Berita

Share :

Harian Kontan, 29 Agustus 2007


Pajak Lampu Jalan di Batam Naik Jadi 5%

BATAM. Sebelum Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah diketok menjadi UU oleh DPR. Pemerintah Kota (Pemkot) Batam sudah mencuri start. Mereka terlebih dahulu menaikkan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang dikutip dari total beban pembayaran listrik masyarakat dan perusahaan.

DPRD Batam sudah memberi sinyal persetujuan untuk menaikkan tariff PPJ hingga 66,7%. Besarnya dari 3% menjadi 5% dari total beban listrik. “Pembahasan besaran PPJ sudah final, naik jadi 5% dari besaran awal 3%” kata Wakil ketua I DPRD Kota Batam Aris Hardi Halim, Senin (28/8). Rencananya, DPRD Kota Batam akan melakukan sidang paripurna pada 4 Septemberr untuk memberi persetujuan.

Menurut Aris, meskipun perda kenaikan PPJ segera sah, namun ia belum bisa menentukan waktu pemberlakuan kenaikan persentase pajak itu. Apakah setelah ketok palu, atau menunggu mulainya tahun anggaran 2008 mendatang. “Waktu pelaksanaan tergantung dari pembicaraan Pansus dan Pemkot Batam, tapi sampai hari ini belum ada pembicaraan mengarah kesana,” ujarnya.

Namun, sebelum disahkan di sidang paripurna, Pansus akan mengkonsultasikan nama perda tersebut ke Direktorat Jenderal Pajak. Tujuannya agar tidak ada kesan tumpang tindih pungutan pajak, karena konsumen juga telah dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari pemakaian listrik mereka.

Aris mengakui, beberapa pengusaha di Batam mulai mempertanyakan judul perda Pajak Penerangan Jalan (PPJ) karena pajak yang dikenakan adalah Pajak atas Penggunaan Listrik. “Untuk itu akan kami konsultasikan dulu, agar penamaan Perda tepat,” katanya.

Ia mengatakan, Pemkot Batam menargetkan PPJ sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam APBD 2007, pemkot menargetkan pengumpulan duit Rp 30 miliar dari PPJ. Tapi, dengan catatan menaikkan tariff dari 3% yang berlaku sekarang menjadi 5%.

DPRD mencatat, realisasi penerimaan APBD 2007 dari PPJ hingga semester pertama 2007 baru mencapai Rp 14 miliar, meski belum menaikkan PPJ. Pemkot memperkirakan, dengan kenaikan tarif PPJ dari 3% menjadi 5%, setoran ke kas daerah mencapai Rp 47 miliar.

Syamsul Ashar, Antara

show all Berita

Others Berita


1.

TDL Naik, Pemkot Solo Nunggak Pajak PJU lagi
republika.co.id, 2 September 2014

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mutar otak lagi, untuk melakukan efisiensi penggunaan listrik. Langkah ini harus dilakukan guna menghadapi kenaikkan TDL ...

2.

Optimalisasi Penerimaan Pajak
jpnn.com, 2 September 2014

JAKARTA - Tim Transisi masih berupaya untuk mengambil jalan terjal dalam memperbaiki kondisi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2015. Bukan dengan ...

3.

Dispenda Coreti Reklame yang Tidak Bayar Pajak
analisadaily.com, 2 September 2014

Medan, (Analisa). Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Medan mengambil tindakan tegas dengan mencoret reklame jenis melekat/ poster/stiker yang melekat di sejumlah lokasi ...

4.

Penunggak Pajak Dipersulit Beli BBM
Harian Kompas, 1 September 2014

MANADO, KOMPAS — Penunggak pajak kendaraan bermotor di Sulawesi Utara dipersulit untuk mengisi bahan bakar minyak kendaraannya di stasiun pengisian bahan bakar ...

5.

Ups, Oknum Bendaharawan di Gorontalo Gelapkan Pajak!
Bisnis.com, 1 September 2014

Bisnis.com, MANADO—Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Suluttenggomalut) bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Gorontalo dan Kejaksaan ...

show all Berita