Berita

Share :

beritajatim.com, 20 Nopember 2012


Hotel dan Restoran Nunggak Pajak Rp 4 M

Jember (beritajatim.com) - Sejumlah hotel, restoran, dan tempat hiburan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum menyelesaikan tunggakan tahun 2008-2009 sebesar Rp 4 miliar. Dinas Pendapatan Daerah Jember kesulitan menagih.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan, ada tujuh hotel, lima restoran, dan dua tempat hiburan karaoke yang menunggak. "Istilahnya kurang bayar," kata Kepala Dispenda Jember Suprapto.

Beberapa tahun lalu, hotel dan restoran memang hanya melakukan taksasi terhadap pajak yang harus dibayar. Para pengelola menghitung sendiri pajak yang wajib disetor ke daerah. Dispenda tidak tahu, apakah taksasi itu memang sesuai kenyataan atau sudah diperkecil atau dipangkas.

BPK menemukan kekurangan nominal pajak yang harus dibayar setelah melakukan audit faktual ke sejumlah hotel, restoran, dan tempat hiburan. BPK memerintahkan kepada Pemkab Jember untuk menagih kekurangan pajak tersebut. Dispenda pun menerbitkan surat kepada para pengelola hotel, restoran, dan tempat hiburan yang diperiksa BPK untuk segera memenuhi kewajiban.

Namun ternyata para pengelola tersebut menolak memenuhi kewajiban. Mereka merasa diperlakukan tidak adil. "Pertama, mereka mempertanyakan kenapa yang diperiksa tidak semua hotel, restoran, dan tempat hiburan. Kedua, mereka beralasan tidak mengenakan pajak kepada pengunjung. Jadi pajak dibayar dari pendapatan," kata Suprapto.

Suprapto mengaku kerepotan. "Saya ini disuruh menagih, tapi mereka mengajukan keberatan. Kami melakukan pendekatan. Dispenda tidak mungkin memberi sanksi," katanya.

Saat ini, agar tidak terulang lagi, Dispenda secara rutin melakuan verifikasi terhadap pelaporan pajak hotel dan restoran. Pengelola tetap dipersilakan menghitung sendiri dan melaporkannya. "Setelah itu, baru tim kami turun melakukan verifikasi. Kalau benar sesuai buku, ya sudah," kata Suprapto.

Sementara itu, anggota Komisi C Bidang Keuangan dan Pembangunan DPRD Jember, Yudi Hartono, meminta agar Dispenda menagih secara intensif. "Kalau nanti mentok, pihak-pihak yang masuk kategori pemilik utang akan kami undang untuk rapat dengar pendapat," katanya. Dalam Rencana Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah Tahun 2013, pajak hotel dan restoran ditargetkan memberikan pemasukan Rp 1,4 miliar. Tahun ini target sekitar Rp 1,3 miliar.

show all Berita

Others Berita


1.

Pajak DKI Masih Jauh dari Target
Harian Kontan, 2 Oktober 2014

JAKARTA. Realisasi pendapatan pajak daerah di Provinsi DKI Jakarta hingga akhir kuartal III tahun 2014 sudah menunjukkan tanda-tanda peningkatan. Sampai akhir September ...

2.

Tergencet PPnBM, Penjualan Super Car Makin Lambat
Harian Kontan, 2 Oktober 2014

JAKARTA. Penjualan mobil super mewah atawa supercar tergencet kenaikan pajak penghasilan atas barang mewah (PPnBM) yang berlaku sejak April 2014 lalu. Kenaikan ...

3.

Antam Meminta Anode Slime Bebas PPN
Harian Kontan, 2 Oktober 2014

JAKARTA. PT Antam Tbk berharap bisa segera mengoperasikan pabrik pengolahan lumpur anoda (anode slime) pada akhir Oktober 2014. Sambil menunggu beroperasi, kini ...

4.

Pajak Tambang Baru Terealisasi 66 Persen
suaramerdeka.com, 2 Oktober 2014

suaramerdeka.com – Pajak dari sektor tambang di Kabupaten Rembang hingga akhir September 2014 kemarin masih belum memenuhi target. Berdasarkan data dari DPPKAD ...

5.

Dispenda Optimalisasi Penerimaan PAD Pajak
tribunnews.com, 2 Oktober 2014

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Supaya bisa tercapai target yang sudah ditentukan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di pajak, Disependa berusaha keras dengan sisa ...

show all Berita