Berita

  • 16 Sept 2008
  • Koran Tempo

DKI Terapkan Peraturan Pajak Kendaraan

Pembelian kendaraan bermotor tidak akan terpengaruh.

JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai kemarin memberlakukan Peraturan Gubernur Nomor 173 Tahun 2008 tentang Perhitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor.

"Perhitungan pajak dikalikan dengan nilai jual kendaraan, tidak ada kenaikan," kata Kepala Subdinas Perencanaan dan Pengembangan Dinas Pendapatan Daerah Iwan Setiawandi kemarin di kantornya.

Iwan mengatakan peraturan gubernur tahun ini menggantikan peraturan gubernur tahun sebelumnya yang mengatur hal serupa. Menurut dia, peraturan yang baru itu mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2008.

Perhitungan pajak, kata Iwan, tetap sama dengan tahun lalu. Untuk kendaraan pribadi dikenai 1,5 persen dan 1 persen untuk kendaraan umum. Penerapan persentase pajak itu ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah. Sebelumnya, pajak kendaraan berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 11 Tahun 1957 tentang Peraturan Umum, yang menerapkan tarif absolut ketika pajak yang harus dibayarkan sama setiap tahunnya.

Pemerintah Jakarta tahun ini telah memasukkan 63 item data nilai jual kendaraan bermotor ke dalam sistem onlinepembayaran pajak (baca boks: "Nilai Jual Itu"). Pajak kendaraan tahun lama, ujar Iwan, diperkirakan cenderung semakin turun. Adapun pajak kendaraan baru disesuaikan dengan nilai jual tahun ini.

Peraturan pajak itu, kata Direktur Institute for Development of Economics and Finance Fadhil Hasan, tidak akan berimbas terhadap pembelian kendaraan bermotor.

"Kalau kenaikannya tidak signifikan, tidak akan berpengaruh," katanya melalui telepon.

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Nurmansyah Lubis, menyarankan masyarakat untuk membeli mobil second. "Pajak kendaraan baru secara per unit meningkat," ujarnya.

Penerapan peraturan gubernur itu, diakui Iwan, menyebabkan adanya kehilangan potensi pajak sebesar Rp 71 miliar per tahun dari 3,4 juta kendaraan lama. "Potential lost rata-rata sebesar 3,39 persen," katanya. Kendaraan jenis sedan terdapat penurunan rata-rata sekitar 7 persen, golongan jip 4,14 persen, mobil bus 0,47 persen, minibus 2,49 persen, mikrobus 1,17 persen, pikap 2,18 persen, dan truk,22 persen.

Namun, potential lost diyakini tidak akan mempengaruhi realisasi penerimaan pajak dari kendaraan bermotor. "Akan tertutupi dari penerimaan pajak kendaraan baru," kata Iwan. Dinas Pendapatan Daerah sampai 12 September 2008 mencatat realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor sekitar 73 persen atau Rp 1,8 triliun dari target sebesar Rp 2,56 triliun. l Lis Y | Rudy Prasetyo

Nilai Jual Itu

Data Dinas Pendapatan Daerah menyebutkan nilai jual seluruh kendaraan baru naik. Berikut ini perbandingan nilai jual beberapa kendaraan tahun ini dan tahun lalu.

JENIS SEDAN 2008 2007
Audi TT 1.8 Turbo Tiptronic Rp 698 juta Rp 549 juta
Bentley Flying Spur 6.0 W12 Rp 4,223 miliar Rp 3,641 miliar
BMW 116|AT Rp 289 juta Rp 280 juta
Chevrolet Optra 1.8 L LS AT Rp 136 juta Rp 132 juta
Ferrari 612 Scaglietti F1 V12 Rp 4,161 miliar Rp 3,953 miliar
Honda Accord CM 56/MTI-L AT Rp 313 juta Rp 294 juta

JENIS MINIBUS
Toyota Alphard G 3.0 2WD AT Rp 518 juta Rp 502 juta
Toyota Avanza 1300 G (F601RM GMMFJJ) Rp 91 juta Rp 81 juta
Toyota Kijang Innova G CRUISER AT (TGN40R-GKPDKD G2) Rp 157 juta Rp 155 juta
Suzuki Karimun Estilo YL6.1.1 L Rp 77 juta Rp 70 juta

Rudy Prasetyo



  • 16 Sept 2008
  • Koran Tempo