Berita

Share :

Harian Kontan, 14 Januari 2013


Sebanyak 2,76 Juta UKM akan Terkena Pajak Penghasilan Final

JAKARTA. Usaha kecil harus bersiap menghitung dan melaporkan kewajiban pajak kepada kantor pajak. Dalam hitungan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), akan ada 2,76 juta UKM terkena aturan wajib membayar pajak ini.

Seperti kita ketahui, pemerintah telah memutuskan untuk mengenakan tarif pajak sebesar 1% dari omzet usaha setiap tahun kepada UKM. Adapun UKM yang wajib bayar pajak penghasilan (PPh) dengan tarif final tersebut adalah usaha yang memiliki omzet maksimum Rp 4,8 miliar per tahun.

Selain itu, mereka yang wajib membayar pajak adalah pengusaha kecil yang sudah tidak lagi tergolong sebagai pedagang kaki lima atau sudah memiliki tempat usaha tetap di lokasi usaha, bukan warung kecil rumahan.

Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan menjelaskan, perkiraan sebanyak 2,76 juta usaha itu berasal dari total UKM dan usaha mikro yang mencapai 55,2 juta unit. Dalam perkiraan Kemkop UKM, hanya 5% dari total UKM yang layak kena aturan wajib membayar pajak 1% dari omzet. "Kebijakan ini tidak akan berdampak negatif kepada industri UKM secara keseluruhan,"kata Hasan, akhir pekan lalu.

Sayangnya, Hasan belum bisa merinci berapa total omzet usaha dari 2,76 juta UKM yang layak membayar pajak tersebut. Hingga sat ini, kantor pajak pun belum merinci berapa besar potensi penerimaan pajak dari sektor UKM ini lantaran memang tidak berharap banyak penerimaan dari sektor usaha ini.

Kantor pajak berdalih, pengenaan pajak bagi UKM ini sejatinya semata untuk azas keadilan. Sebab, buruh yang memiliki penghasilan kecil hanya sedikit diatas upah minimum provinsi, masih dipotong gajinya untuk membayar pajak. Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Achmad Fuad Rachmany mencontohkan, usaha perdagangan elektronik memiliki omzet miliaran dengan keuntungan besar, selama ini masih belum membayar pajak kepada negara.

Selain itu, pajak juga menilai pengusaha kecil sejatinya bukan tidak mau membayar pajak. Mereka hanya kesulitan untuk membuat laporan keuangan sehingga merasa tidak mampu mengisi Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPPT) yang dianggap rumit.
 
Untuk itu, Fuad berjanji akan membuatkan form laporan pajak yang sangat sederhana bagi UKM agar bisa memberikan laporan dengan mudah.
 
Kantor pajak pun tidak berharap banyak setoran pajak dari UKM ini bisa maksimal tahun ini. Pajak perlu melakukan sosialisasi lebih gencar kepada UKM agar mereka mulai mematuhi pembayaran pajak. Dengan begitu, dampak terhadap penerimaan negara diharapkan bisa dirasakan mulai tahun depan. Hingga kini, aturan main PPh final bagi UKM ini juga belum resmi keluar.
 
Penetapan pajak UKM ini muncul setelah terjadi perdebatan panjang antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Koperasi dan UKM. Sebelumnya, ada wacana dari Kementerian Keuangan untuk mengenakan tarif PPh final sebesar 3%, lalu Kemkop UKM mengusulkan angka 1%.

show all Berita

Others Berita


1.

DPRD Surabaya: Enggak Rugi Bayar Pajak
tempo.co, 21 April 2014

TEMPO.CO, Surabaya - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Mochammad Mahmud bangga atas prestasi kota Surabaya kembali meraih penghargaan internasional berupa Socrates ...

2.

Insentif Pajak bagi Investor
Harian Kompas, 17 April 2014

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah menjanjikan insentif berupa pemberian fasilitas pembebasan atau pengurangan Pajak Penghasilan Badan (tax holiday) agar investor tertarik membangun kilang ...

3.

Pajak e-Commerce Tunggu Kesepakatan Internasional
Harian Kontan, 16 April 2014

JAKARTA. Rencana pemerintah memungut pajak atas transaksi jual beli online sulit terealisasi dalam waktu dekat ini. Paling cepat, kebijakan itu baru berjalan ...

4.

Pajak Naik, Harga Mobil Mewah Melaju
Harian Kontan, 16 April 2014

JAKARTA. Anda yang hendak membeli mobil di atas 3.000 cc, bersiap merogoh kocek lebih dalam. Mulai 19 April , harga mobil impian ...

5.

Pemerintah Kenakan Pajak dan Denda Jual Beli Online
Harian Kontan, 15 April 2014

JAKARTA. Pemerintah mentargetkan untuk bisa menyelesaikan peraturan pemerintah (PP) tentang e-commerce. Aturan jual beli online ini dianggap penting karena transaksinya meningkat pesat ...

show all Berita