Berita

Share :

kompas.com, 13 Maret 2012


Kanwil Pajak Jateng 1 Terapkan Sistem

KENDAL, KOMPAS.com — Kantor Wilayah Pajak Jawa Tengah I terus melakukan pengawasan terhadap pegawainya yang ada. Hal ini untuk menghindari adanya kasus penggelapan uang pajak yang dilakukan oknum pegawai Pajak, seperti Gayus Tambunan dan Dhana Widyatmika.

Selain itu, Direktorat Pajak juga menerapkan sistem whistle blower yang bertugas mengawasi pegawai yang mencurigakan. Menurut Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah 1, Sakli Anggoro, saat ini ada ribuan pegawai Pajak di Jawa Tengah yang tidak semuanya terpantau oleh Kanwil Pajak Jawa Tengah.

"Whistle blower akan bertugas mengawasi pegawai yang mencurigakan. Ia juga bisa melaporkan ke kanwil atau ke pusat langsung. Bagi wajib pajak, diharapkan untuk mewaspadai adanya pegawai Pajak yang nakal," kata Sakli seusai mengikuti acara pekan panutan penyampaian surat pajak tahunan (SPT) tahun pajak 2011 di Pendapa Kabupaten Kendal, Senin (12/3/2012).

Sakli berharap agar pegawai Pajak di Jawa Tengah bekerja secara profesional, sinergis, dan konsisten. "Kami akan melakukan penataan terhadap pegawai Pajak agar di wilayah Jateng 1 khususnya dan nasional umumnya tidak muncul lagi pegawai-pegawai Pajak seperti Gayus dan Dhana," akunya.

Sementara itu, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti, pada kesempatan yang sama, mengaku akan terus mengimbau kepada warganya supaya taat pajak sehingga pembangunan bisa berjalan dengan baik.

"Kita tidak usah terpengaruh dengan Gayus atau Dhana. Mereka berdua hanyalah oknum. Ayo, kita menjadi manusia yang taat pada pajak," kata Widya.

Acara pekan panutan penyampaian SPT tahun pajak 2011 di Pendapa Kabupaten Kendal ditandai dengan penyerahan SPT tahun 2011 oleh Widya Kandi Susanti, Sekda Kendal Bambang Dwiono, dan Kepala Dinas Pengawasan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Kendal, Alex Supriyono.

show all Berita

Others Berita


1.

KPK Telusuri Suap Sengketa Pajak BCA
Harian Kontan, 23 April 2014

JAKARTA. Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bank Central Asia (BCA) dengan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo saat menjabat sebagai Dirjen ...

2.

Kasus Pajak BCA : Hatta Rajasa Mengaku Belum Tahu Hadi Purnomo Tersangka
bisnis.com, 22 April 2014

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengaku belum tahu mengenai masalah ditetapkannya mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI Hadi ...

3.

Ketua BPK Tersangka Kasus Pajak
Harian Kompas, 22 April 2014

JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo, selaku mantan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, sebagai tersangka ...

4.

DPRD Surabaya: Enggak Rugi Bayar Pajak
tempo.co, 21 April 2014

TEMPO.CO, Surabaya - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Mochammad Mahmud bangga atas prestasi kota Surabaya kembali meraih penghargaan internasional berupa Socrates ...

5.

Insentif Pajak bagi Investor
Harian Kompas, 17 April 2014

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah menjanjikan insentif berupa pemberian fasilitas pembebasan atau pengurangan Pajak Penghasilan Badan (tax holiday) agar investor tertarik membangun kilang ...

show all Berita