Berita

Share :

Kompas, 13 Agustus 2007


Penjualan Elektronika Naik Pesat

Pasar di Kota Kecil Mendominasi

Penjualan barang elektronika selama semester pertama tahun 2007 mencapai Rp 7,8 triliun.

Penjualan barang elektronika selama semester pertama tahun 2007 mencapai Rp 7,8 triliun. Nilai penjualan ini meningkat cukup pesat, sekitar 26 persen, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2006 yang mencapai Rp 6,2 triliun.

Sekretaris Jenderal Electronic Marketer Club (EMC) Handojo Soetanto di Jakarta, akhir pekan lalu, mengungkapkan, nilai penjualan itu baru yang tercatat oleh EMC. Jika dihitung secara keseluruhan di luar EMC, penjualan barang elektronika pada semester pertama 2007 diperkirakan mencapai Rp 10 triliun.

Menurut Handojo, melihat kinerja semester pertama, produsen elektronika optimistis pertumbuhan penjualan tahun 2007 bisa mencapai 10 persen.

"Yang menarik, kenaikan penjualan barang-barang elektronik tahun ini lebih dominan dipengaruhi pertumbuhan penjualan di kota-kota kecil," ujar Handojo.

Perbandingan penjualannya, sekitar 70 persen terjadi di kota kecil dan 30 persennya di kota besar. EMC memperkirakan, penjualan di kota-kota kecil meningkat seiring dengan melonjaknya harga hasil bumi, seperti karet, minyak kelapa sawit mentah (CPO), dan kakao.

Secara terpisah, Manajer Grup PT Panasonic Daniel Suhardiman menuturkan, pertumbuhan penjualan bisa saja mencapai 20 persen jika standar nasional Indonesia (SNI) wajib diterapkan dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) segera dihapuskan.

Menurut Daniel, biaya produksi yang semakin tinggi tidak sebanding dengan harga yang ditawarkan kepada konsumen. Harga bahan baku seperti tembaga, aluminium, baja, dan plastik cenderung naik dari tahun ke tahun. Sementara, harga jual yang semakin bersaing, menyusut 10 persen per tahun.

Karena itulah, tambah Daniel, jika PPnBM dihapuskan dan SNI wajib diterapkan, harga dapat semakin kompetitif, bahkan dapat melawan barang selundupan.

Kebutuhan hidup

Hal senada dikatakan Wakil Presiden Agis Group Bintoro Tjitrowirjo. Selain adanya dukungan dari lembaga pembiayaan, barang elektronik kini sudah menjadi kebutuhan hidup. "Pertumbuhan konsumsi terjadi karena elektronik sudah bukan menjadi barang mewah, tapi menjadi kebutuhan hidup," jelasnya.

Agis Group, pelopor super-store elektronik, tahun ini memperkirakan penjualan elektronik tumbuh sekitar 20 persen dibandingkan 2006, terutama dengan gencarnya perbankan penerbit kartu kredit yang menawarkan suku bunga murah untuk pembelian produk elektronik. Ini menyebabkan permintaan produk elektronik terbaru seperti TV LCD cukup pesat.

Menyikapi pertumbuhan pasar elektronik tersebut, pihak Agis akan membuka satu gerai lagi di Serpong, Banten. Investasi itu menambah jumlah gerai Agis menjadi 11 unit. Agis membidik konsumen kelas ekonomi menengah atas yang mengutamakan kenyamanan dan kualitas produk. (OSA/OIN)

show all Berita

Others Berita


1.

Pemalsu Pajak Kena Denda Rp 494 Miliar
Harian Kontan, 19 September 2014

JAKARTA. Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menjatuhkan vonis enam tahun penjara dan denda Rp 494,89 miliar subsider tiga bulan penjara kepada terdakwa ...

2.

Ditjen Pajak Kesulitan, Akuntan Diminta Cegah Transfer Pricing
Harian Kontan, 19 September 2014

JAKARTA. Direktorat Jenderal Pajak memiliki cara yang terbatas dalam menindak pelaku transfer pricing atawa transaksi antara perusahaan di Indonesia dengan anak usaha ...

3.

Sulit Hentikan Penghindaran Pajak
koran-jakarta.com, 19 September 2014

JAKARTA – Aksi transfer pricing yang masih marak sulit dihentikan selama tarif pajak di Indonesia lebih tinggi dibanding negara lain. Tanpa penurunan ...

4.

Jokowi Genjot Penerimaan Pajak, Mau 'Peras' Pengusaha? Ini Jawaban Jokowi
bisnis.com, 19 September 2014

Bisnis.com, JAKARTA –Presiden terpilih Joko Widodo akan memaksimalkan penerimaan negara dari pajak untuk memperlebar ruang fiskal. Ia meminta kalangan pengusaha taat bayar ...

5.

Penerimaan Pajak Tumbuh Tipis
republika.co.id, 19 September 2014

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penerimaan pajak diklaim lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga 15 Teptember 2014, persentase penerimaan mencapai 61 ...

show all Berita