LAMPIRAN 1

 

TATA CARA PERHITUNGAN ESKALASI

DAN PENYESUAIAN NILAI KONTRAK

 

A. Perhitungan eskalasi menggunakan rumus sbb :

 

HN = HO

 

a + b.

 

Bn

+ c.

 

+ d.

 

+ ……

 

 

cn

Dn

 

 

Bo

co

Do

 

 

 

 

 

 

Keterangan :

 

Hn

=

Harga satuan barang dan jasa pemborongan hasil penyesuaian.

Ho

=

Harga satuan pada saat pekerjaan dilaksanakan atau pengadaan barang dan jasa pemborongan diserahkan.

a

=

Koefisien tetap yang terdiri dari overhead dan keuntungan yang tidak dicantumkan dalam penawaran maka nilainya = 0,15.

b,c,d…..., dst

=

Penjumlahan koefisien-koefisien komponen utama = 0,85.

Penjumlahan a+b+c+d…,dst = 1,00

Bn,Cn,Dn

=

Indeks harga Komponen pada bulan Oktober 2005.

Bo,Co,Do

=

Indeks harga komponen pada bulan September 2005.

 

(1)

Koefisien komponen utama pekerjaan ditetapkan oleh :

 

a)

Departemen Pekerjaan Umum/Dinas Bidang Pekerjaan Umum untuk pekerjaan Jasa pemborongan.

 

b)

Departemen teknis/kantor wilayah departemen teknis/dinas teknis untuk pekerjaan teknis lainnya.

 

c)

Kesepakatan antara Kepala Satuan Kerja dan rekanan untuk pekerjaan lain yang disetujui oleh Departemen teknis atau kantor wilayah departemen teknis/dinas teknis yang bersangkutan.

(2)

Indeks harga yang digunakan adalah yang dikeluarkan BPS provinsi/kabupaten/kota.

(3)

Indeks harga lainnya yang dapat digunakan setelah mendapat persetujuan departemen teknis atau kantor wilayah departemen teknis yang bersangkutan.

(4)

Daftar harga dapat disusun oleh asosiasi, Kepala Satuan Kerja atau rekanan berdasarkan harga pasar untuk disampaikan kepada departemen teknis atau kantor wilayah departemen teknis yang bersangkutan guna dinilai kewajarannya dan kemudian disetujui untuk dijadikan dasar perhitungan penyesuaian harga.

 

B.   Perhitungan nilai kontrak menggunakan rumus :

      Pn = {Hn1 x V1} + {Hn2 x V2} + {Hn3 x V3} + ………………dst

 

Keterangan :

Pn

=

Nilai kontrak hasil penyesuaian.

Hn

=

Harga satuan hasil penyesuaian.

V

=

Volume barang dan jasa pemborongan.

(1)

Perhitungan nilai eskalasi kontrak dilakukan untuk pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan ini.

(2)

Perhitungan penyesuaian harga dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja/Satuan Kerja Sementara dan rekanan, selanjutnya diajukan ke Departemen PU/Departemen Teknis/Dinas Bidang Pekerjaaan Umum untuk pekerjaan barang dan jasa pemborongan untuk mendapatkan penetapan sesuai dengan jenis DIPA.

(3)

Jika diperlukan revisi DIPA atau dokumen yang dipersamakan, maka berdasarkan perhitungan penyesuaian harga yang telah ditetapkan oleh Departemen PU/Departemen Teknis/Dinas Bidang Pekerjaan Umum untuk pekerjaan barang dan jasa pemborongan, Kepala Satuan Kerja/Satuan Kerja Sementara memproses revisi DIPA atau dokumen yang dipersamakan.

 

MENTERI KEUANGAN,

 

ttd.

 

JUSUF ANWAR