Berita

Share :

Harian Kompas, 3 Mei 2012


KORUPSI PERPAJAKAN, Hari Ini Kejaksaan Akan Periksa Rama Pratama

JAKARTA, KOMPAS - Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera, Rama Pratama, Kamis (3/5) ini akan diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Agung. Rama dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi perpajakan, dengan tersangka mantan pegawai pajak Kementerian Keuangan Dhana Widyatmika.

Demikian dikatakan Direktur Penyidikan Pidana Khusus Kejaksaan Agung Arnold Angkouw, Rabu di Jakarta. Rama diperiksa sebagai saksi karena perusahaan miliknya, PT Sangha Poros Capital, diketahui melakukan transaksi keuangan dengan Dhana. Sebelumnya, penyidik memeriksa bawahan Rama.

"Memang ada aliran dana. Jadi, penyidik ingin klarifikasi," kata Arnold lagi.
 
Terkait perkara yang membelit Dhana itu, Rabu, penyidik memeriksa dua saksi. Mereka adalah Veemy S dan Kris.
 
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Adi Toegarisman menambahkan, dari sekian banyak perusahaan wajib pajak yang pernah diperiksa dalam kasus Dhana, penyidik hanya mendapatkan dua wajib pajak yang diduga terlibat, yakni PT Mutiara Virgo (MV) dan PT Kornet Trans Utama (KTU).

Arnold menjelaskan, dari hasil penyidikan, alat bukti, dan modus pidana yang signifikan dalam kasus Dhana, memang hanya melibatkan dua perusahaan itu. "Kami mencari modus yang signifikan. Kalau alat buktinya kurang, buat apa dipertahankan. Nanti di pengadilan dimentahkan. Kami mencari yang betul-betul bisa mendukung pembuktian," paparnya lagi.

Terdapat sejumlah perusahaan wajib pajak yang diketahui pernah melakukan transaksi antar-rekening dengan Dhana. Selain MV dan KTU, wajib pajak yang pernah berhubungan dengan Dhana itu, antara lain, PT RPU dan PT TRS. Terkait KTU, penyidik telah menetapkan tiga tersangka dari Ditjen Pajak, yakni Dhana, Firman, dan Salman Magfiroh.

show all Berita

Others Berita


1.

Pemalsu Pajak Kena Denda Rp 494 Miliar
Harian Kontan, 19 September 2014

JAKARTA. Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menjatuhkan vonis enam tahun penjara dan denda Rp 494,89 miliar subsider tiga bulan penjara kepada terdakwa ...

2.

Ditjen Pajak Kesulitan, Akuntan Diminta Cegah Transfer Pricing
Harian Kontan, 19 September 2014

JAKARTA. Direktorat Jenderal Pajak memiliki cara yang terbatas dalam menindak pelaku transfer pricing atawa transaksi antara perusahaan di Indonesia dengan anak usaha ...

3.

Sulit Hentikan Penghindaran Pajak
koran-jakarta.com, 19 September 2014

JAKARTA – Aksi transfer pricing yang masih marak sulit dihentikan selama tarif pajak di Indonesia lebih tinggi dibanding negara lain. Tanpa penurunan ...

4.

Jokowi Genjot Penerimaan Pajak, Mau 'Peras' Pengusaha? Ini Jawaban Jokowi
bisnis.com, 19 September 2014

Bisnis.com, JAKARTA –Presiden terpilih Joko Widodo akan memaksimalkan penerimaan negara dari pajak untuk memperlebar ruang fiskal. Ia meminta kalangan pengusaha taat bayar ...

5.

Penerimaan Pajak Tumbuh Tipis
republika.co.id, 19 September 2014

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penerimaan pajak diklaim lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga 15 Teptember 2014, persentase penerimaan mencapai 61 ...

show all Berita