Berita

  • 8 Feb 2008
  • Republika

Bea Cukai akan Investigasi Impor Perhiasan

Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tipe Al Bandara Soekarno Hatta (KPP BC BSH) dalam waktu dekat akan melakukan audit investigasi bersama Direktorat Jenderal Pajak dalam hal impor perhiasan. Langkah tersebut menurut Kasi Penindakan dan Penyidikan KPP BC BSH, Eko Darmanto, lantaran BSH menjadi pintu gerbang masuknya perhiasan asal Hongkong dan Singapura.

Bea masuk dan pajak dari perhiasan tersebut berpotensi menambah kas negara sebesar Rp 500 miliar per tahun. Hasil pendataan pihaknya, di seluruh Indonesia terdapat ribuan toko perhiasan yang berpotensi memberi pemasukan bagi kas negara sebesar Rp 10-50 miliar per bulan.

"Pada kenyataannya, tidak ada sepeser pun uang yang masuk ke kas negara dari perhiasan impor itu," kata Eko kepada wartawan baru-baru ini.

Menindaklanjuti masalah itu, pihaknya terus meningkatkan pengawasan di lapangan. Seperti pada Rabu (6/2), pihaknya menggelar razia di sebuah toko perhiasan Felize Collezioni di Mall Kelapa Gading 3, Jakut. Sayangnya, petugas tidak menemukan perhiasan yang diduga ilegal itu. "Operasi ini dilaksanakan berdasarkan informasi mengenai semakin meningkatnya peredaran perhiasan impor ilegal," kata Eko.

Tujuan dari operasi untuk mengetahui apakah target operasi (TO) telah memenuhi kewajiban kepabeanan atau belum. Razia yang dilakukan menyusul informasi tentang pengiriman 160 kg perhiasan impor yang masuk melalui BSH, Rabu (6/2). "Kami menelusuri tujuan barang impor tersebut," kata Eko. Setelah melakukan pengembangan, Felize Collezioni diketahui petugas sebagai tujuan barang.

Hasil penyelidikan, toko perhiasan ini ternyata memiliki semua kelengkapan kepabeanan, seperti import clearence imbursement, Surat Setoran Pabean (SSP), dan Pemberitahuan Impor Barang Tertentu (PIBT). Semua kewajiban bea masuk dan pajak pun sudah di bayar oleh Felize Collezioni, terdiri dari bea masuk 15 persen, Pajak Pertambahan Nilai 10 persen, dan pajak penghasilan 7,5 persen dari nilai pabean.

Meski demikian, kata Eko, operasi ini merupakan shock therapy bagi toko perhiasan lain agar melengkapi kewajiban kepabeanan. "Ini merupakan pelajaran bagi toko perhiasan lain bah wa kami bersungguh-sungguh dalam menegakkan aturan."

Manajer Felize Collezioni, Sugianto Husin menegaskan, pihaknya selama ini selalu memenuhi persyaratan dan kewajiban kepabeanan. "Kami mendatangkan barang secara legal," kata Husin. Dalam satu tahun, Felize Collezioni mengimpor perhiasan sebanyak dua kali. Satu kali pengiriman rata-rata sebanyak 160 kg. Perhiasan impor dari Hongkong dikirim terlebih dahulu ke Felize Collezioni, kemudian disalurkan ke 22 cabang milik toko ini di seluruh Indonesia.

  • 8 Feb 2008
  • Republika