Forum ORTax

Quick Login :

Pilih Kategori Lainnya :
 

Klik New Topic untuk topik baru, Klik Post Reply untuk membalas.

Help

PPh Orang Pribadi
Berisi semua hal yang berkaitan dengan Pajak Penghasilan Orang Pribadi dan permasalahannya
Topik = 6214 , Bahasan = 52885

Pencetus Pendapat
Darmawan

Senior


Location : .
Joined : 04 Sep 2008.
Posts : 463.
20 Jun 2010 13:07

Bangunan disewakan tahun 2009 tapi dibayar 1 Mei 2010.
Ada surat perjanjian sewa menyewa bahwa pelunasan paling lambat tgl. 1 Agustus 2010.
Sewa = 1.000.000 dipotong PPh Final 10 % = 100.00 disetor ke bank tgl. 10 Juni 2010 dilapor SPT masa PPh Final masa Mei 2010 tgl.18 Juni 2010.

Apa sudah benar pemotongan dan pelaporan pajaknya ?

hanif

Genuine


Location : Padang Dan Semarang.
Joined : 05 Nov 2007.
Posts : 20392.
21 Jun 2010 02:43

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR KEP - 227/PJ./2002

TENTANG

TATA CARA PEMOTONGAN DAN PEMBAYARAN, SERTA PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN DARI PERSEWAAN TANAH DAN ATAU BANGUNAN

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,


Pasal 1

Dalam Keputusan ini, yang dimaksud dengan jumlah bruto nilai persewaan adalah semua jumlah yang dibayarkan atau terutang oleh pihak yang menyewa dengan nama dan dalam bentuk apapun yang berkaitan dengan tanah dan atau bangunan yang disewa, termasuk biaya perawatan, biaya pemeliharaan, biaya keamanan dan service charge baik yang perjanjiannya dibuat secara terpisah maupun yang disatukan dengan perjanjian persewaan yang bersangkutan.

Pasal 2

Penghasilan berupa sewa atas tanah dan atau bangunan berupa tanah, rumah, rumah susun, apartemen, kondominium, gedung perkantoran, gedung pertokoan, atau gedung pertemuan termasuk bagiannya, rumah kantor, toko, rumah toko, gudang dan bangunan industri, dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final;

Pasal 3

Besarnya Pajak Penghasilan yang terutang bagi Wajib Pajak orang pribadi maupun Wajib Pajak badan yang menerima atau memperoleh penghasilan dari persewaan tanah dan atau bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 adalah 10 % (sepuluh persen) dari jumlah bruto nilai persewaan tanah dan bangunan.

Pasal 4

Tata Cara pelunasan Pajak Penghasilan dari persewaan tanah dan atau bangunan dilakukan melalui :
(1) Pemotongan oleh penyewa dalam hal penyewa adalah Badan Pemerintah, Subjek Pajak badan dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, kerjasama operasi, perwakilan perusahaan luar negeri lainnya, dan orang pribadi yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak;
(2) Penyetoran sendiri oleh yang menyewakan dalam hal penyewa adalah orang pribadi atau bukan Subjek Pajak, selain yang tersebut pada ayat (1).

Pasal 5
(1) Dalam melaksanakan pemotongan Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), pihak penyewa wajib :


1. Memotong Pajak Penghasilan yang terutang pada saat pembayaran atau terutangnya sewa, tergantung peristiwa mana lebih dahulu terjadi;
2. Menyetor Pajak penghasilan yang terutang ke Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro paling lambat tanggal 10 (sepuluh) bulan takwin berikutnya setelah bulan pembayaran atau terutangnya sewa;
3. Melaporkan pemotongan dan penyetoran Pajak penghasilan yang terutang ke Kantor pelayanan Pajak paling lambat tanggal 20 (dua puluh) bulan takwin berikutnya setelah bulan pembayaran atau terutangnya sewa;

(2) Dalam melaksanakan penyetoran sendiri Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2), pihak yang menyewakan wajib :


1. Menyetor Pajak penghasilan yang terutang ke Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro paling lambat tanggal 15 (lima belas) bulan takwin berikutnya setelah bulan pembayaran atau terutangnya sewa;
2. Melaporkan pemotongan dan penyetoran Pajak penghasilan yang terutang ke Kantor pelayanan Pajak paling lambat tanggal 20 (dua puluh) bulan takwin berikutnya setelah bulan pembayaran atau terutangnya sewa;


Salam

Sugito

Genuine


Location : Semarang.
Joined : 01 May 2008.
Posts : 692.
21 Jun 2010 03:54

Originaly posted by hanif:
Memotong Pajak Penghasilan yang terutang pada saat pembayaran atau terutangnya sewa, tergantung peristiwa mana lebih dahulu terjadi;


Surat Perjanjian Sewa ditanda tangani tanggal 2 Januari 2009 untuk sewa selama 1 tahun yaitu 1/1-2009 sd/d 31/12-2009 , uang sewa boleh dibayar paling lambat tgl.1/8-2010 tapi sudah dibayar tanggal 1 Mei 2010.

Menurut hemat saya pemotongan, penyetoran dan pelaporan SPT Masa Ps.4 tersebut sudah benar.-

Wily

Newbie


Location : Jambi.
Joined : 25 Jul 2009.
Posts : 80.
21 Jun 2010 05:56

Pokok Permasalahannya : Kapan Terhutangnya Sewa Bangunan


1. Tanggal dimulainya sewa 1/1-2009 ?
2. Tanggal penandatangan surat sewa menyewa 2/1-2009 ?
3. Tanggal berakhirnya sewa 31/12-2009 ?
4. Tanggal pembayaran uang sewa 1/5-2010 ?

ramces

Genuine


Location : Rcs.regar@gmail.com.
Joined : 21 Jul 2008.
Posts : 648.
21 Jun 2010 11:47

Originaly posted by Darmawan:
Bangunan disewakan tahun 2009 tapi dibayar 1 Mei 2010.
Ada surat perjanjian sewa menyewa bahwa pelunasan paling lambat tgl. 1 Agustus 2010.
Sewa = 1.000.000 dipotong PPh Final 10 % = 100.00 disetor ke bank tgl. 10 Juni 2010 dilapor SPT masa PPh Final masa Mei 2010 tgl.18 Juni 2010.

Apa sudah benar pemotongan dan pelaporan pajaknya ?


sudah benar karena saat terhutang pada saat dimulainya pemanfaatan jasa di bulan Mei dan disetor pada tgl 10 Juni.

ndoet

Groupie


Location : Paris Van Java.
Joined : 19 Jun 2009.
Posts : 333.
21 Jun 2010 13:23

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR KEP - 227/PJ./2002

Pasal 5
(1) Dalam melaksanakan pemotongan Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), pihak penyewa wajib :

1. Memotong Pajak Penghasilan yang terutang pada saat pembayaran atau terutangnya sewa, tergantung peristiwa mana lebih dahulu terjadi;

kalo perhatikan ps 5(1).1.
kuncinya adalah kapan sewa itu terutang ???
apakah :
- saat perjanjian di tanda tangani ??, ataukah .....
- saat dimulainya periode sewa ??, ataukah .....
- ada saat lainnya... ??

hihihihi....... sayang saya gak tau kapan sewa itu terutang.
kalo secara akunting sih, biasanya sewa itu terutang sejak pemanfaatan jasa sewa itu sendiri di serahkan (alias saat dimulainya periode sewa). :p

mo3b

Newbie


Location : Makassar.
Joined : 16 Apr 2010.
Posts : 57.
21 Jun 2010 13:43

Originaly posted by Darmawan:
Bangunan disewakan tahun 2009 tapi dibayar 1 Mei 2010.
Ada surat perjanjian sewa menyewa bahwa pelunasan paling lambat tgl. 1 Agustus 2010.
Sewa = 1.000.000 dipotong PPh Final 10 % = 100.00 disetor ke bank tgl. 10 Juni 2010 dilapor SPT masa PPh Final masa Mei 2010 tgl.18 Juni 2010.

Apa sudah benar pemotongan dan pelaporan pajaknya ?


Pemanfaatan jasa dilakukan selama 2009, maka penyewa akan mengakui adanya hutang sewa 1 juta pada akhir bulan desember 2009, berarti telah "disediakan untuk dibayarkan" menurut UU PPh 2008,

maka wajib disetor plg lambat tgl 10 jan dan lapor plg lambat 20 Peb '10.


ato bgmn yah ? :D

hanif

Genuine


Location : Padang Dan Semarang.
Joined : 05 Nov 2007.
Posts : 20392.
21 Jun 2010 13:54

Originaly posted by Darmawan:
Apa sudah benar pemotongan dan pelaporan pajaknya ?

semuanya tergantung pada metode pembukuan yang digunakan.
Apakah pakai cash basis atau accrual basis.
kalau pakai cash basis, yang dilakukan sudah benar.
kalau accrual basis, yang dilakukan belum benar


Salam

Darmawan

Senior


Location : .
Joined : 04 Sep 2008.
Posts : 463.
22 Jun 2010 04:20

Originaly posted by hanif:
Apakah pakai cash basis atau accrual basis.


kalo menurut AR dalam pajak potongan dan pungutan berlaku methode Cash Basis, pada saat pembayaran baru muncul kewajiban pajaknya ... Saya pikir ini bener, kalau tidak ada pembayaran mau potong apanya ??

Darmawan

Senior


Location : .
Joined : 04 Sep 2008.
Posts : 463.
23 Jun 2010 03:48

Originaly posted by Darmawan:
kalo menurut AR dalam pajak potongan dan pungutan berlaku methode Cash Basis, pada saat pembayaran baru muncul kewajiban pajaknya ... Saya pikir ini bener, kalau tidak ada pembayaran mau potong apanya ??


Komentar temen2 ????

Halaman 1 dari 2 •  1  2   • FirsT | PreV | NexT | LasT  •