Berita

Share :

Bisnis Indonesia, 22 Agustus 2009


10 Gerai pajak segera dibuka

JAKARTA: Pemprov DKI akan membuka sedikitnya 10 gerai pajak di sejumlah pusat perbelanjaan modern yang tersebar di berbagai wilayah Ibu Kota, menyusul keberhasilan tiga unit gerai pajak yang sudah beroperasi sejak April 2009.

Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Reynalda Madjid mengatakan pertambahan jumlah gerai itu juga diikuti perluasan layanan, dari yang kini hanya pajak restoran, hotel, dan hiburan juga melayani pajak parkir, pajak air tanah, serta pajak bumi dan bangunan.

"Itu upaya yang kami lakukan untuk menggenjot penerimaan pajak daerah di DKI," ujarnya seusai acara peresmian dua gerai pajak baru di pusat perbelanjaan modern Senayan City, dan Pondok Indah Mal, Jakarta Selatan, kemarin.

Reynalda mengatakan setiap tahun dinasnya menargetkan membuka 10 gerai pajak di mal di Jakarta. Dinasnya juga berniat membuka gerai pajak di ruang publik lain guna memudahkan wajib pajak menyetorkan kewajibannya.

Sejak diluncurkan pertama kali pada April 2009, gerai pajak di tiga pusat perbelanjaan, yakni gerai pajak di Mal Artha Gading, Mal Taman Palem, dan Pusat Grosir Cililitan, telah menyumbang perolehan pajak sampai bulan Juli sebesar Rp27,68 miliar.

Perinciannya, April Rp2,2 miliar, Mei Rp4,4 miliar, Juni Rp8,8 miliar dan Juli Rp9,8 miliar. Adapun, sepanjang Agustus ini telah mencapai Rp11 miliar. Untuk dua gerai pajak di Senayan City dan Pondok Indah, dia memperkirakan setorannya akan lebih dari Rp140 miliar.

"Dengan pembukaan gerai pajak di Senayan City dan Pondok Indah ini, kami optimistis setorannya akan naik, karena di sini kami dapat menjangkau dan melayani lebih banyak wajib pajak," katanya.

Mencapai target

Di tempat yang sama, Gubernur DKI Fauzi Bowo menyatakan keberadaan gerai pajak tersebut sangat tepat dan dan efisien karena langsung mendekat wajib pajak sekaligus objek pajaknya, yaitu hotel dan restoran.

"Kalau di luar negeri, membayar pajak bisa dengan red card atau cash card. Ini bisa menjadi tahap lanjut bagi kami untuk memberikan pelayanan kepada publik yang lebih baik lagi. Kami akan sempurnakan terus sistem ini," katanya.

Terkait dengan itu, Fauzi optimistis pendapatan asli daerah dari sektor pajak pada tahun 2009 bisa mencapai target, yaitu Rp9,4 triliun atau naik 7% dari perolehan tahun lalu Rp8,7 triliun.

Target PAD dari sektor pajak itu, katanya, sudah merupakan hasil kajian dari para ahli ekonomi dan keuangan dari sejumlah lembaga tepercaya.

Tentunya dengan mempertimbangkan berbagai acuan sebagai tolok ukurnya, seperti perkembangan makro ekonomi dan kroscek perkembangan ekonomi yang dimonitor selama 3 bulan sekali.

"Target pajak bukan hanya hitungan aritmatika saja, melainkan juga ada hitungan makro ekonominya. Karena itu, saya yakin perolehan pajak tahun ini akan mencapai target, terutama dengan terobosan upaya jemput bola seperti pembukaan gerai pajak ini."

show all Berita

Others Berita


1.

Penunggak Pajak Dipersulit Beli BBM
Harian Kompas, 1 September 2014

MANADO, KOMPAS — Penunggak pajak kendaraan bermotor di Sulawesi Utara dipersulit untuk mengisi bahan bakar minyak kendaraannya di stasiun pengisian bahan bakar ...

2.

Ups, Oknum Bendaharawan di Gorontalo Gelapkan Pajak!
Bisnis.com, 1 September 2014

Bisnis.com, MANADO—Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Suluttenggomalut) bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Gorontalo dan Kejaksaan ...

3.

Neraca Kian Enteng Jika Raih Keringanan Pajak, Analis menilai: PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk bisa berhemat jika meraih keringanan pajak
Harian Kontan, 29 Agustus 2014

JAKARTA. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) tengah meminta keringanan pajak berupa tax holiday ke pemerintah. Ini karena TKIM sedang membangun ...

4.

Tarik Dana WNI, Sistem Pajak Harus Diubah
Harian Kontan, 29 Agustus 2014

JAKARTA. Dana simpanan Warga Negara Indonesia (WNI) di perbankan luar negeri diperkirakan jauh lebih besar dibanding dengan di dalam negeri. Pemerintah perlu ...

5.

Tambah Penerimaan Pajak, Jokowi Kejar Wajib Pajak Nakal
Harian Kontan, 29 Agustus 2014

JAKARTA. Seretnya penerimaan negara dari sektor pajak menjadi perhatian khusus dari pemerintahan baru terpilih. Karenanya, pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Joko ...

show all Berita