Berita

Share :

Harian Kontan, 26 Juni 2008


Tarif Pajak Ekspor CPO Periode Juli 20%

PAJAK EKSPOR CPO

JAKARTA. Pemerintah memutuskan menaikkan pungutan ekspor (PE) crude palm oil (CPO) bulan Juli nanti. Kenaikannya sebesar 5% dari PE bulan ini, alias menjadi 20%. Eksportir CPO pun kini menggenjot ekspor sampai akhir bulan ini.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan (Depdag) Diah Maulida mengatakan, pemerintah memutuskan PE CPO Juli sebesar 20%. Kenaikan PE otomatis akan terjadi sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 94/2007 soal penetapan jenis barang ekspor tertentu dan besaran tarif pungutan ekspor.

Berdasarkan peraturan tersebut, tarif PE menjadi 20% jika harga CPO rata-rata selama sebulan terakhir di pasar komoditas Rotterdam, Belanda yang ditetapkan sebagai harga pemicu (trigger price) berada diatas US$ 1.200 per ton. Saat ini, harga rata-rata CPO di Rotterdam sebesar US$ 1.220 per ton.

Pemerintah juga menetapkan harga patokan ekspor (HPE) CPO untuk periode Juli 2008 sebesar US$ 1.144 per ton. Di bulan sebelumnya (Juni), HPE CPO sebesar US$ 1.105 per ton. HPE baru itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan RI yang akan segera diteken oleh Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu. Sementara aturan PE CPO yang baru akan dikeluarkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Sementara, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Derom Bangun mengatakan, dengan kenaikan PE CPO di bulan Juli sebesar itu, eksportir CPO akan merasakan beban yang cukup berat. "Berarti, tiap ton CPO kena pajak sebesar US$ 228.80, "ujarnya. Bulan lalu, tiap ton CPO hanya terkena pungutan sebesar US$ 165,75.

Dalam kondisi seperti ini, menurut Derom, eksportir akan menggenjot pengiriman CPO beberapa hari menjelang penutupan bulan ini. "Mereka akan mengapalkan sebanyak mungkin di bulan Juni ini, "ujarnya. Sayangnya, niat eksportir mengebut volume ekspor ini masih terhalang oleh infrastruktur pelabuhan. "Sekarang ini masih banyak kapal antre di Belawan dan Dumai, "keluh Derom.

Bukan hanya kalangan eksportir, petani sawit pun akan merasakan dampak kenaikan PE CPO ini. "Saya perkirakan, harga CPO dalam negeri akan anjlok. akibatnya, harga tandan buah segar (TBS) pun akan ikut turun, "ujar Derom.

Lamgiat Siringoringo

show all Berita

Others Berita


1.

Penerimaan PBB Jauh dari Target, DKI Perpanjang Jatuh Tempo
Harian Kontan, 3 September 2014

JAKARTA. Penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tahun ini jauh dari target. Hingga batas akhir pembayaran pada ...

2.

'Penagihan' di SPBU, Pengurusan Pajak Ranmor Meningkat di Kotamobagu
tribunnews.com, 3 September 2014

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Kesibukan para pegawai di Kantor UPTD Samsat Kotamobagu meningkat sejak adanya gelaran operasi simpatik penunggak pajak kendaraan bermotor (PKB). ...

3.

TDL Naik, Pemkot Solo Nunggak Pajak PJU lagi
republika.co.id, 2 September 2014

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mutar otak lagi, untuk melakukan efisiensi penggunaan listrik. Langkah ini harus dilakukan guna menghadapi kenaikkan TDL ...

4.

Optimalisasi Penerimaan Pajak
jpnn.com, 2 September 2014

JAKARTA - Tim Transisi masih berupaya untuk mengambil jalan terjal dalam memperbaiki kondisi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2015. Bukan dengan ...

5.

Dispenda Coreti Reklame yang Tidak Bayar Pajak
analisadaily.com, 2 September 2014

Medan, (Analisa). Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Medan mengambil tindakan tegas dengan mencoret reklame jenis melekat/ poster/stiker yang melekat di sejumlah lokasi ...

show all Berita