Berita

Share :

Detik Finance, 15 Mei 2008


MK Tolak Judicial Review UU Pajak

Jakarta - Permohonan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan judicial review UU Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) ditolak Mahkamah Konstitusi (MK).

Permintaan BPK agar diberikan wewenang lebih untuk mengaudit penerimaan perpajakan sehingga dapat diketahui berapa penerimaan negara yang sesungguhnya, dinilai MK bisa mengandung potensi disalahgunakan.

Untuk itu MK yang diketuai Jimly Asshiddiqie menyatakan tidak bisa menerima permohonan BPK. Dalam keterangannya majelis hakim mengatakan permohonan BPK tidak memenuhi syarat adanya kerugian terhadap kewenangan konstitusional BPK terhadap UU KUP Pasal 34.

"MK memandang memang perlu ditegaskan bahwa kebebasan dan kemandirian tidak hanya dalam pembentukan BPK, tapi juga kebebasan dan kemandirian dalam pelaksanaan kewenangannya, tapi harus tetap tunduk kepada UU yang membatasinya," ujar Jimly dalam pembacaan putusan di kantor MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (15/5/2008).

Jimly mengatakan bahwa jika kewenangan BPK tidak dibatasi maka akan mengandung potensi disalahgunakan sehingga perlu ada check and balance sheet.

"Memang terdapat ketidakharmonisan yang menyebabkan benturan dua kepentingan hukum dalam UU antara BPK dan pemerintah, namun MK mengatakan permohonan dari pemohon (BPK) tidak diterima dan tidak terpenuhi," kata Jimly.

Dalam putusan tersebut wakil pemerintah yang datang adalah menkeu, dirjen pajak, dirjen Bea Cukai, Sekjen Depkeu, Kepala BKF sedangkan dari BPK hadir ketuanya Anwar Nasution didampingi oleh wakil ketua.

Sebelumnya BPK menilai kontribusi wajib pajak kepada negara merupakan salah satu bentuk penerimaan negara atau setidaknya bagian dari penerimaan keuangan negara menurut pasal 2 UU No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Namun menurut Menkeu Sri Mulyani dalam sidang MK sebelumnya, ketentuan dalam UU KUP itu tidak memotong kewenangan BPK dalam mengaudit perpajakan. Pemerintah hanya ingin melindungi data pribadi wajib pajak seperti yang berlaku umum di negara lain.

Keterangan Sri Mulyani ini diperkuat oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang menyatakan jika BPK memiliki akses terhadap data dan informasi wajib pajak maka jaminan dan perlindungan terhadap kerahasiaan data dan informasi yang bersifat pribadi akan hilang. ( ir / qom )

Wahyu Daniel

show all Berita

Others Berita


1.

Pajak e-Commerce Tunggu Kesepakatan Internasional
Harian Kontan, 16 April 2014

JAKARTA. Rencana pemerintah memungut pajak atas transaksi jual beli online sulit terealisasi dalam waktu dekat ini. Paling cepat, kebijakan itu baru berjalan ...

2.

Pajak Naik, Harga Mobil Mewah Melaju
Harian Kontan, 16 April 2014

JAKARTA. Anda yang hendak membeli mobil di atas 3.000 cc, bersiap merogoh kocek lebih dalam. Mulai 19 April , harga mobil impian ...

3.

Pemerintah Kenakan Pajak dan Denda Jual Beli Online
Harian Kontan, 15 April 2014

JAKARTA. Pemerintah mentargetkan untuk bisa menyelesaikan peraturan pemerintah (PP) tentang e-commerce. Aturan jual beli online ini dianggap penting karena transaksinya meningkat pesat ...

4.

BKPM Pesimistis PPnBM Ponsel Bisa Kerek Investasi
Harian Kontan, 15 April 2014

JAKARTA. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar pesimistis rencana pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) telepon selular (ponsel) bisa ...

5.

Target Pajak 2014 Sudah Tercapai 17,02 Persen
analisadaily.com, 14 April 2014

Semarang, (Analisa). Target perolehan dari pajak pada tahun 2014 ini sudah tercapai 17,02 persen di Jawa tengah, dan angka tersebut naik dibandingkan ...

show all Berita