Berita

Share :

Detik Finance.com, 12 Juli 2010


Agus Marto Setujui PPN DTP Regulator dan Selang Elpiji

Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyepakati Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) atas regulator dan selang elpiji baru yang dipasarkan pemerintah lewat Pertamina.

"Kita menyepakati PPN atas regulator dan selang itu intinya akan ditanggung pemerintah, kita akan anggarkan untuk membiayai ini sehingga akan ada mekanisme kantong kiri dan kantong kanan. Artinya, kita berikan insentif tapi akan dibayarkan kmbali ke pemerintah," ujar Agus Marto saat ditemui di Kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (12/7/2010).

Namun, Agus Marto belum bisa menyebut besaran anggaran untuk DTP ini. Namun diakui, anggaran tersebut cukup besar yang akan dialokasikan dari anggaran konversi energi.

"Jumlah belum tahu tapi cukup besar. Namun, teknis belum bisa jelaskan. Tapi kita akan lakukan posting ke anggaran terkait konversi energi karena anggaran konversi energi ada daerah yang masih butuh," ujar Agus Marto.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan membebaskan pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen untuk produk aksesoris gas berupa selang dan regulator yang masuk dalam Program Pemerintah Material Konversi untuk masyarakat. Tahun ini, pemerintah menargetkan memproduksi sebanyak 10 juta selang dan regulator yang bisa ditukar oleh masyarakat.

"PPN-nya menjadi PPN Ditanggung Pemerintah (DTP)," ujar Dirjen Minyak Bumi dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Evita Legowo di sela peresmian agen resmi penjual aksesori kompor gas di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (7/7/2010).

Untuk diketahui, pemerintah memutuskan harga selang yang dijual melalui agen resmi sebesar Rp 15 ribu per buah. Sedangkan harga regulator kompor gas ditetapkan sebesar Rp 20 ribu per buah.

Jika target produksi sebanyak 10 juta buah untuk masing-masing produk aksesoris kompor gas, artinya total penjualan dari produk itu mencapai Rp 350 miliar. Artinya, PPN yang bakal ditanggung pemerintah untuk penjualan selang dan regulator mencapai Rp 35 miliar. Menurut Evita, melalui program konversi aksesori kompor gas ini diharapkan kecelakaan akibat meledaknya tabung gas bakal berkurang.

"Sebab, banyak yang sudah rapuh akhirnya bocor. Harapannya bisa mengurangi kecelakaan," ujarnya.

show all Berita

Others Berita


1.

Pemalsu Pajak Kena Denda Rp 494 Miliar
Harian Kontan, 19 September 2014

JAKARTA. Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menjatuhkan vonis enam tahun penjara dan denda Rp 494,89 miliar subsider tiga bulan penjara kepada terdakwa ...

2.

Ditjen Pajak Kesulitan, Akuntan Diminta Cegah Transfer Pricing
Harian Kontan, 19 September 2014

JAKARTA. Direktorat Jenderal Pajak memiliki cara yang terbatas dalam menindak pelaku transfer pricing atawa transaksi antara perusahaan di Indonesia dengan anak usaha ...

3.

Sulit Hentikan Penghindaran Pajak
koran-jakarta.com, 19 September 2014

JAKARTA – Aksi transfer pricing yang masih marak sulit dihentikan selama tarif pajak di Indonesia lebih tinggi dibanding negara lain. Tanpa penurunan ...

4.

Jokowi Genjot Penerimaan Pajak, Mau 'Peras' Pengusaha? Ini Jawaban Jokowi
bisnis.com, 19 September 2014

Bisnis.com, JAKARTA –Presiden terpilih Joko Widodo akan memaksimalkan penerimaan negara dari pajak untuk memperlebar ruang fiskal. Ia meminta kalangan pengusaha taat bayar ...

5.

Penerimaan Pajak Tumbuh Tipis
republika.co.id, 19 September 2014

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penerimaan pajak diklaim lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga 15 Teptember 2014, persentase penerimaan mencapai 61 ...

show all Berita