1   2   3   4   5   6   7   8   9   10

 

LAMPIRAN

:

KEPUTUSAN DIRJEN PAJAK

Nomor

:

KEP-1444/PJ.24/1993

Tanggal

:

14 Desember 1993

 

KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA WAJIB PAJAK 1994

 

U M U M

Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) Wajib Pajak didasarkan kepada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Biro Pusat Statistik Tahun 1990 yang disesuaikan dengan kebutuhan statistik dan analisa. Manajemen Direktorat Jenderal Pajak Penyesuaian tersebut meliputi hal-hal berikut :

 

1.

Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) 1994 terdiri dari 5 digit sebagai pengganti KLU lama yang terdiri dari 4 digit Angka  (Digit) ke-5 dipergunakan istilah jenis usaha yang dalam KLUI BPS 1990 disebut : Sub Golongan.

2.

Jenis Usaha yang dipergunakan dalam Klasifikasi Lapangan Usaha ini adalah Jenis Usaha yang mempunyai potensi pajak dan potensi yang perlu ditonjolkan untuk keperluan statistik dan analisa bagi menajemen Direktorat Jenderal Pajak sehingga upaya dapat dilakukan lebih terarah pada potensi-potensi yang dapat menunjang penerimaan pajak. Oleh karena itu ada jenis usaha tertentu dalam KLUI BPS 1990 yang tidak terdapat pada Klasifikasi Lapangan Usaha 1996 ini. Dalam hal demikian jenis usaha yang hidup tersebut dimasukkan/digabungkan ke dalam jenis usaha yang lebih dominan, sehingga jumlah jenis usaha dalam Klasifikasi Lapangan Usaha 1994 ini adalah 733 sedangkan menurut KLUI BPS Tahun 1990 adalah 951.

3.

Ditambah 1 (satu) Sub Golongan (Sub Golongan 27) yaitu Jasa Pertambangan dan Penggalian yang dalam KLUI BPS Tahun 1990 bergabung dalam Sub Golongan Pertambangan dan Penggalian dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran yang benar tentang Jenis Usaha Pertambangan dan Penggalian serta mana yang termasuk Jenis Usaha Pertambangan dan Penggalian.

4.

Khusus dalam Sektor 9, Sub Sektor Jasa Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, Keamanan dan Ketertiban (Sub Sektor 91) dan Sub Sektor Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional lain (Sub Sektor 98) dihapus karena tidak mengandung potensi perpajakan.

 

Untuk mendapatkan gambaran perbandingan antara KLUI BPS Tahun 1990 dengan Klasifikasi Lapangan Usaha Wajib Pajak 1994, dibawah ini disampaikan tebel rekapitulasi sebagai berikut :

 

Sektor (kode)

KLUI 1990

KLU WP 1994

Sub Sektor

Gol. Pokok

Gol.

Jenis Usaha

Sub Sektor

Gol. Pokok

Gol.

Jenis Usaha

1

8

22

69

171

8

22

69

143

2

7

10

33

35

8

11

29

31

3

9

31

116

329

9

31

116

245

4

3

3

4

8

3

3

4

8

5

5

12

32

45

5

12

32

41

6

4

18

51

170

4

18

51

148

7

5

13

23

29

5

13

23

26

8

2

9

32

46

2

9

32

46

9

8

26

65

117

6

12

32

44

0

1

1

1

1

1

1

1

1

JML

52

145

426

951

51

132

380

733

 

 

STRUKTUR KODE KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA WAJIB PAJAK.

 

Kode Klasifikasi Lapangan Usaha Wajib Pajak terdiri dari 5 (lima) angka/digit, masing-masing angka menunjukkan Sektor, Sub Sektor, Golongan Pokok, Golongan, dan Jenis Usaha, dengan pola/struktur sebagai berikut :

X

X

X

X

X

..

Kode Klasifikasi Usaha WP

:

:

:

:

:

 

 

X

-

-

-

-

..

Kode Sektor Usaha, adalah angka 0 s/d 9

:

:

:

:

:

 

 

X

X

X

-

-

..

Kode Golongan Pokok, adalah angka 0 s/d 9

:

:

:

:

:

 

 

X

X

X

X

-

..

Kode Golongan Usaha, adalah angka 0 s/d 9

:

:

:

:

:

 

 

X

X

X

X

X

..

Kode Sektor Usaha, adalah angka 0 s/d 9

:

:

:

:

:

 

 

 

Lapangan Usaha Wajib Pajak terdiri dari 10 Sektor, 51 Sub Sektor, 132 Golongan Pokok, 389 Golongan dan 733 Jenis Usaha.

 

1.

SEKTOR USAHA.

 

Lapangan Usaha Wajib Pajak terdiri dari 10 Sektor Usaha, yaitu :

 

Kode 1

- - -

Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Perburuan, dan Perikanan.

 

Kode 2

- - -

Sektor Pertambangan dan Penggalian

 

Kode 3

- - -

Sektor Industri Pengolahan

 

Kode 4

- - -

Sektor Listrik, Gas dan Air.

 

Kode 5

- - -

Sektor Konstruksi

 

Kode 6

- - -

Sektor Perdagangan Besar Eceran dan Rumah Makan serta Jasa Akomodasi.

 

Kode 7

- - -

Sektor Angkutan, Penggudangan dan Komunikasi.

 

Kode 8

- - -

Sektor lembaga Keuangan, Real Estate, Usaha Persewaan, dan Jasa Konsultan.

 

Kode 9

- - -

Jasa Kemasyrakatan, Sosial dan Perorangan.

 

Kode 0

- - -

Kegiatan yang belum jelas batasannya.

 

 

2.

SUB SEKTOR USAHA.

 

Setiap Sektor Usaha Wajib Pajak terdiri dari beberapa Sub Sektor (maksimum 9 Sub Sektor), dengan perincian sebagai berikut :

 

KODE 1

 

SEKTOR PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN, PERBURUAN DAN PERIKANAN.

 

 

 

 

 

Kode 11

 

Untuk Sub Sektor Pertanian Tanaman Pangan.

 

Kode 12

 

Untuk Sub Sektor Pertanian Tanaman Perkebunan dan Tanaman Lainnya.

 

Kode 13

 

Untuk Sub Sektor Peternakan.

 

Kode 14

 

Untuk Sub Sektor Jasa Pertanian dan Peternakan.

 

Kode 15

 

Untuk Sub Sektor Kehutanan.

 

Kode 16

 

Untuk Sub Sektor Perburuan/Penangkapan dan Penangkaran Satwa Liar.

 

Kode 17

 

Untuk Sub Sektor Perikanan Laut.

 

Kode 18

 

Untuk Sub Sektor Perikanan Darat.

 

 

 

 

 

KODE 2

 

SEKTOR PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN

 

 

 

 

 

Kode 21

 

Untuk Sub Sektor Pertambangan Batu Bara dan Gambut

 

Kode 22

 

Untuk Sub Sektor Pertambangan Minyak dan Gas Bumi

 

Kode 23

 

Untuk Sub Sektor Pertambangan Bijih Logam.

 

Kode 24

 

Untuk Sub Sektor Penambangan dan Penggalian Garam.

 

Kode 25

 

Untuk Sub Sektor Kehutanan.

 

Kode 26

 

Untuk Sub Sektor Pertambangan Mineral, Bahan Kimia dan Bahan Pupuk.

 

Kode 27

 

Untuk Sub Sektor Jasa Pertambangan dan Penggalian.

 

Kode 28

 

Untuk Sub Sektor Pertambangan dan Penggalian lain.

 

 

 

 

 

KODE 3

 

SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN

 

 

 

 

 

Kode 31

 

Untuk Sub Sektor Industri Makanan, Minuman dan Tembakau.

 

Kode 32

 

Untuk Sub Sektor Industri Tekstil Pakaian Jadi dan Kulit.

 

Kode 33

 

Untuk Sub Sektor Industri Kayu Bambu, Rotan dan sejenisnya termasuk Perabot Rumah Tangga.

 

Kode 34

 

Untuk Sub Sektor Industri Kemas dan Barang dari Kertas, Pencetakan dan Penerbitan.

 

Kode 35

 

Untuk Sub Sektor Industri Kimia dan Barang-barang dari bahan Kimia, Minyak Bumi, Batu Bara, Karet dan Plastik.

 

Kode 36

 

Untuk Sub Sektor Industri Barang Galian Bukan Logam, Kecuali Minyak Bumi dan Batu Bara.

 

Kode 37

 

Untuk Sub Sektor Industri Logam Dasar.

 

Kode 38

 

Untuk Sub Sektor Industri Barang dari Logam, Mesin dan Peralatannya

 

Kode 39

 

Untuk Sub Sektor Industri Pengolahan Lainnya.

 

 

 

 

 

KODE 4

 

SEKTOR LISTRIK, GAS DAN AIR

 

 

 

 

 

Kode 41

 

Untuk Sub Sektor Listrik

 

Kode 42

 

Untuk Sub Sektor Sektor Gas, Uap dan Air Panas.

 

Kode 43

 

Untuk Sub Sektor Penjernihan, Penyediaan dan Penyaluran Air.

 

 

 

 

 

KODE 5

 

SEKTOR KONSTRUKSI

 

 

 

 

 

Kode 51

 

Untuk Sub Sektor Penyiapan Lahan.

 

Kode 52

 

Untuk Sub Sektor Konstruksi Gedung dan Bangunan Sipil.

 

Kode 53

 

Untuk Sub Sektor Instalasi Gedung dan Bangunan Sipil.

 

Kode 54

 

Untuk Sub Sektor Penyelesaian Konstruksi Sipil.

 

Kode 55

 

Untuk Sub Sektor Penyewaan Alat Konstruksi atau Peralatan Pembongkar/Penghancur Bangunan dengan Operatornya.

 

 

 

 

 

KODE 6

 

SEKTOR PERDAGANGAN BESAR, ECERAN DAN RUMAH MAKAN SERTA JASA AKOMODASI.

 

 

 

 

 

Kode 61

 

Untuk Sub Sektor Perdagangan Besar.

 

Kode 62

 

Untuk Sub Sektor Perdagangan Eceran.

 

Kode 63

 

Untuk Sub Sektor Jasa Restoran, Rumah Makan, Bar dan Jasa Boga.

 

Kode 64

 

Untuk Sub Sektor Jasa Akomodasi.

 

 

 

 

 

KODE 7

 

SEKTOR ANGKUTAN, PENGGUDANGAN DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

 

Kode 71

 

Untuk Sub Sektor Angkutan Darat, Angkutan dengan Saluran Pipa

 

Kode 72

 

Untuk Sub Sektor Angkutan Air.

 

Kode 73

 

Untuk Sub Sektor Angkutan Udara.

 

Kode 74

 

Untuk Sub Sektor Jasa Penunjang Angkatan Lainnya (Angkutan Darat, Air dan Udara)

 

Kode 75

 

Untuk Sub Sektor Akomodasi.

 

 

 

 

 

KODE 8

 

SEKTOR LEMBAGA KEUANGAN, REAL ESTATE, USAHA PERSEWAAN DAN JASA PERUSAHAAN.

 

 

 

 

 

Kode 81

 

Untuk Sub Sektor Lembaga Keuangan

 

Kode 82

 

Untuk Sub Sektor Real Estate, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan.

 

 

 

 

 

KODE 9

 

SEKTOR JASA KEMASYARAKATAN, SOSIAL DAN PERORANGAN

 

 

 

 

 

Kode 91

 

Untuk Sub Sektor Jasa Pendidikan.

 

Kode 92

 

Untuk Sub Sektor Jasa Kesehatan dan Kebersihan.

 

Kode 93

 

Untuk Sub Sektor Jasa Kegiatan Sosial.

 

Kode 94

 

Untuk Sub Sektor Organisasi Sosial, Profesi, dan Bisnis.

 

Kode 95

 

Untuk Sub Sektor Industri Kemas dan Barang dari Kertas, Pencetakan dan Penerbitan.

 

Kode 96

 

Untuk Sub Sektor Jasa Rekreasi, Kebudayaan dan Olah Raga.

 

Kode 97

 

Untuk Sub Sektor Jasa Perorangan dan Rumah Tangga.

 

 

 

 

 

KODE 0

 

SEKTOR KEGIATAN YANG BELUM JELAS BATASANNYA.

 

 

 

 

 

Kode 00

 

Untuk Sub Sektor Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya.

 

 

Keterangan

:

 

 

 

Dalam susunan Klasifikasi Lapangan Usaha Wajib Pajak terdapat singkatan antara lain :

 

 

ybdi

:

Yang berhubungan dengan itu

 

 

ytdl

:

Yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain

 

II.

KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA WAJIB PAJAK DIPERINCI MENURUT SEKTOR, SUB SEKTOR, GOLONGAN POKOK,GOLONGAN DAN JENIS USAHA

 

SEKTOR

SUB SEKTOR

GOL POKOK

GOL

JENIS USAHA

JUDUL DAN URAIAN

 

 

 

 

 

 

I

-

-

-

-

PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN, PERBURUAN DAN PERIKANAN

 

 

 

 

 

 

 

II

-

-

-

PERTANIAN TANAMAN PANGAN

 

 

 

 

 

 

 

 

III

-

-

PERTANIAN PADI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IIII

IIII10

Pertanian Padi Sawah

 

 

 

 

 

Meliputi usaha pertanian dalam pengolahan, lahan,penyemaian, penanaman,pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen padi sawah. Budidaya ikan disawah (mina padi) digolongkan dalam kegiatan perikanan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1112

11120

Pertanian Padi Gogo/Ladang

 

 

 

 

 

Meliputi usaha pertanian dalam pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen padi gogo.

 

 

 

 

 

 

 

 

112

-

-

PERTANIAN PALAWIJA

 

 

 

 

 

Meliputi usaha pertanian dalam pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen umbi batang, seperti : talas, irut, ganyong maupun umbi akar seperti ubi kayu, ubi jalar, dan gembili.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1121

11211

Pertanian Umbi-umbian

 

 

 

 

 

Meliputi usaha pertanian dalam pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen umbi batang, seperti : talas, irut, ganyong maupun umbi akar seperti ubi kayu, ubi jalar, dan gembili

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1122

11220

Pertanian kacang-kacangan

 

 

 

 

 

Meliputi usaha pertanian dalam pengolahan pengolahan lahan, penugalan/penanaman, pemeliharaan pemanenan dan pasca panen kacang-kacangan, seperti : kacang tanah, kedelai, kacang hijau, kacang hitam dan kacang polong. Kacang merah dan kacang panjang dimasukkan dalam jenis usaha 11312.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1123

11230

Pertanian Biji-bijian

 

 

 

 

 

Meliputi usaha pertanian dalam penolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan  pasca panen biji-bijian, seperti : jagung, sorghum/cantel, dan gandum.

 

 

 

 

 

 

 

 

113

 

-

PERTANIAN HOLTIKULTURA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1131

-

PERTANIAN SAYURAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11311

Pertanian Sayuran yang Dipanen Sekali

 

 

 

 

 

Meliputi usaha pertanian dalam pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen, sayuran yang dipanen seperti : bawang merah, bawang putih, bawang daun, kentang, kubis,petsai/sawi, wortel, dan lobak, bayam dan kangkung yang dipanen dengan akarnya juga digolongkan dalam jenis usaha ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11312

Pertanian Sayuran yang Dipanen Lebih dari Sekali

 

 

 

 

 

Meliputi usaha pertanian dalam pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen, sayuran yang dipanen lebih dari sekali, seperti: kacang panjang, kacang merah, cabe, tomat, terong, buncis, ketimun, labu siam, bayam, kangkung, dan jamur.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1132

 

PERTANIAN BUAH-BUAHAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11321

Pertanian Buah-buahan Musiman

 

 

 

 

 

Meliputi usaha pertanian dalam penyiapan/pelaksanaan, penanaman, pembibitan, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen buah-buahan musiman seperti: rambutan, jeruk, durian, duku, semangka, dan mangga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11322

Pertanian Buah-buahan Sepanjang Tahun

 

 

 

 

 

Meliputi usaha pertanian dalam penyiapan/pelaksanaan, penanaman, pembibitan, pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen macam-macam buah-buahan sepanjang tahun seperti: pepaya, pisang, dan nenas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1133

11330

Pertanian Tanaman Hias

 

 

 

 

 

Meliputi budidaya tanaman hias yang khusus dipanen bunganya termasuk pasca panen, seperti : anggrek, mawar, melati, dan sedap malam, maupun budidaya tanaman hias yang khusus dipanen selain bunganya seperti bonsai, suplir, kuping gajah dan palem.

 

 

 

 

 

 

 

 

119

-

-

PERKEBUNAN TANAMAN PANGAN LAINNYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1190

11900

Tanaman Pangan Lain

 

 

 

 

 

Meliputi usaha pertanian dalam penyiapan/pelaksanaan, penanaman, penyemaian pembibitan pemeliharan, pemanenan dan pasca panen tanaman pangan lainnya yang belum terliput dalam golongan manapun, seperti : sagu, dan aren/enam (tidak termasuk sagu dan aren yang dihasilkan dari hutan).

Termasuk juga kegiatan pengolahan hasil pertanian yang tidak dapat dipisahkan dari usaha pertaniannya.

 

 

 

 

 

 

 

12

-

-

-

PERTANIAN TANAMAN PERKEBUNAN DAN TANAMAN LAINNYA

 

 

 

 

 

 

 

 

121

-

-

PERTANIAN TANAMAN PERKEBUNAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1211

-

PERTANIAN TANAMAN PERKEBUNAN YANG DIAMBIL BUAHNYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12111

Perkebunan Kelapa

 

 

 

 

 

Usaha perkebunan tanaman kelapa yang meliputi kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan kelapa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12112

Perkebunan Kelapa Sawit

 

 

 

 

 

Usaha perkebunan tanaman kelapa sawit, yang meliputi kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12113

Perkebunan Kopi

 

 

 

 

 

Usaha perkebunan tanaman kopi, yang meliputi kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12114

Perkebunan Kakao

 

 

 

 

 

Usaha perkebunan tanaman kakao, yang meliputi kegiatan pengolahan lahan penyemaian, pembibitan, penanaman, pemelihara dan pemanen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12115

Perkebunan Lada

 

 

 

 

 

Usaha perkebunan tanaman lada, yang meliputi kegiatan pengolahan, lahan penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12116

Perkebunan Pala

 

 

 

 

 

Usaha perkebunan tanaman pala, yang meliputi kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12117

Perkebunan Panili

 

 

 

 

 

Usaha perkebunan tanaman panili, yang meliputi kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12118

Perkebunan Kapuk dan Kapas

 

 

 

 

 

Usaha perkebunan tanaman kapuk dan atau kapas, yang meliputi kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12119

Pertanian Tanaman Perkebunan Yang Diambil Buahnya Yang Belum Termasuk  Dalam Subgolongan di atas

 

 

 

 

 

Usaha perkebunan tanaman yang diambil buahnya yang belum termasuk dalam jenis usaha 12111 s.d. 12118 seperti : jambu mete, jarak, kemiri, ketumbar, kapulaga, kenari, jintan, tengkawang dan pinang yang meliputi kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1212

 

PERNYATAAN TANAMAN PERKEBUNAN YANG DIAMBIL BUNGANYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12121

Perkebunan Cengkeh

 

 

 

 

 

Usaha perkebunan tanaman cengkeh, yang meliputi kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, pembibitan, penananaman, pemeliharaan dan pemanenan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12129

Pertanian Tanaman Perkebunan Yang Diambil Bunganya Yang Belum Termasuk Dalam Subgolongan Di atas

 

 

 

 

 

Usaha perkebunan tanaman perkebunan yang diambil bunganya yang belum termasuk dalam jenis usaha diatas : seperti : bunga matahari, kenanga dan cempaka yang meliputi kegiatan penggolahan lahan, penyemaian, pembibitan, pemeliharaan dan pemanenan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1213

 

PERTANIAN TANAMAN PERKEBUNAN YANG DIAMBIL DAUNNYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12131

Perkebunan Tembakau

 

 

 

 

 

Usaha perkebunan tanaman tembakau yang meliputi pengolahan lahan penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan,