Berita

Share :

Harian Bisnis Indonesia, 21 April 2010


Kasus pajak Paulus Tumewu diungkit

JAKARTA: Penghentian penuntutan dugaan penggelapan pajak senilai Rp399 miliar atas nama Paulus Tumewu, pemilik dan komisaris utama Grup Ramayana, kembali dipersoalkan.

Kali ini yang mengungkit adalah Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI) dalam forum Panja Perpajakan di Komisi III DPR, kemarin.

Sasmito Hadinagoro, Sekjen APPI, mengungkapkan penerbitan surat ketetapan penghentian penuntutan (SKPP) oleh Kejaksaan Agung pada 2006 terhadap kasus dugaan penggelapan pajak Paulus Tumewu melanggar hukum, karena kasus itu sudah berstatus P-21 (berkas dinyatakan lengkap) sehingga harus berlanjut ke proses penuntutan.

"Pemberian SKPP itu dimungkinkan karena adanya campur tangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati," katanya.

Sasmito berpendapat meski Paulus telah melunasi tunggakan pajak beserta denda, karena kasus itu sudah P-21 maka tetap harus berlanjut ke penuntutan.

Ahmad Yani, anggota Komisi III DPR, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti masukan dari APPI terkait penerbitan SKPP atas kasus Paulus Tumewu.

"Kami akan memanggil semua pihak yang dianggap terkait, mulai dari penyidik pajak, penyidik di Kejagung, konsultan pajak, dan pejabat lainnya," katanya.

Konsultan pajak Paulus waktu itu adalah Teguh Boentoro dari P&B Co. Ketika Bisnis mencoba mengkonfirmasi, telepon seluler yang bersangkutan tidak aktif.

Dirjen Pajak Mochammad Tjiptardjo tidak berkomentar banyak ketika ditanya kasus Paulus tersebut. "Itu domain Kejagung [karena sudah P-21]," katanya.

Berdasarkan catatan, Paulus Tumewu ditangkap Polri bersama Ditjen Pajak pada 31 Agustus 2005. Adik ipar Eddy Tanzil-buron kasus L/C PT Golden Key-itu dituding melanggar pasal 39 ayat 1b huruf c Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Kecilkan omzet

Paulus disangka sengaja mengecilkan omzet yang diterima Ramayana dan tidak mengisi surat pemberitahuan pajak (SPT) dengan benar, sehingga diduga merugikan negara Rp399 miliar.

Meski kasus itu sudah P-21 dan tinggal berlanjut ke penuntutan, dengan surat permintaan dari Menkeu kepada Jaksa Agung, Paulus dibebaskan dari tuntutan pidana setelah membayar tunggakan PPh Rp7,99 miliar beserta denda 400%.

Padahal, permintaan Menkeu kepada Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, sesuai dengan kewenangan yang diberikan Pasal 44B ayat (1) dan (2) UU KUP saat itu, adalah penghentian penyidikan, bukan penghentian penuntutan.

Dradjad H. Wibowo, waktu itu anggota Komisi XI DPR, mempersoalkan utang pajak Paulus dari sebelumnya Rp399 miliar lalu menciut jadi Rp7,99 miliar.

Saat itu, Menkeu Sri Mulyani dan Dirjen Pajak Darmin Nasution berkukuh bahwa surat ketetapan pajak (SKP) Paulus Tumewu ada. Namun, keduanya tidak pernah bersedia menunjukkan salinan berikut nomor SKP Paulus. Informasi yang beredar menyebutkan SKP Paulus bernomor 000-000-000-000.

show all Berita

Others Berita


1.

Potensi Pajak Hilang Triliunan
Harian Kompas, 24 April 2014

JAKARTA, KOMPAS — Buruknya pengelolaan mineral dan batubara di Indonesia menyebabkan negara berpotensi kehilangan penerimaan pajak Rp 20 triliun. Sebab, dari 3.826 ...

2.

KPK Telusuri Suap Sengketa Pajak BCA
Harian Kontan, 23 April 2014

JAKARTA. Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bank Central Asia (BCA) dengan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo saat menjabat sebagai Dirjen ...

3.

Kasus Pajak BCA : Hatta Rajasa Mengaku Belum Tahu Hadi Purnomo Tersangka
bisnis.com, 22 April 2014

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengaku belum tahu mengenai masalah ditetapkannya mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI Hadi ...

4.

Ketua BPK Tersangka Kasus Pajak
Harian Kompas, 22 April 2014

JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo, selaku mantan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, sebagai tersangka ...

5.

DPRD Surabaya: Enggak Rugi Bayar Pajak
tempo.co, 21 April 2014

TEMPO.CO, Surabaya - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Mochammad Mahmud bangga atas prestasi kota Surabaya kembali meraih penghargaan internasional berupa Socrates ...

show all Berita