Berita

Share :

Harian Seputar Indonesia, 26 Mei 2011


Tarif Pajak Reklame Segera Direvisi

GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul akhirnya mengakui tarif reklame di Gunungkidul masih sangat murah. Pemkab berjanji,dalam waktu dekat akan melakukan revisi atas pendapatan daerah dari reklame tersebut.

Kabag Hukum Pemkab Gunungkidul Hidayat mengatakan, saat ini pihaknya masih menggodok draf revisi peraturan daerah Perda Nomor 4 Tahun 2008. Dia berharap tahun ini sudah ada revisi atas perda pengaturan pajak dan reklame tersebut. ”Kita akui pendapatan dari sektor ini memang minim. Untuk menaikkan, salah satu langkah adalah mengubah perda,” katanya kepada wartawan kemarin. Langkah untuk merevisi perda ini dimaksudkan untuk memaksimalkan pendapatan daerah. Dia juga mengaku bingung berkaitan dengan reklame di pinggir jalan.Selama ini masih belum ada aturan yang jelas. ”Itu yang membuat pendapatan juga minim.

Pemkab (Gunungkidul) juga tidak berani memberlakukan tarif karena tidak memiliki dasar,” ungkapnya. Hidayat tidak menampik ada kebocoran pajak reklame. Namun karena bukan ranahnya, dia tak membeberkannya. Yang pasti,kini telah disiapkan revisi perda. ”Yang jelas, kita sudah siapkan revisi perda. Ini yang akan dijadikan acuan untuk meningkatkan tarif pajak reklame,”paparnya. Bupati Gunungkidul Badingah berharap kalangan Dewan menyetujui rencana revisi tersebut.

”Kita minta dukungannya agar pajak daerah dari reklame ini bisa dinaikkan,dan pajak ke masyarakat bisa kita tekan,”katanya. Seperti diungkapkan Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Budi Santoso, pihaknya sering kerepotan ketika harus menurunkan spanduk atau reklame yang dipasang terlalu tinggi dan berukuran besar.”Sampai saat ini saja,saya belum bisa menurunkan reklame salah satu koran lokal yang habis kontraknya.Tepatnya di dekat terminal,”ungkapnya.

Ketika disinggung upaya penertiban rutin, setiap bulan pihak Satpol PP menertibkan ratusan spanduk dan reklame. Meski demikian, dia belum bisa memastikan kerugian daerah akibat maraknya reklame liar ini. ”Semestinya ada biaya bongkar, namun kami tidak mendapatkannya,”ujar Budi.

show all Berita

Others Berita


1.

Pajak DKI Masih Jauh dari Target
Harian Kontan, 2 Oktober 2014

JAKARTA. Realisasi pendapatan pajak daerah di Provinsi DKI Jakarta hingga akhir kuartal III tahun 2014 sudah menunjukkan tanda-tanda peningkatan. Sampai akhir September ...

2.

Tergencet PPnBM, Penjualan Super Car Makin Lambat
Harian Kontan, 2 Oktober 2014

JAKARTA. Penjualan mobil super mewah atawa supercar tergencet kenaikan pajak penghasilan atas barang mewah (PPnBM) yang berlaku sejak April 2014 lalu. Kenaikan ...

3.

Antam Meminta Anode Slime Bebas PPN
Harian Kontan, 2 Oktober 2014

JAKARTA. PT Antam Tbk berharap bisa segera mengoperasikan pabrik pengolahan lumpur anoda (anode slime) pada akhir Oktober 2014. Sambil menunggu beroperasi, kini ...

4.

Pajak Tambang Baru Terealisasi 66 Persen
suaramerdeka.com, 2 Oktober 2014

suaramerdeka.com – Pajak dari sektor tambang di Kabupaten Rembang hingga akhir September 2014 kemarin masih belum memenuhi target. Berdasarkan data dari DPPKAD ...

5.

Dispenda Optimalisasi Penerimaan PAD Pajak
tribunnews.com, 2 Oktober 2014

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Supaya bisa tercapai target yang sudah ditentukan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di pajak, Disependa berusaha keras dengan sisa ...

show all Berita