Berita

Share :

Warta Kota, 26 September 2008


Telat Bayar Pajak Tidak Didenda

Tanahabang. Dispensasi pembayaran pajak terkait libur Lebaran hanya diberikan kepada wajib pajak (WP) yang akan membayar pajak kendaraan bermotor (PKB). WP yang membayar pajak hotel dan restoran serta pajak hiburan tetap dikenai denda bila terlambat.

Hal itu dikatakan Kepala Subdis Peraturan dan Perundang-undangan serta Penyuluhan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) DKI Heru Wibisono kepada Warta Kota, Kamis (25/9).

”Tidak semua wajib pajak dapat dispensasi terkait cuti bersama Lebaran. Mereka yang akan membayar pajak restoran, hotel, dan hiburan itu setiap bulan paling lambat kan tanggal 15,” ujar Heru. Karena itu, WP ini tidak terkait langsung dengan cuti bersama yang jatuh pada tanggal 29-30 September dan 3 Oktober.

Seperti diketahui, berdasarkan Surat Edaran Gubernur DKI No 3/SE/2008 tertanggal 6 Februari 2008, pegawai di lingkungan Pemprov DKI diberi cuti bersama terkait Lebaran 1429 H selama tiga hari, yaitu 29-30 September dan 3 Oktober.

Menindaklanjuti SE gubernur itu, Kepala Dispenda DKI Reynalda Madjid pun mengeluarkan SE No 50/SE/2008 perihal Pembayaran Pajak Pada Hari Libur Hari Raya Idul Fitri 1429 H. Dalam SE itu disebutkan bahwa libur Lebaran berlangsung 29 September-3 Oktober 2008.

”Kami mengimbau agar wajib pajak membayar pajak sebelum hari libur tersebut,” ujar Reynalda. Tetapi, bagi WP yang jatuh tempo pembayarannya 29 September-3 Oktober tidak dikenakan sanksi administrasi berupa bunga atau denda keterlambatan.

Menurut Reynalda, kantor samsat di setiap wilayah akan buka seperti biasa pada Sabtu, 4 Oktober 2008. Pada hari-hari biasa, kantor pembayaran PKB itu hari Sabtu tetap buka meski hanya setengah hari.

Ditanya tentang besaran denda yang akan dikenakan terhadap WP yang telat membayar pajak, Heru mengatakan, ”Besarnya denda setiap bulan adalah 2 persen dari total pajak yang harus dibayar. Sebanyak-banyaknya denda adalah 24 bulan.”

Dengan demikian, bila WP terlambat satu hari dendanya sama besar dengan terlambat 30 hari. Apabila keterlambatan lebih dari dua tahun, maka dendanya maksimal tetap 24 bulan. Denda ini berlaku bagi WP yang membayar pajak hotel dan restoran, pajak hiburan, dan PKB.

show all Berita

Others Berita


1.

Neraca Kian Enteng Jika Raih Keringanan Pajak, Analis menilai: PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk bisa berhemat jika meraih keringanan pajak
Harian Kontan, 29 Agustus 2014

JAKARTA. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) tengah meminta keringanan pajak berupa tax holiday ke pemerintah. Ini karena TKIM sedang membangun ...

2.

Tarik Dana WNI, Sistem Pajak Harus Diubah
Harian Kontan, 29 Agustus 2014

JAKARTA. Dana simpanan Warga Negara Indonesia (WNI) di perbankan luar negeri diperkirakan jauh lebih besar dibanding dengan di dalam negeri. Pemerintah perlu ...

3.

Tambah Penerimaan Pajak, Jokowi Kejar Wajib Pajak Nakal
Harian Kontan, 29 Agustus 2014

JAKARTA. Seretnya penerimaan negara dari sektor pajak menjadi perhatian khusus dari pemerintahan baru terpilih. Karenanya, pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Joko ...

4.

Target Belum Tercapai, DKI Perpanjang Waktu Pembayaran PBB
Bisnis.com, 29 Agustus 2014

Bisnis.com, JAKARTA - Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta memperpanjang waktu pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) hingga akhir September 2014. Pasalnya, hingga ...

5.

NJOP DKI Naik, Warga Tunda Bayar PBB
Bisnis.com, 29 Agustus 2014

Bisnis.com, JAKARTA - Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta tahun ini tidak dapat mencapai target penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) senilai Rp6,5 ...

show all Berita