Berita

Share :

Medan Bisnis, 31 Maret 2009


KPP Rantauprapat Targetkan Perolehan Pajak Rp 535 Miliar

Rantauprapat - Kanwil DJP Sumut II menargetkan perolehan pajak pada tahun 2009 sebesar Rp 2,8 triliun. Dari 8 KPP dibawahnya, KPP Pratama Rantauprapat dibebankan target sebesar Rp 535,5 miliar, atau lebih dari 20% dari total target Kanwil II Sumut.

Hal itu dikatakan Kepala Kanwil DJP Sumut II, Zulfiar diwakili Nokman Saragih  saat membuka acara Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan, di kantor KPP Pratama Rantauprapat di kawasan jalan A Yani Rantauprapat, Senin (30/3).

Lebih lanjut dikatakan, target tersebut meningkat dari Tahun Pajak (TP) tahun 2008, dimana saat itu KPP Rantauprapat dibebankan target sebesar Rp 406,9 miliar dengan realisasi Rp 454,1 M atau, over target sebesar 111,60%. .

Target tersebut diyakini akan dapat kembali tercapai. Potensi alam di kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara yang masih belum tergali secara optimal menjadi pendorong pencapaian target ini.

Hal ini khususnya dari sektor pertanian, perkebunan dan lainnya. “Labuhanbatu masih memiliki potensi yang belum dioptimalkan dalam menggali perpajakan,” jelasnya. Nokman juga mengatakan, KPP Pratama Rantauprapat masuk nominasi ke 5 dari 330 KPP yang ada se Indonesia sebagai kantor yang mampu capai target terbesar di TP2007 dan TP2008.

Sementara  Bupati Labuhanbatu HT Milwan  mengakui jika  peranan pajak dalam kegiatan pembangunan dan pekembangan daerah sangat penting. Oleh sebab itu, jajaran Pemkab Labuhanbatu akan mendukung dan siap bekerjasama dengan Dirjen Pajak dalam pelaksanaan tugas-tugas perpajakan. “Pajak berkontribusi sebagai salah satu sumber keuangan negara,” ujarnya.

Dari itu, katanya stakeholder yang ada agar agar dapat mendukung pencapaian pajak. “Bila perolehan pajak meningkat, maka APBD yang didistribusi melalui dana bagi hasil pajak dan dana alokasi umum (DAU) juga meningkat,” tuturnya.

Kepala KPP Pratama Rantauprapat, Ahmad Zufri kepada wartawan usai acara tersebut mengaku menyambut hangat dukungan aparatur pemerintah daerah setempat. Secara berkesinambungan, pihaknya akan terus melaksanakan kordinasi dan melaksanakan sosialisasi perpajakan kepada aparatur Desa/Kelurahan dan masyarakat.

Senada dengan itu, Jhonny salah seorang konsultan pajak di kota Rantauprapat mengaku kegiatan tersebut hal yang baik. Apalagi, dalam konteks mencapai tertib administrasi perpajakan. “Wajib Pajak (WP) agar tidak segan-segan datang melaporkan SPTnya ke Kantor Pajak setempat,” beber dia.

Karena, katanya, dengan modernisasi dan restrukturisasi organisasi Kantor Pajak dan Dirjen Pajak akan mampu memberi pelayanan perpajakan yang lebih optimal. “Semoga masyarakat (WP) memperoleh pelayanan perpajakan semakin mudah, cepat, tepat, nyaman dan tentunya transparan,” tandasnya. Pada kesempatan  itu Bupati menyampaikan langsung SPT pribadinya dan diikuti oleh pejabat-pejabat lainnya.

show all Berita

Others Berita


1.

KPK Segera Panggil Petinggi BCA
suaramerdeka.com, 25 Juli 2014

JAKARTA - Setelah memeriksa sejumlah pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Komisi Pemberantasan Korupsi segera memanggi petinggi PT Bank Central Asia dalam kasus ...

2.

PENGGELAPAN PAJAK, Deutsche Bank dan Barclays Terlibat
Harian Kompas, 24 Juli 2014

WASHINGTON DC, SELASA — Senat Amerika Serikat menemukan lagi penipuan baru yang dilakukan Deutsche Bank dan Barclays Bank. Hasil penelitian setahun terakhir ...

3.

Kemenhut Optimis Target PNBP Tahun Ini Tercapai
bisnis.com, 23 Juli 2014

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Kehutanan mengklaim bisa memenuhi target penerimaan negara yang dibebankan until sektor kehutanan sebesar Rp3,1 triliun pada tahun ini. Sekjen ...

4.

Hadapi MEA, Iperindo Minta PPN Dihapus
Harian Kontan, 22 Juli 2014

JAKARTA. Asosiasi galangan kapal yang tergabung dalam Indonesia Ship Building and Offshore Association (Iperindo) mendesak pemerintah menghapus pajak pertambahan nilai (PPN) dan ...

5.

Insentif Pajak Ekspor Minim
Harian Kompas, 21 Juli 2014

BANDUNG, KOMPAS — Kinerja ekspor produk-produk industri dari Indonesia selama ini kalah dibandingkan produk industri dari negara pesaing seperti Tiongkok dan Vietnam. ...

show all Berita