorry kurang ngetiknya

fajar.andhika

Junior


Location : Jakarta.
Joined : 02 Jun 2008.
Posts : 102.
17 Nov 2008 15:07

maksud saya demikian rekan ortax
Ilustrasi
secara akuntansi perusahaan memakai garis lurus untuk metode penyusutannya sedangkan perhitungan depresiasi menurut pajak menggunakan metode saldo menurun ataupun sebaliknya.

jadi secara fiskal menurut saya tidak salah karena WP telah memilih satu dari 2 metode penyusutan yang diperbolehkan. yang menjadi concern saya adalah apakah ada diantara rekan ortax yang menggunakan metode penyusutan yang berbeda, seperti ilustrasi saya di paragraf sebelumnya.

salim_17a

Newbie


Location : Jakarta.
Joined : 17 Nov 2008.
Posts : 66.
17 Nov 2008 15:30

setahu saya metode penyusutan dalam laporan fiskal ada 2 yaitu garis lurus dan saldo menurun, hanya perbedaannya terdapat di umur penyusutan dan persentase penyusutan (bisa dilihat di uu pajak penghasilan). Jadi bisa saja terjadi perbedaan akumulasi penyusutan antara secara pembukuan akuntansi & fiskal. Thx

RITZKY FIRDAUS

Genuine


Location : Jakarta.
Joined : 28 Aug 2008.
Posts : 1042.
17 Nov 2008 16:38

Dear All Friends Attn: Fajar Andhika

Ilustrasi tidak dapat diberikan karena UU Pajak mengatur Metode Penyusutan atau Depresiasi dengan Tegas dalam Pasal 11 Ayat (1) UU PPh Straight Line Method (Metode Garus Lurus) dan Pasal 11 Ayat (2) UU PPh Declining Balance Method (Metode Saldo Menurun).

Kedua Metode Penyusutan tsb. di akui Fiskal sepanjang digunakan Wajib Pajak secara Taat Azas (Konsisten).

Untuk Menghitun Penyusutan, Masa Manfaat dan tarif Penyusutan Harta Berwujud di atur dalam Pasal 11 Ayat (6) sbb:


Untuk menghitung penyusutan, masa manfaat dan tarif penyusutan harta berwujud ditetapkan sebagai berikut:
Kelompok Harta Berwujud MasaManfaat Tarif Penyusutan
sebagaimana dimaksud dalam
Ayat (1) Ayat (2)
(SLM) (DBM)
I. Bukan bangunan
Kelompok 1 4 Th 25% 50%
Kelompok 2 8 Th 12,5% 25%
Kelompok 3 16 Th 6,25% 12,5%
Kelompok 4 20 Th 5% 10%

II. Bangunan
Permanen 20 Th 5% ***
Tidak Permanen 10 Th. 10%

Pasal 11 Ayat (1) UU PPh mengatur perihal:

"Penyusutan atas pengeluaran untuk pembelian, pendirian, penambahan, perbaikan, atau perubahan harta berwujud, kecuali tanah yang berstatus hak milik, hak guna bangunan, hak guna usaha, dan hak pakai, yang dimiliki dan digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun dilakukan dalam bagian-bagian yang sama besar selama masa manfaat yang telah ditentukan bagi harta tersebut."

Demikian semoga bermanfaat

Regard's

RITZKY FIRDAUS.

ramces

Genuine


Location : Rcs.regar@gmail.com.
Joined : 21 Jul 2008.
Posts : 648.
17 Nov 2008 18:46

Originaly posted by fajar.andhika:
maksud saya demikian rekan ortax
Ilustrasi
secara akuntansi perusahaan memakai garis lurus untuk metode penyusutannya sedangkan perhitungan depresiasi menurut pajak menggunakan metode saldo menurun ataupun sebaliknya.

jadi secara fiskal menurut saya tidak salah karena WP telah memilih satu dari 2 metode penyusutan yang diperbolehkan. yang menjadi concern saya adalah apakah ada diantara rekan ortax yang menggunakan metode penyusutan yang berbeda, seperti ilustrasi saya di paragraf sebelumnya.


Jadi menurut pak fajar:
Untuk Laporan keuangan komersial Aktiva tetap menggunakan metode garis lurus dan dalamLaporan keuangan kepajak anda menggunakan Metode saldo menurun. Anda ingin diawal tahun buku beban pajak anda lebih kecil. Mungkin aja tidak masalah dan ini salah satu Tax Planning untuk mengatur Cash Flow perusahaan, Bukannya begitu Pak Fajar?
Good idea

damz3m0n

Newbie


Location : Jakarta.
Joined : 28 Oct 2009.
Posts : 3.
30 Oct 2009 20:27

klo mnurut saya, apabila wp sudah menggunakan metode garis lurus dalam penyusutan menurut akuntansi (komersial), maka seharusnya menurut pajak juga memakai garis lurus. koreksi fiskal mungkin terjadi karena perbedaan pengakuan beban penyusutan.misalnya menurut akuntansi dihitung 1 bulan apabila diperoleh pd tgl 1-15, sedangkan menurut pajak tetap dihitung 1 bulan meskipun diperoleh tanggal 16-akhir bulan.
maaf klo salah, nanti ku tanya ke pak dosen pph^^

Halaman 1 dari 2 •  1  2   • FirsT | PreV | NexT | LasT  •